Social Business Model

Setelah mengikuti reality show Amazing Race  musim kedua, Blake Mycoskie bersama adik perempuanya mengunjungi Argentina di tahun 2006. Di negara yang berada di ujung selatan benua Amerika ini dia melihat banyak anak-anak kecil yang tidak memiliki sepatu karena kemiskinan.

Melihat kenyataan itu, Blake Mycoskie mendirikan perusahaan sepatu yang diberi nama Toms Shoes yang merupakan singkatan dari Shoes for Tommorow. Berbeda dengan bisnis kebanyakan yang mengutamakan keuntungan, Toms Shoes tidak mengambil keuntungan dari dari penjualan produknya.

Setiap pasang sepatu yang terjual, sepasang sepatu akan diberikan kepada anak miskin yang membutuhkannya. Sampai 2010, sudah kurang lebih satu juta pasang sepatu didonasikan kepada anak-anak miskin di Argentina dan Amerika.

Toms Shoes menjual sepatunya dengan harga yang tinggi dan mengambil profit margin yang tinggi pula, namun setelah dipotong biaya-biaya operasional dan biaya pemasaran, para stakeholder tidak mengambil keuntungan dari keuntungan perusahaan ini.

Business model yang diterapkan oleh Toms Shoes ini memungkinan Blake Mycoskie untuk menjalankan bisnisnya secara berkesinambungan (sustainable) sekaligus tetap memberikan sumbangan sosial sesuai tujuan utamanya tanpa menggangu dan membahayakan keuangan organisasi.

Hal yang bertolak belakang terjadi beberapa tahun sebelumnya dimana almarhum Anita Roddick, pendiri Body Shop harus kehilangan posisinya di perusahaan yang didirikannya karena terlalu banyak mendukung aktivitas sosial seperti penyelamatan lingkungan yang berakibat pada tergerusnya keuangan Body Shop secara siginifikan.

Dalam bukunya yang berjudul Creating a World without Poverty – Social Business and the Future of Capitalism, Professor Dr. Muhammad Yunus, pemenang nobel perdamaian tahun 2006 mengatakan bahwa organisasi yang menerapkan social business model merupakan organisasi yang setiap kegiatannya ditujukan bagi kesejahteraan lingkungan masyarakat.

Dr. Muhammad Yunus juga mengatakan bahwa social business membutuhkan 2 hal: social objectives, organisasi harus memiliki tujuan sosial yang jelas. Ini jelas menjadi keunggulan Toms Shoes. Walaupun memiliki niat yang mulia, Anita Roddick cenderung sporadis dalam menjalankan kegiatan sosial seperti penyelamatan paus sampai hutan

Faktor kedua adalah non-profit distribution, dimana para investor tidak dapat mengambil keuntungan dari dividen organisasi. Jika prinsip ini dilanggar maka  konsumen dapat menganggap kegiatan sosial hanyalah sebagai CSR belaka atau mungkin sekedar kedok.

Walaupun bersifat non-profit, agar dapat sukses dan berkesinambungan suatu suatu organisasi sosial juga harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Harus didesain dan dioperasikan untuk keuntungan bagi konsumen
  2. Harus dioperasikan tanpa menanggung kerugian
  3. Harus dioperasikan dengan bersaing dengan pesaing yang berorientasi bisnis

Dengan demikian walaupun bersifat nirlaba, organisasi bisnis sosial harus tetap menjalankan manajemen yang profesional selayaknya organisasi berorientasi keuntungan.

Perusahaan nirlaba juga perlu secara terus-menerus melakukan ekspansi dan inovasi. Toms shoes secara berkala terus mendesain sepatu baru mengikuti tren pasar. Dalam pemasaranya Toms Shoes juga terus berinovasi dengan menggunakan selebritis seperti Hanson Brothers, Jessica Beil dan sebagainya.

Dengan menghasilkan keuntungan, organisasi sosial nirlaba akan beroperasi secara lebih konsisten sehingga tujuan yang diinginkan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat tercapai.

*Tulisan ini dimuat di harian Kontan, 23 Maret 2011.

James Indra Winawan WJames Indra Winawan Widyaharsana, ST MM, Dosen Pemasaran & Entrepreneurship Sekolah Tinggi Manajemen PPM (2008-2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s