Terobosan: Menjadi Kreatif dan Inovatif untuk Keberlangsungan Perusahaan

Perusahaan yang gagal dalam berinovasi akan semakin terpukul dengan pesaing yang memahami nilai dari proses pengembangan dan pembaruan. Sukses yang berkelanjutan berarti pengembangan yang berkesinambungan dengan tetap bersikap kompetitif.

Untuk tetap unggul perusahaan harus terus menciptakan produk baru, pelayanan baru dan cara baru dalam melakukan pekerjaan. Salah satu  cara yang dapat ditempuh adalah  dengan menciptakan terobosan dari kalangan karyawan. Sayangnya, bukan hal mudah untuk mendorong karyawan untuk mewujudkan tujuan yang diidamkan.

Kenyataan ini diperkuat dengan hasil penelitian bersama yang dilakukan oleh PPM Manajemen dan Lead Pro, dari 21.000 pekerja, bakat untuk menghasilkan ide, visi jauh ke depan dan pemikiran strategis, yang merupakan komponen yang diperlukan untuk menciptakan terobosan, juga tidak dimiliki oleh orang Indonesia.

Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong karyawan mereka untuk dapat lebih kreatif dan inovatif.

(1) Ciptakan Suasana yang Mendukung

Sam Stern (Stern, 1977) mengidentifikasi elemen penting yang dapat menciptakan suasana yang dapat membangkitkan semangat kreatif di segala level organisasi, karena biasanya tindakan yang kreatif, tidak terduga dan tidak direncanakan. Untuk menciptakan suasana ini, manajemen perusahaan seharusnya:
(a)     Memberikan kebebasan pada karyawan untuk terus mencoba walaupun kerap menemui kegagalan.
(b)     Membiarkan mereka untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan “bodoh”.
(c)     Timbulkan kesadaran untuk terus kreatif baik di tingkat manajemen hingga karyawan, dan jadikan ini sebagai prioritas utama.
(d)     Dapatkan dukungan dari pihak manajemen. Ingat kreatifitas  harus dimulai dari atas.
(e)     Biarkan pegawai mengungkapkan opini mereka tanpa rasa takut. Terbukalah dengan saran, penyesuaian dan kritik, mengingat bahwa semua hal ini semata untuk kebaikan perusahaan.

(2) Paradigma Kreatif dalam Perusahaan

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi perusahaan adalah meyakinkan karyawannya bahwa mereka juga bisa kreatif. Jika sebelumnya orang beranggapan kreatif hanya ada pada “Departemen Kreatif”.

Kini,  perusahaan-perusahaan menyadari bahwa keberlangsungan perusahaan bergantung pada inovasi yang terus-menerus dan melibatkan semua unit organisasi. Di Clorox Company,  inisiatif untuk berkreasi melibatkan semua orang di perusahaan. Sehingga hasilnya tercipta beragam produk baru, strategi pemasaran yang baru dan perubahan ini menghemat waktu dan uang jutaan dollar.

Untuk mengatasi tantangan ini, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan:
(a) Program Pembelajaran. Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk belajar tentang proses kreatif baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan program pembelajaran kreatif, kerangka berpikir pegawai akan beralih bahwa kreatif bisa dilaksanakan oleh hampir semua orang.
(b) Sesi Berbagi. Mengundang pembicara yang layak untuk mendorong daya kreatif sehingga mereka mencari jalan keluar dari  masalah yang ada di perusahaan.
(c) Merekomendasikan buku yang memuat cerita nyata tentang kesuksesan dan kegagalan.

(3) Menciptakan Hal untuk Memancing Kreativitas

Memberikan kesempatan bagi pegawai untuk ‘lari’ dari rutinitas pekerjaan dengan melakukan kegiatan di luar kantor.  Misalnya seorang eksekutif senior di Nissan (Amerika) mengajak seluruh pegawainya untuk melihat pemutaran film perdana di siang hari, maka ketika mereka kembali ke kantor, mereka datang dengan banyak ide kreatif.

Pihak manajemen dan pegawai harus memiliki kerangka berpikir yang sama tentang kreatifitas, yaitu;
(1)     Sebagian besar ide kreatif biasanya mucul tiba-tiba dan bisa berasal dari mereka yang sama sekali tidak diperhitungkan.
(2)     Kreativitas sebenarnya dapat di-manage. Begitu perusahaan memahami bagaimana kreativitas itu muncul, mereka dapat mengambil tindakan praktis dan spesifik yang akan secara dramatis akan meningkatkan kinerja.
(3)     Sesi diskusi tidak selalu membuat karyawan menjadi lebih kreatif.

Hal-hal tersebut merupakan referensi bagi siapa saja yang belum pernah mengikuti proses asesmen kompetensi atau tes bakat.

Jika Anda biasa hidup dengan visi yang jauh ke depan, mampu mengikuti perubahan, membayangkan dan menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya serta menjadi seseorang dengan kemampuan berintegrasi dan berkolaborasi tinggi. Maka Anda beruntung telah menjadi bagian dari orang-orang yang kreatif (Buchen, 2007)

Kesimpulannya, dalam kondisi yang sarat persaingan ini, kekuatan perusahaan akan semakin bergantung pada kualitas produk dan kemampuan perusahaan mengantisipasi  perubahan dengan cepat.

Untuk bertahan dalam kondisi seperti ini, perusahaan hanya dapat bergantung pada kreativitas, beragam terobosan serta kemampuan yang mumpuni dari tiap karyawan untuk menyelesaikan masalah.

Untuk mewujudkannya perusahaan harus memberikan suasana yang kondusif, program pembelajaran dan program insentif, pada akhirnya karyawan dapat melakukan inovasi dan memiliki respon yang cepat menghadapi perubahan.

Agustus 2008

Octa Melia JalalOcta Melia Jalal, Direktur Program Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen dan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, beliau juga konsultan sumber daya manusia.
mia@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s