Harga Menciptakan Penjualan

Dalam kompleksitas persaingan bebas dewasa ini, faktor harga dapat menjadi permasalahan utama. Tak jarang bahkan perusahaan dipaksa gulung tikar karena salah dalam menetapkan harga produknya.

Alih-alih ingin menguasai pasar dengan produk yang ‘murah’, produsen tiba-tiba ditinggalkan oleh kelompok konsumen premium-nya. Tak ingin direndahkan oleh produk yang digunakannya, kini konsumen dipercaya memiliki daya tawar lebih tinggi.Namun sadarkah anda, bahwa di tengah-tengah irasionalitas tersebut sebenarnya perusahaan masih memegang kunci kendali pasar?

Analisa kali ini berangkat dari premis bahwa harga produk menjadi penentu opini pasar. Dalam kerangka berpikir rasional, harga produk selalu dikaitkan dengan kualitas yang menyertainya. Semakin tinggi harga produk maka makin tinggi pula kualitas produk. Dengan demikian akan tercipta bahwa produk-produk tersebut mempunyai nilai guna yang tinggi.
Continue reading

Intuisi Seorang Entrepreneur

Intuisi atau orang sering menyebutnya firasat, gut instinc, inner voice, hunch atau natural feeling dimiliki oleh setiap manusia dengan tingkat kepekaan yang berbeda.

Hasil penelitian di industri pangan di Indonesia, dengan responden 107 orang yang sebagian besar pemasar dari 35 perusahaan pangan menyatakan bahwa intuisi pembuat keputusan mempengaruhi proses percepatan pengembangan produk yang pada akhirnya mempengaruhi secara langsung kinerja produk. Kinerja produk diukur dari semakin meningkatnya volume penjualan dan keuntungan perusahaan (Kurnia, 2008).

Hasil kajian literatur dalam upaya mendalami intuisi sebagai implicit knowledge, menghasilkan pengetahuan bahwa intuisi terbentuk dari pembelajaran dan pengalaman berulang yang menghasilkan pola dan keyakinan petunjuk naluriah untuk membuat sebuah keputusan (tindakan)(Simon, H.A, 1987; Peirce, P., 2000; Hayashi, A.M., 2001; Klein, G., 2002; Gladwell, M., 2006).
Continue reading

Tunjukkan Pada Pelanggan Bahwa Anda “Mencintainya”

Mencintai pelanggan? Jangan berpikir macam-macam dengan judul di atas karena mencintai pelanggan adalah hal yang sangat relevan dengan pelayanan pelanggan.

Coba bayangkan bila Anda jatuh cinta setengah mati pada seseorang dan berpikir keras kapan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan Anda itu.  Jawaban paling masuk akal adalah “Katakan bahwa Anda mencintainya, sebelum orang lain mengatakannya!.”  Betul tidak?

Bila seorang pria bertemu dengan gadis pujaaannya, maka kita akan melihat pelayanan pelanggan dalam arti SEBENARNYA. Ia akan membawakan CD terbaru, mengajak makan, lalu nonton film apa pun yang dia sukai, dan mengobrol berjam-jam sambil memandang penuh cinta. Pokoknya pria itu akan berusaha menunjukkan bahwa gadis itu adalah orang yang paling penting di dunia.
Continue reading

Leadership is About Walk The Talk

walk the talk di manajemenppm wordpress comDalam buku Leading with NLP (Neuro Linguistic Programming) yang ditulis apik oleh Joseph O’Connor di tahun 1998 dibahas sekilas tentang leadership dan leading.

Sebuah riset dilakukan berkaitan dengan keduanya dan hasilnya dipaparkan dengan sangat menarik. Intinya adalah mengetahui apa yang tergambar dalam benak masyarakat–yang diwakili oleh para responden riset–pada saat sang peneliti mengucapkan kata leadership dan leading.

Saat sang peneliti menanyakan hal tersebut berkaitan dengan kata leadership, 70% responden menyatakan bahwa mereka melihat sebuah gambar/foto berwarna dari seorang tokoh ternama berikut dengan alasannya. Jarak antara gambar/foto tersebut dengan dirinya cukup dekat, sekitar sejangkauan lengan.  Responden tersebut mengatakan bahwa ia sedang menatap gambar/foto tersebut.
Continue reading

Bisnis Butuh Kristalisasi Pancasila (Bagian 1)

Bisnis butuh kristalisasi Pancasila - Bagian 1 (AHP) 29052013Setiap tanggal 1 Juni, segenap elemen bangsa Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila, sebuah dasar dan pandangan hidup yang telah diyakini kesahihannya. Namun, pada saat yang sama, pertanyaan “sejauhmana manusia Indonesia telah berhasil mengkritalisasikan nilai-nilai pandangan hidup ini,” terkesan masih sulit dijawab.

Tak hanya itu, degradasi Pancasila sebagai dasar bernegara dan pedoman hidup bangsa pun kian tahun terus terjadi. Korupsi dan pertandingan politik antarpartai masih tetap mewarnai sejarah bangsa. Belum lagi isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di sejumlah wilayah yang masih sulit teratasi.

Sektor bisnis pun tak kalah bedanya. Persaingan yang sengit terkadang berujung pada keluarnya pemain lokal dari pasar. Alhasil, asing kini kian merajai perekonomian nasional. Dominasi asing pada industri manufaktur, jasa, hingga perbankan kian menguat. Penguatan ekonomi terjadi sesaat ketika asing masuk memanfaatkan momen investasi dalam negeri. Namun, ketika arus modal keluar cukup tinggi, di situ pulalah kinerja ekonomi nasional menurun.
Continue reading

“Mengapa Produk Baru Gagal?”

Pada saat ini tuntutan konsumen terhadap suatu produk berubah secara dinamis.  Perusahaan dituntut untuk selalu menghasilkan produk baru demi memenuhi kebutuhan konsumen yang senantiasa berubah. Terlambat sebentar saja, pesaing akan mengambil peluang itu dan langsung menghujani pasar dengan produk baru.  Di saat seperti itu inovasi produk muncul ke permukaan dan menjadi salah satu strategi yang paling sering diterapkan, khususnya di industri yang padat teknologi.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat pun memberi peluang bagi perusahaan untuk menghasilkan produk-produk baru.  Hasil penelitian Cooper (2011) menunjukkan bahwa 27,5% total penjualan disumbangkan oleh produk baru (produk yang berumur kurang dari tiga tahun).  Bahkan di perusahaan inovatif kontribusi penjualan produk baru bisa mencapai 38%.

Walaupun produk baru merupakan suatu keharusan, namun hanya 60,2% perusahaan yang sukses melahirkan produk baru.  Penelitian Cooper juga menunjukkan bahwa hanya satu dari tujuh konsep produk baru yang sukses hingga diluncurkan ke pasar.
Continue reading

Ketika Harus Menjadi Pemain Baru

Bagi Gen X dan Gen Y (generasi yang besar di era tahun 90-an), nama New Kids on The Block (NKOTB) sudah pasti dikenal.  Kelompok ini pada masanya adalah pemain baru dalam dunia musik pop yang begitu muncul langsung melejit menjadi ikon remaja sedunia.

Hal ini dicapai dengan ’resep’ sederhana: atraksi panggung yang menarik, sosok personel yang manis, program komunikasi yang  intens, dan lagu yang mudah ‘dicerna’ (easy listening). Segera ’resep’ ini menjadi semacam tren yang jadi panutan untuk meraih sukses di kancah musik dunia. Adakah yang bisa kita pelajari dari cerita kelompok musik ini?
Continue reading