Manajemen Spiritual

Pengaruh dunia menyebabkan kita perlu memperkuat dan mengelola diri kita sendiri lebih baik lagi. Badai kehidupan terus bergemuruh, tetapi kita harus tetap kuat dan sehat secara fisik, mental dan spiritual melewati krisis dengan aman.

Itulah sebabnya kita perlu menggunakan semua sumberdaya dan metode yang mungkin secara terintegrasi. Pendekatan itulah yang sering disebut dengan pendekatan holistik, termasuk di dalamnya pendekatan spiritual.

Selain psikologi, maka spiritual sejak dulu juga dipakai untuk pengendalian emosi, stres, kekuatiran, amarah, kesadaran, pikiran, perasaan, dan aspek-aspek mental lainnya.

Manajemen spiritual adalah cara manusia memanajemeni dirinya sendiri menggunakan spiritual. Diharapkan dengan itu perusahaan tempat mereka kerja akan melihat manfaatnya. Diharapkan perusahaan akan lebih survive dalam jangka panjang, sebab orang-orangnya menerapkan nilai-nilai yang jangka panjang, abadi, mulia, dan baik.

Spiritual yang saya maksudkan beda dari metafisika. Metafisika kita kenal sebagai aneka teknik dan metode supranatural. Saking banyaknya dan anehnya metode-metode metafisika, tidak sedikit rekan saya dari kalangan agama yang menyebutnya sebagai “ajaran setan”.

Menurut saya, bukan metode setan semuanya (ada juga cara memanggil setan), melainkan itulah pengoperasian hukum alam roh, menjadi seribu satu teknik yang sah-sah saja kalau mau dicoba.

Menurut spiritual, kunci agar manusia itu survival adalah Inner Spirit. dan saya sebut sebagai Inner Spirituality.  Membangun inner spirituality itulah yang menurut saya lebih tepat disebut sebagai salah satu tujuan utama dari manajemen diri sendiri secara spiritual.

Jadi, spiritual itu sebetulnya bukan klenik, bukan mistik, bukan misteri, bukan setan, bukan nabi palsu, bukan ajaran sesat, melainkan proses nyata yang normal dan alamiah kita alami sendiri setiap waktu.

Melalui inner spirituality inilah kita belajar untuk memanajemeni diri sendiri. Kalangan tertentu menyebutnya “olah batin.” Kita dilatih kedamaian batin agar tenang menghadapi krisis. Kita belajar creative & spiritual problem solving.

Kita belajar hal-hal yang transenden, infinit dan eternal. Kita dilatih untuk secara dinamis hidup dan mencipta. Kita belajar untuk berubah, “change your mind, change your life”. Kita belajar mindpower. Kita belajar untuk kuat dalam kemauan dan mengendalikan emosi untuk tujuan kita. Kita belajar untuk taat dan punya hati yang peka. Kita belajar ethics, akhlak untuk memilih yang baik dari yang jahat, dan kita selalu ingat social responsibility.

 Diri Sendiri adalah Manajemen

Memanajemeni diri sendiri itu sangat normal dan alamiah. Sebab diri manusia itu sendiri adalah Manajemen. Diri manusia itu sendiri adalah manajemen secara lengkap. Apa betul? Inilah komponen-komponen manajemen diri sendiri yang saya maksudkan.

Pertama, kita kenal fungsi Intelektual. Fungsi ini menempati sebagian terbesar otak kita. Dari depan sampai belakang otak atas kita, atau bagian otak yang disebut cerebrum. Delapan puluh lima persen otak kita adalah cerebrum. Ini bagian dengan fasilitas terlengkap. Ada kemampuan membayangkan dan memikirkan sesuatu.  Ada bagian prosesing sensor semua indera. Inilah papan tulis mental kita, tempat kita membuat blueprint dan ciptaan.

Begitu banyak fungsi bisa dikerjakan di sini. Dengan melatih bagian ini, Anda akan mudah mencipta dan memahami sesuatu. Semua ciptaan manusia berasal dari wilayah inner domain manusia ini. Para penemu, arsitek, artis, disainer, penulis, pemimpin, siapapun semua wajib  memakai bagian ini sebaik-baiknya.  Saya kerja di PPM-Manajemen dan saya menyadari inilah sesungguhnya fungsi planning & organizing.

Kemudian kita kenal fungsi Emosional. Inilah perbuatan bagian tengah otak kita yang disebut Lymbic System. Emosi ini berfungsi benar-benar untuk menggerakkan rencana yang kita buat sebelumnya di atas.

Kita kenal  istilah passion. Kalau Anda mau mewujudkan sesuatu, maka Anda harus fokus pada penggunaan emosi untuk menggerakkan dan mendorong rencana yang telah disusun.  Tanpa emosi ini, maka semua rencana di atas hanya akan tinggal rencana yang statis dan mati. Untuk menghidupkannya sampai pada tujuan perlu daya penggerak emosi yang bersifat positif. Passion.

Emosi adalah spiritual driving power. Energi dan bensin untuk mobil mental kita. Kemudi untuk mengarahkannya kita pakai Will atau kehendak atau kemauan. Dengan melatih kekuatan will dan daya dorong emosi, Anda bisa membuat apa saja, semua, perusahaan terbesar, karya terbesar, apa pun termasuk yang baik atau yang jahat.

Itulah kemampuan manusia yang luar biasa. Inilah The Secret. Kemampuan mewujudkan impian menjadi kenyataan itu terletak pada will & passion. Artinya dalam fungsi emosional inilah terletak fungsi manajemen Directing & Action.

Masih ada satu lagi fungsi yang dilakukan bagian samping otak kita, bagian Temporal Lobe. Inilah bagian prosesing Spiritual.  Ada yang menyebutnya God’s Spot.

Apa kerjanya spiritual? Anda sudah tahu. Spirit adalah benar-benar berfungsi sebagai Controller. Kalau Anda punya rencana dan kehendak serta passion, masih ada satu yang kurang, yaitu fungsi kontrol itu. Tanpa kontrol, Anda bisa berbuat apa saja, bebas nilai baik buruknya, tanpa pertimbangan moral.

The Secret itu bisa Anda pakai untuk tujuan apa pun. Di sinilah pentingnya Spiritual dilibatkan sejak awal dalam proses pengambilan keputusan manusia, dalam bisnis apalagi politik dan kebijakan publik.

Tetapi mungkin Anda tidak sadar bahwa Spiritual ini (saya sebut lebih spesifik yaitu Inner Spirit atau Roh yang didalam kita) adalah kajian tentang sesuatu entitas yang hidup.  Bukan sekedar program bawah sadar ataupun hati nurani (conscience). Dari pengalaman spiritual banyak praktisi dikenali bahwa “ini” adalah entitas hidup!

Nugroho WidiNugroho Widi. Chief Editor buku di Penerbit PPM Manajemen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s