Amplified WOM vs Organic WOM

Bagi banyak perusahaan kecil dengan dana promosi yang terbatas, WOM menjadi alternatif bagi solusi promosi yang bersifat low budget, tapi berharap akan mendapatkan high impact.

Namun dalam  implementasinya, banyak perusahaan yang mengandalkan word of mouth (WOM), akhirnya kecewa karena dampak positif yang digadang-gadang tidak  jua hadir.

Berbicara tentang WOM, maka kita akan bicara tentang Organic WOM dan Amplified WOM. Shmula.com menyebutkan bahwa Organic WOM sendiri terjadi secara alamiah ketika seseorang puas terhadap sebuah produk, lalu ia mulai menyebarkan dan menularkan dengan penuh antusias rasa senangnya kepada orang lain.

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan untuk meningkatkan keberhasilan Organic WOM ini yakni Fokus terhadap kepuasan pelanggan, Tingkatkan kualitas produk dan tingkat kegunaannya, Tanggap terhadap keluhan dan kritik, Buka jalur dialog dan lebih berupaya untuk ‘mendengar’, jika semua tahapan ini telah dilakukan loyalitas konsumen hanyalah sebuah keniscayaan.

Sementara Amplified WOM terjadi ketika pihak marketing meluncurkan beragam kegiatan yang memang dirancang untuk menumbuhkan dan mempercepat WOM di dalam pangsa pasar yang telah terbentuk, atau bahkan ketika membuka peluang pasar yang baru.

Beberapa hal yang juga perlu diperhatikan agar Amplify WOM dapat berjalan seperti yang diharapkan yakni ciptakan komunitas, bangun perangkat yang memungkinkan individu dapat saling berbagi pendapat mereka, motivasi para konsumen loyal agar mereka semakin aktif mempromosikan produk, lengkapi konsumen loyal dengan segala informasi yang mereka butuhkan.

Pergunakan iklan atau publikasi lainnya, yang sengaja dirancang untuk dapat menciptakan topik yang kemudian diharapkan akan menciptakan WOM, Identifikasi dan rangkul individu yang berpengaruh dan juga komunitas yang berpotensi dan Lakukan riset dan pindai semua perbicangan yang terjadi di dunia maya.

Untuk meningkatkan peluang keberhasilan WOM perusahan sebaiknya tidak semata mengandalkan word of mouth marketing yang bersifat organic. Amplified word of mouth marketing, dimana pemasaran ‘mulut ke mulut’ terjadi sebagai akibat dari kegiatan promosi dipercaya akan memperbesar peluang terjadinya keberhasilan WOM secara signifikan,

Namun, kegiatan memfasilitasi amplified word of mouth marketing tidak semata hanya sebatas mengirimkan email permintaan bantuan pihak lain untuk membantu menceritakan dan menyebarluaskannya. Ingatlah WOM tidak sama dengan lazy marketing. 

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan WOM  ini. Pertama perlu dicatat bahwa word of mouth marketing tidak bisa terjadi tanpa adanya pihak-pihak yang menceritakan mengenai produk atau bisnis yang dipromosikan. Dalam hal ini adalah para konsumen.  Peranan konsumen dalam WOM sangat vital.

Oleh karena itu yang perlu dilakukan para praktisi pemasaran untuk mengimplementasikan WOM ini adalah memberi wadah untuk memfasilitasi bahan pembicaraan untuk para konsumen ini.

Wadah ini pada umumya berupa berita atau topik yang  menarik untuk dibicarakan. Mulai dari inovasi produk, permasalahan yang sedang banyak terjadi sampai tren yang sedang mewabah dapat menjadi trending topic yang menarik untuk dibicarakan oleh para konsumen.

Namun pembicaraan dari ‘mulut ke mulut’ hanya bisa berjalan jika ada tingkat kepercayaan yang tinggi di antara para peserta WOM  ini. Oleh karena itu, pada tingkat awal ketika para praktisi pemasaran melakukan ini, perlu diseleksi konsumen yang memiliki kredibilitas sehingga pembicaraan yang disampaikannya dipercaya oleh pihak lain.

Kredibilitas terbentuk dari dua unsur, yaitu unsur kompetensi dan yang kedua adalah unsur kejujuran. Seorang yang jujur namun tidak dianggap ahli dalam bidang pembicaraanya kemungkinan juga akan tidak dipercaya oleh pihak lain sehingga proses WOM  tidak akan berjalan seperti yang diharapkan, begitu pula sebaliknya.

Semoga kesuksesan senantiasa menyertai bisnis Anda.

*Tulisan ini dimuat di Harian Kontan, April 2011

James Indra Winawan WJames Indra Winawan Widyaharsana, ST MM, Staf Pengajar PPM School of Management (2008-2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s