50 : 50

Rencana masuknya Mitsui Sumitomo Insurance ke Asuransi Sinarmas life membuat komposisi kepemilikan saham akan menjadi 50% Sinarmas dan Mitsui 50%. Apa yang terjadi dengan kepemilikan seperti itu? Siapa yang berkuasa? Mayoritas pemilik tidak muncul dalam model 50:50.

Kepemilikan

Sebuah perseroan terbatas (PT) dimiliki minimal oleh dua pihak. Tidak ada pemilik tunggal atas PT. Demikianlah aturan hukum berlaku. Hal ini juga menjelaskan mengapa pada BUMN tertentu pemiliknya adalah 99% pemerintah, sedangkan sisanya 1% adalah koperasi karyawan.

Pemegang saham adalah pemilik, seberapapun jumlah lembar saham yang dimiliki. Pada perusahaan yang dimiliki sedikit orang, pemegang saham disebut dengan pemilik (owner).

Sementara itu pada perusahaan dengan pemegang saham ribuan, pemegang saham disebut dengan investor.  Kedua istilah tersebut tidak mengubah posisi bahwa pemegang saham adalah adalah pemilik perusahaan.

Pencatatan

Akuntansi menggunakan koridor 20% dan 50% untuk menentukan tingkat kontrol dalam kepemilikan saham. Pemegang saham di bawah 20% dianggap tidak punya pengaruh signifikan. Pada skala perusahaan raksasa, memiliki saham 5% di Amerika sudah dianggap cukup besar.

Pihak yang memiliki saham 5% diharuskan melapor pada SEC. Demikian yang terjadi beberapa waktu lalu ketika seorang pengeran dari Arab Saudi memiliki 5% saham sebuah bank publik di Amerika.

Walaupun demikian perlakuan akuntansinya sama, yaitu menggunakan harga pasar untuk jumlah saham yang ditanam. Nilai investasi oleh pemilik akan muncul pada asetnya dengan nilai pasar, yang dengan sendirinya akan berfluktuasi.

Memiliki saham di atas 20% tetapi di bawah 50%, pemilik dianggap mempunyai pengaruh signifikan. Metode akuntansi yang dipakai metode ekuitas yang berbasis pada cost dan akrual. Riwayat perolehan laba dan pembagian dividen akan terekam dalam nilai investasi pemilik.

Hal ini berbeda dengan metode harga pasar yang sepenuhnya berbasis pada perubahan harga pasar. Terdapat pengecualian untuk mereka yang memiliki saham di bawah 20% tetapi mempunyai pengaruh yang signifikan. Pada kondisi ini, pemilik dapat menggunakan metode ekuitas.

Kontrol

Memiliki saham di atas 50%, pemilik  dianggap mampu mengontrol perusahaan. Pada kondisi ini terjadi hubungan anak-induk perusahaan. Laporan keuangan anak dan induk harus dikonsolidasi. Hal ini berarti neraca dan laba-ruginya digabung.

Contoh konkritnya adalah Telkom memiliki 65% saham Telkomsel, sementara Singtel memiliki 35% saham Telkomsel. Laporan keuangan Telkomsel akan terkonsolidasi pada laporan keuangan Telkom.

Pengecualian terjadi pada kondisi di mana pemilik di bawah 50% dianggap mempunyai pengaruh signifikan, maka peerusahaan dapat mengonsolidasikan laporan keuangan. Walaupun terdapat opsi pengecualian, tidak banyak perusahaan yang melakukannya.

Kinerja dan kontrol

Tidak selalu perusahaan ingin muncul menjadi mayoritas pemegang saham. Cocacola memiliki Cocacola Amatil sebesar 43%. Kepemilikan seperti ini membuat Cocacola membukukan sahamnya dengan metode ekuitas. Cocacola tidak mengambil opsi untuk mengonsolidasikan dengan pengecualian, walaupun bisa melakukannya.

Koridor yang ada membuat pemilik berada dalam pilihan investasi. Secara umum investor akan secara sadar menentukan persentase kepemilikan yang akan diambil. Koridor pertama yang perlu dijawab adalah: apakah pemilik ingin menjadi mayoritas? Bila jawabannya adalah ya, maka pemilik harus berinvestasi di atas 50%.

Keputusan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) ditentukan oleh tingkat kepemilikan saham secara proporsional. Jadi agak sulit membayangkan bagaimana kepemilikan 50:50 akan berjalan secara lancar dan kontinyu. Dengan asumsi tidak ada perbedaan besar antara dua pemilik, maka model tersebut akan berjalan lancar.

Bagaimana jika suatu saat terjadi perbedaan yang sangat besar di tengah jalan? Jawabannya adalah: siapa yang sesunguhnya mengontrol perusahaan, maka dialah yang akan menentukan keputusan.

Maka dapat dipahami, mengapa ketentuan akuntansi memberikan kelonggaran untuk laporan konsolidasi sepanjang terdapat bukti bahwa kepemilikan (di bawah) 50% tersebut secara riil mampu mengontrol perusahaan.
Tingkat kepemilikan sekaligus sebagai ruang untuk menampilkan kinerja.

Apakah akan lebih menguntungkan apabila laporan keuangan dikonsolidasi, atau cukup dicatat sebagai ekuitas? Hal ini untuk menjawab pertanyaan tingkat kepemilikan perlu di bawah atau di atas 50%. Untuk koridor 20% juga akan muncul pertanyaan: apakah lebih menguntungkan melaporkan secara harga pasar atau dengan metode ekuitas?

Koridor tersebut sekaligus sebagai ruang bagi pemilik untuk berpindah (swing) dari satu titik ke titik yang lain. Tentu saja hal ini tidak perlu terjadi, apabila unsur niat kepemilikan bukan semata-mata masalah melaporkan kinerja.

Return

Apabila logika kontrol diabaikan pada tingkat kepemilikan, maka seorang investor dapat mengukur hasilnya dengan cara seragam. Hasil yang didapat seorang investor dari saham adalah dividen yang diterima dan kenaikan harga saham (gain).

Bagi manajer investasi yang bermain saham, tingkat return mungkin akan menjadi daya tarik besar, tentu dengan mempertimbangkan risiko yang muncul pada setiap investasi.

Seorang manajer investasi tidak segan-segan mengubah komposisi portfolio demi meningkatkan return. Cara pandang seperti ini cukup jamak pada pasar modal (wallstreet).

Hal ini akan berbeda kondisinya pada holding company yang mengendalikan banyak perusahaan sekaligus (mainstreet). Visi-misi perusahaan akan terbawa pada komposisi jenis usaha dan tingkat kontrol pada setiap jenis usaha yang dimilikinya. Jadi bukan semata-mata masalah return saja.

Kata akhir

Secara umum tingkat kepemilikan dapat menggambarkan siapa yang berkuasa pada sebuah perusahaan. Akan tetapi siapakah yang paling berkuasa sesungguhnya akan terlihat pada RUPS.

Sulit membayangkan sebuah perusahaan softdrink memiliki saham di bawah 50% untuk perusahaan pembuatan botol softdrink, tetapi perusahaan softdrink tersebut diangap tidak mempunyai kontrol mayoritas.

Akhir Mei 2011

Toto PrihadiToto Prihadi. Ketua Kajian Manajemen Keuangan di PPM Manajemen
TPD@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s