Menyoal Pengembangan Produk di Masa Depan

https://i0.wp.com/cdn.macworld.co.uk/cmsdata/news/3441841/Apple-UFO-illo-crop.jpgJika kita ingin mengetahui bagaimana sulitnya sebuah produk dikembangkan, tengoklah Apple Inc. yang digadang-gadang sebagai perusahaan paling bernilai di dunia saat ini yang sedang mengalami kesulitan dalam mengembangkan produk baru, untuk melanggengkan kejayaan iPod, iPhone dan iPad.

Berbagai ulasan media menyebut Apple lamban dan kalah inovatif dibandingkan Samsung atau Google. Media Fast Company misalnya  menurunkan Apple dari peringkat pertama sejak tahun 2009 menjadi urutan ke-13 di tahun ini. Kini Apple masih berkutat pada perbaikan produk ketimbang mengembangkan  produk baru.

Perusahaan-perusahaan di berbagai sektor memang sedang berada pada tekanan untuk meluncurkan produk baru lebih cepat untuk pasar yang lebih beragam.

Laporan Michael Edwards dari Mckinsey menyebutkan bahwa pertumbuhan yang cepat negara-negara emerging market telah mengubah pola pengembangan produk perusahaan medis dan farmasi. Perusahaan consumer goods yang biasanya menjadi raja dalam berinovasi pun kewalahan menghadapi pergeseran pasar dan kebutuhan konsumen.

Seperti yang dilaporkan oleh Erick Roth dan Kevin Sneader, banyak perusahaan yang masih bertumpu pada produk hasil inovasi tahun-tahun sebelumnya. Lalu perusahaan seperti apakah yang inovatif saat ini?

Menilik daftar perusahaan yang dirilis oleh Fast Company di atas, perusahaan teknologi informasi telah mendominasi sejak tahun 2009. Jika dipahami lebih jauh, perusahaan-perusahaan IT tumbuh subur karena membawa model bisnis atau platform yang baru, tidak sekadar fokus pada produk baru.

Perusahaan IT juga mempercepat cycle times dan mempersingkat learning curves dengan mencoba produk baru atau ide baru bersama-sama dengan pelanggan menggunakan mock up, produk virtual, tear-down dan simulasi.

Fenomena pembongkaran produk (tear-down) yang dulu hanya dilakukan oleh insinyur perusahaan kini menjadi konsumsi publik seperti yang dipopulerkan oleh iFixit dan komunitasnya.

Kesuksesan Cina dalam ber inovasi  juga dapat menjadi masukan untuk memahami seperti apa model inovasi saat ini dan juga masa depan. Salah satunya adalah inovasi di bidang otomotif.

Menurut President & Managing Director General Motors  Cina,  Kevin Wale, pasar otomotif Cina berkembang sangat pesat karena inovasi yang dihasilkan tidak semata sempurna secara teori, namun juga ampuh secara komersial. Tak hanya itu, pusat-pusat riset di Cina menjadi koneksi para talenta terbaik dalam mengembangkan  beragam project.

Inovasi di industri semikonduktor juga tumbuh pesat di Cina. Hasil-hasil produknya telah dikibarkan oleh Lenovo, ZTE, Huawei, dan ribuan manufaktur lainnya ke seluruh dunia melalui produk smartphone dan produk elektronik lainnya.

Salah satu kunci suksesnya adalah kapasitas mentransfer teknologi dalam skala besar serta kemampuan dalam menangkap pergeseran pasar. Inovasi lain yang berkembang cepat dengan model yang sama di Cina adalah industri farmasi. Industri ini berkembang karena mampu memahami kebutuhan pasar serta secara efektif membuka model riset yang inovatif.

Dari gambaran tren inovasi di atas, terdapat benang merah yang muncul pada setiap kasusnya. Garis persamaan ini mungkin akan menjadi urat nadi inovasi di masa depan, yakni pengembangan produk berbasis knowledge management serta didukung oleh organisasi yang fleksibel.

Pengembangan model ini tentunya merupakan pergeseran besar dari model tradisional yang bersifat disiplin dan rigorous. Namun pada sebuah pasar yang terus berkembang, terutama pasar kelas menengah di emerging market yang nilainya akan mencapai 20 triliun dolar di tahun 2020, model pengembangan berbasis pengetahuan dan fleksibilitas menjadi sebuah keharusan.

Perusahaan harus mampu mengelola dan mengembangkan knowledge culture melalui continuous knowledge management program serta menyusun sistem yang mempermudah information flow, data analysis, dan akselerasi idea to product. Knowledge culture ini tidak berpusat pada teknologi, namun pada talentanya.

Selain itu, organisasi perusahaan yang lebih fleksibel juga sangat diperlukan agar mampu tanggap menangkap peluang pasar, melayani customer secara cepat dan tepat, serta  berkomunikasi langsung dan melibatkan konsumen dalam pengembangan produk.

*Tulisan dimuat di Majalah Marketing No.04/XIII/April 2013. h. 101.

M. AKHSANUR ROFIM. Akhsanur Rofi, MM. Manajer Umum PDMA Indonesia

One thought on “Menyoal Pengembangan Produk di Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s