Corporate University Bukanlah Universitas

 

hamburger_universityKetika mengunjungi sebuah kampus corporate university  milik sebuah BUMN, saya teringat tulisan Martijn Rademaker dalam buku Corporate University: Drivers of the learning organization, “Keadaan terburuk pengembangan corporate university  adalah sekedar menjadi badan pendidikan dan pelatihan dengan nama yang megah”. Saya prihatin menyaksikan suasana kampus itu: sepi, gedung kelas tua dan kusam, penginapan peserta yang kotor dan kurang terawat.

Menurut petugas yang saya temui, aktivitas di fasilitas tersebut mulai ramai pada bulan September sampai awal Desember ketika peserta pelatihan berdatangan dari berbagai cabang di seluruh Indonesia. Di luar itu, keadaan sepi. Bahkan ruang kelas dan fasilitas yang ada disewakan kepada para penyelanggara pelatihan lain. Saya mendatangi tempat itu memang untuk menyewa ruang kelas dan penginapan bagi peserta pelatihan.
Continue reading

Sharing Economy: Ancaman Pemain Lama?

sharingeconomyInnovation comes with a price.

Berkembangnya konsep bisnis sharing economy, di satu pihak memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Sementara di lain pihak, tidak hanya mengganggu omset perusahaan yang selama ini meraup banyak keuntungan namun mengancam keberlangsungan usaha mereka. Bagaimana menyikapinya?

Inovasi tidak bisa lepas dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya, seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya strata kehidupan masyarakat akan selalu meningkat.Secara tidak sadar keinginan untuk memenuhi kebutuhan menjadi lebih baik merupakan motor utama yang mendorong munculnya inovasi yang kemudian memunculkan iklim persaingan.
Continue reading

Pentingnya Kisah Perusahaan

NKY xl-axisPada tahun 2014, XL resmi mengakuisisi Axis dan menyelesaikan proses integrasi atau merger kedua perusahaan dengan mulus. Selama hampir 18 bulan saya terlibat dalam tim yang mengabadikan suka duka akuisisi dan merger senilai 865 juta dolar Amerika itu ke dalam sebuah buku. Sebelumnya saya juga terlibat dalam penulisan buku mengenai transformasi perusahaan BUMN IPC (Indonesia Port Corporation) II atau PT Pelindo 2. Setelah buku-buku itu ditulis, dilakukan serangkaian bedah buku di dalam dan di luar perusahaan. Para tokoh dalam buku, turut menghidupkan diskusi yang selalu hangat.

Di kelas pelatihan sebagai bagian dari program pengembangan manajemen (MDP: Management Development Program) dan program magister manajemen, sesi bedah buku, analisis kasus bisnis, serta sesi berbagi pengalaman dari seorang eksekutif hampir selalu menarik. Rangkaian kejadian yang dituangkan secara sistematis dalam buku, kasus bisnis, maupun penjelasan langsung dari sang tokoh membuat orang lebih memahami latar belakang dan kiat sukses – atau penyebab gagal – suatu corporate action. Kisah-kisah itu bisa menginspirasi secara positif. Itu sebabnya kisah sangat penting bagi perusahaan.
Continue reading

Keras vs Lembut Dalam Hubungan Industrial

Demo-BuruhKetika demontrasi buruh yang anarkis marak di Jabodetabek, sebuah pabrik di kawasan industri Cibitung tetap beroperasi normal. Bahkan pekerja yang seharusnya masukdi shift malam, datang ke pabrik pagi itu. Bukan untuk bekerja, tetapi menjaga pabrik dari para demonstran yang beberapa hari sebelumnya menebar ancaman akan menghentikan paksa pabrik-pabrik yang tetap bekerja pada pada hari demo besar-besaran itu.

Ketika seorang pekerja ditanya mengapa bersedia menjaga pabrik dari ancaman para pendemo, dia menjawab: “pemilik dan semua manajer di sini orang baik. Tidak ada yang boleh menggangu mereka.” Ketika diminta mencontohkan kebaikan yang dimaksud, dia mengungkapkan: “Setiap diundang oleh karyawannya yang melakukan hajatan, apapun posisi karyawan itu, sejauh apapun dan dalam keadaan apapun, pemilik dan manajer akan hadir. Kalau ada yang kesusahan, para petinggi perusahaan ini akan memberi bantuan. Kami adalah keluarga.” Continue reading

Pemimpin Kunci Transformasi

the leaderBaru-baru ini beberapa lurah dan ketua RT di wilayah Jakarta ‘mogok’ dan menentang penggunaan aplikasi Qlue yang dicanangkan oleh Ahok untuk membantu para aparatur pemerintahan DKI Jakarta bekerja dengan lebih baik dalam melayani warganya.

Aplikasi ini adalah salah satu langkah menuju Jakarta Smart City, dimana warga Jakarta dapat melaporkan keluhan ataupun temuannya untuk segera ditindaklanjuti oleh aparat terkait.  Warga senang, namun aparat tampak kurang senang. Pro dan kontra seperti ini bukan pertama kalinya dialami Ahok dalam melakukan perubahan untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai tempat yang lebih baik untuk warganya. Hal ini ternyata juga dialami oleh beberapa pemimpin organisasi dalam upaya mereka membawa organisasinya menjadi lebih baik.
Continue reading

Bandara I Gusti Ngurah Rai: Memelopori Airport Retail

bali airport retailWisatawan mancanegara itu sedikit terkejut ketika dua gadis berkebaya merah tiba-tiba menghampirinya. “Welcome to Bali,” ucap kedua gadis dengan senyum lebar. Salah seorang menyelipkan bunga kamboja di atas telinga wisatawan itu.

Serta-merta turis asing itu tertawa. “Thank you. Its surprises me”. Ia juga sempat menangkap tulisan besar di layar “I am in Bali” dilatari penari Bali. Serombongan penumpang pesawat yang mengikutinya memasuki terminal internasional I Gusti Ngurah Rai itu pun bertepuk tangan diiringi derai tawa. Penyambutan belum selesai, di depan mereka ada tari Serimpi diiringi suara gamelan.

Kemeriahan yang terjadi pada tanggal 19 September 2013 sungguh istimewa. Hari itu, untuk pertama kalinya terminal internasional bandara I Gusti Ngurah Rai, yang sekarang dikenal sebagai Bali Airport, beroperasi menggunakan konsep baru.

Bandara bukan lagi tempat yang menjemukan bagi penumpang yang turun dari atau menunggu pesawat. Area itu telah disulap menjadi tempat belanja, bersantap, dan bersantai. Kita bisa menemukan toko menjual parfum mewah, pakaian mewah, wine and spirit, serta tobacco, gift, dan restoran. Bahkan kita juga bisa menikmati spa serta lounge dan pertunjukan seni di sana.
Continue reading

Permohonan Maaf yang Efektif Kepada Pelanggan

blue bird app maafBaru-baru ini ketika penulis berselancar di dunia maya, khususnya di media sosial Facebook, penulis melihat foto yang diunduh oleh Blue Bird, perusahaan taksi terbesar di Indonesia, yang menyampaikan permohonan maaf atas belum sempurnanya pengembangan mobile app yang dibuat perusahaan tersebut, seperti tampilan di atas.

Permohonan maaf tersebut membuat penulis berpikir bahwa di era perkembangan teknologi yang sedemikian cepat ini, proses pengelolaan pelanggan pun harus disesuaikan. Di era digital, semua perusahaan berlomba-lomba untuk membuat mobile app dengan tujuan untuk memudahkan pelanggan mengakses dan mendapatkan informasi seputar perusahaan. Namun, secara pribadi, penulis belum pernah menemukan perusahaan yang secara khusus mengakui dan menyatakan bahwa mobile app yang sedang dikembangkannya belum maksimal untuk digunakan oleh pelanggan.
Continue reading