Memenangkan Persaingan dengan Produk Inovatif

steve jobs with iPadMemasuki tahun 2013, dunia usaha di Indonesia optimis untuk terus tumbuh dan bertekad memenangkan persaingan. Pelaku bisnis berupaya untuk merancang strategi jitu untuk menghadapi 2013. Tak terkecuali para pemasar pun ikut berperan dalam merancang strategi perusahaan.

Salah satu strategi penting yang sering dilakukan adalah merancang produk yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Tidak mudah, karena pemasar perlu memiliki kemampuan untuk dapat mengetahui kebutuhan pasar. Semua insight yang didapat dari pasar, dimasukkan dalam tahapan pengembangan produk untuk selanjutnya menghasilkan produk baru seperti yang diharapkan.

Mengapa perusahaan merasa perlu ‘menelurkan’ produk baru? Kita perlu mengacu kepada empat strategi bisnis yang diterapkan perusahaan oleh Raymond E. Miles & Charles C. Snow (2003).

Pertama: Strategi Prospector, perusahaan berupaya secara cepat menjadi yang pertama di pasar dan mengambil peluang yang ada bahkan di pasar yang baru sekalipun. Berani mengambil risiko, kerugian adalah faktor yang telah diperhitungkan. Perusahaan yang melakukan strategi ini memiliki kekuatan dalam pengembangan produk dan inovasi.

Kedua: Strategi Defender,  perusahaan melakukan strategi bertahan, dengan berupaya menjaga produk yang eksis, tidak terlalu memiliki ambisi menjadi yang pertama di pasar atau meluncurkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar, bahkan cenderung tidak memperdulikan perubahan yang terjadi.

Ketiga: Strategi Analyzer, perusahaan melakukan strategi perpaduan antara prospector dan defender, selain mempertahankan produk yang telah ada, perusahaan tidak menutup mata akan peluang yang ada di pasar, namun enggan menjadi yang pertama, lebih memilih menjadi follower saja.

Keempat: Strategi Reactor, seperti namanya, perusahaan hanya bereaksi bila ada tekanan dari pasar, tidak memiliki strategi bersaing dan tidak berorientasi ke pasar. Dalam hal ini perusahaan akan berupaya untuk mengeluarkan produk baru sebagai bagian dari strategi untuk mendapatkan keunggulan bersaing di pasar disamping untuk menambah pendapatan perusahaan.

Merancang produk baru, siapa saja bisa, namun membuat produk baru yang berhasil di pasar, tidaklah mudah. Perlu kapabilitas, perpaduan antara pengetahuan dan keterampilan, untuk menciptakan nilai yang terkandung dalam produk yang akan diluncurkan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Produk sebagai bagian dari strategi bauran pemasaran, tidak bisa dianggap remeh saat ini. Harga (price), distribusi (place) atau promosi (promotion) sudah terencana baik dan sesuai harapan, tapi jika produk tidak memberikan manfaat kepada pembeli, maka produk akan gagal di pasar.

Kesuksesan produk baru antar-perusahaan berbeda-beda, riset menunjukkan angka kesuksesan berkisar antara 37.6% untuk worst firm hingga 79.5% untuk best firm (Cooper, R. G., 2011). Perusahaan yang buruk selain tidak berorientasi kepada pasar, juga tidak memiliki kapabilitas dalam pengembangan produk. Melempar produk ke pasar tanpa persiapan, lebih kepada trial & error saja.

Oleh karenanya, praktisi pemasaran di Indonesia dalam berbagai industri perlu mendapatakan pengetahuan dan kapabilitas dalam pengembangan produk. Kapabilitas manajer dan manajemen puncak termasuk aset intangible yang sangat berkontribusi pada keuntungan perusahaan (Mahoney & Pandian, 1992).

Kapabilitas yang dimiliki organisasi dapat mempengaruhi manajemen pengembangan produk (Verona, 1999), terutama saat perusahaan menghadapi persaingan yang semakin meningkat, kapabilitas karyawan dituntut untuk menghasilkan produk baru yang memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat. Pengalaman penulis, selisih waktu dalam meluncurkan produk baru ke pasar dengan pesaing terdekat, bisa berakibat fatal.

Hal ini diperjelas oleh D’Aveni, R.A. (1994) yang menyatakan bahwa kecepatan juga menjadi bagian penting dalam mencapai keunggulan bersaing. Waktu (timing) untuk masuk ke pasar menjadi bagian penting dan hal ini bisa dimungkinkan dengan kapabilitas yang  tinggi dalam mewujudkannya.

*Tulisan ini dimuat di Majalah Marketing No, 02/XIII/Februari 2013 h. 43.

Pepey RiawatiDr. Pepey Riawati Kurnia. Koordinator PDMA Indonesia.
prk@ppm-manajemen.ac.id, kurniapepey@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s