Kapabilitas Dinamik

dynamic-capabilitiesPerubahan mendasar lingkungan bisnis ditengarai membuat banyak perusahaan sulit mempertahankan keunggulan bersaing mereka.

Strategi bisnis perusahaan yang ada tidak lagi mampu  menghadapi situasi persaingan dan lingkungan bisnis yang senantiasa berubah, maka strategi bisnis pun dipaksa berubah, namun ternyata strategi baru yang diterapkan tidak selamanya berhasil mengembalikan kejayaan keunggulan bersaing.

Perubahan lingkungan bisnis mengubah Key Success Factor(s) (KSF) industri. Perubahan ini  memicu perubahan strategi bisnis. Di sisi lain strategi bisnis yang unggul umumnya berbasis sumberdaya unggulan (core resources)  dan kapabilitas unggulan (core competences), artinya perubahan ini juga menyebabkan sumberdaya dan kapabilitas unggulan menjadi usang.

Kenyataan ini membuktikan bahwa untuk mengembalikan keunggulan bersaing, selain memperbarui strategi juga perlu memperbarui aspek sumberdaya unggulan dan kapabilitas unggulan.

Di lain pihak perubahan yang dinamis memerlukan kemampuan untuk memperbarui sumberdaya dan kapabilitas dengan cepat (dynamic capability).

Kemampuan dynamic capability adalah kemampuan untuk membentuk, membentuk ulang, mengkonfigurasi, dan me-rekonfigurasi kapabilitas perusahaan sehingga dapat menanggapi perubahan lingkungan dengan baik.

Ambrosini & Bowman (2009), Griffith & Harvey (2006), dan Teece et al. (1997) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kapabilitas dinamik dan keunggulan bersaing.

Tingkatan Kapabilitas Dinamik

Sejauh mana perusahaan perlu mengembangkan kapabilitas dinamik tergantung dari kondisi dinamika  dan ketidakpastian lingkungan bisnis yang dihadapi (Ambrosini, Bowman, & Collier, 2009).

Pada kondisi lingkungan yang relatif stabil perusahaan cukup melakukan penyesuaian dan peningkatan terhadap kapabilitasnya (incremental dynamic capabilities). Proses penyesuaian kapabilitas dilakukan melalui kegiatan peningkatan berkelanjutan (continous improvement).

Pada kondisi lingkungan bisnis yang dinamis, maka dilakukan pembaruan kapabilitas (renewing dynamic capabilities). Pada situasi ini perusahaan tidak hanya sekedar melakukan penyesuaian tetapi juga melakukan perubahan terhadap kapabilitas yang dimiliki.

Dalam situasi lingkungan bisnis yang sarat perubahan membuat kapabilitas sudah tidak lagi relevan.  Untuk itu perusahaan harus menyesuaikan basis kapabilitasnya (Regenerative dynamic capabilities). Sebagai contoh saat ini banyak perusahaan yang harus mengembangkan kapabilitas baru mereka di bidang e-business.

Untuk dapat memiliki kapabilitas dinamik, menurut Wang dan Ahmed (2007) perusahaan perlu memiliki tiga kemampuan, yakni adaptive capability, absorptive capability, dan innovative capability. 

Adaptive capability adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengkapitalisasi peluang yang muncul dari pasar.  Adaptive capability diukur dari kemampuan  untuk merespon peluang, memonitor pasar, pelanggan dan pesaing, serta mengalokasikan sumberdaya untuk kegiatan pemasaran.

Absorptive capability didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan pengetahuan dari luar organisasi. Absorptive capability diukur dari intensitas kegiatan penelitian dan pengembangan.

Adapun innovative capability didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan produk atau pasar baru.  Innovative capability diukur dari jumlah  inovasi produk atau jasa, inovasi proses, dan solusi permasalahan yang baru.

Proses Kapabilitas Dinamik

Kapabilitas dinamik pada umumnya dilaksanakan melalui empat tahap, Pertama, melakukan identifikasi dan assessment terhadap perubahan lingkungan yang dapat menyebabkan perubahan KSF industri.

Tahap ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi tentang tren perkembangan lingkungan makro (regulasi, ekonomi, sosial-budaya, teknologi, sumberdaya alam dan lingkungan) dan perkembangan lingkungan industri (pelanggan, pesaing, pemasok, pendatang baru, produk substitusi).

Kedua, melakukan assessment untuk menggali kesesuaian sumberdaya dan kapabilitas perusahaan dengan KSF.

Ketiga, melakukan penyesuaian atau pembaharuan, atau penggantian sumberdaya dan kapabilitas agar dapat menjadi sumber keunggulan bersaing bagi perusahaan.

Keempat, memanfaatkan sumberdaya dan kapabilitas yang sudah diperbaharui untuk merumuskan dan menerapkan strategi agar diperoleh keunggulan bersaing yang baru.

*Tulisan ini dimuat di Majalah SWA No.05/XXIX/7-17 Maret 2013. h. 65.

Triono SaputroTriono Saputro.Direktur PPM Consulting. PPM Manajemen
TRI@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s