Kompleksitas Inovasi Era Informasi

Jika ditanya daya saing apa yang terbukti ampuh mempertahankan usia perusahaan dewasa ini, pasti jawabannya adalah inovasi. Tak ada yang salah memang dengan pandangan tersebut. Dengan inovasi yang tepat niscaya produk akan semakin diminati oleh pasar.

Namun sadarkah anda bahwa inovasi yang terjadi saat ini sebenarnya semakin jauh dari esensi inovasi itu sendiri? Coba perhatikan strategi inovasi di sektor teknologi telekomunikasi. Tak jarang aksi meniru teknologi lain yang lebih dulu dikenal kini juga dipahami sebagai sebuah inovasi. Alhasil upaya hukumpun kini menjadi pilihan terbaik khususnya dalam mempertahankan hak paten atas karya inovasi yang ada.

Dalam konteks manajemen, inovasi berujung pada terciptanya dukungan pada peningkatan kualitas hidup manusia. Meski terkesan klise, namun pemahaman dasar tersebut mengandung makna yang cukup dalam, yakni peningkatan kualitas hidup manusia.

Jadi dapatkah kita mengatakan bahwa bila ada produk tiruan yang dijual dengan harga lebih rendah namun dengan kualitas yang jauh di bawah produk utamanya adalah hasil dari inovasi?

Memahami prinsip inovasi di era google memang tak semudah yang dibanyangkan. Kecanggihan dunia teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan pada penerapan prinsip inovasi itu sendiri.

Sejumlah perusahaan bahkan hingga saat ini tetap mempertahankan nama proyek-proyek inovasinya dengan nama sederhana, yang tidak memicu kecurigaan masyarakat maupun pesaingnya. Salah penempatan informasi akan berdampak negatif pada kinerja produk pasca peluncurannya di pasar.

Secara sederhana prinsip inovasi dewasa ini dapat dijalankan melalui beberapa dimensi. Pertama, bahwa inovasi harus didahului dengan pendefinisian kualitas hidup yang diharapkan oleh calon konsumen.

Langkah ini cukup krusial mengingat harapan kualitas hidup sangat ditentukan oleh kedewasaan calon konsumen dalam berpikir. Makin luas wawasannya maka makin tinggi pula tuntutan yang akan diberikan, demikian pula berlaku sebaliknya.

Tak hanya itu, dimensi kedua mengisyaratkan bahwa inovasi hendaknya disesuaikan dengan peningkatan daya beli pasar. Kegagalan sejumlah produsen dalam meluncurkan produk inovasinya di pasar adalah akibat penetapan harga yang cukup tinggi pada produk perdana.

Meski secara konseptual kelompok pembeli perdana adalah mereka yang menanggung biaya bagi terciptanya daya inovasi, namun kini sudah tidak berlaku lagi. Terkadang biaya investasi penciptaan inovasi harus ditanggung oleh kedua belah pihak: konsumen dan produsen.

Selanjutnya, inovasi era ini harus didukung kuat oleh upaya pelestarian lingkungan. Gerakan cinta lingkungan kini telah menjadi paradigma bagi sejumlah segmen konsumen.

Mereka memutuskan untuk mengkonsumsi produk lebih karena adanya dukungan pada upaya pelestarian lingkungan. Sebaliknya pasar telah meninggalkan produk-produk yang terbukti memebrikan efek negatif pada lingkungan meski mengandung daya inovasi yang cukup tinggi. Jika demikian lalu bagaimana produsen sebaiknya mencermati fenomena tersebut?.

‘Hiduplah dengan konsumen’, mungkin itulah jawaban yang tepat saat ini. Kedekatan perusahaan dengan calon konsumen maupun konsumennya akan menentukan keberhasilan produk di pasar. Setidaknya melalui kedekatan hubungan ini perusahaan dapat menerka apa yang menjadi ekspektasi sang konsumen.

Alhasil dengan kekuatan inovasi yang dimiliki, manajemen masih dapat memberikan efek surprise pada produk besutannya. Sehingga pasar tetap akan menilai lebih besutan inovasi tersebut.

Meski demikian, umur inovasi-pun kini harus diakui semakin pendek. Penyebaran informasi yang cepat dan akurat seringkali membuka peluang bagi pesaing untuk turut menciptakan hal yang sama.

Untuk itu perusahaan harus menyiapkan inovasi lanjutan parallel dengan proses sebelumnya. Dengan pola tersebut, niscaya perusahaan akan tetap dapat mempertahankan posisinya sebagai inovator.

*Tulisan dimuat di Harian Kontan, 8 Mei 2013. h.15

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s