Kewarganegaraan Perusahaan

Anda pasti familiar dengan pepatah ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’, yang secara sederhana memberikan petuah bagaimana kodrat manusia sebagai mahluk sosial berinteraksi dengan lingkungannya. Inilah ciri khas pola hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Tolong menolong dan saling bahu membahu telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita.

Konsep yang sama sebenarnya juga berlaku di dalam konteks bisnis. Perusahaan dapat dipandang sebagai warga Negara, sama seperti kita memandang diri sebagai warga Negara Indonesia. Di mana dalam kedudukan tersebut memberikan makna tanggung jawab dan hak yang sama. Nah dengan konsep ini diharapkan perusahaan mampu berkembang dengan pola pertanggung jawaban yang tepat kepada masyarakat, bangsa dan Negara.

Secara ontologi, eksistensi perusahaan pada dasarnya tidak sekedar untuk memperoleh profit yang berujung pada peningkatan kekayaan pemegang saham. Namun lebih kepada memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan segenap stakeholder. Mulai dari konsumen, pemasok, pemerintah, lembaga pendanaan, kelompok sosial kemasyarakatan hingga pesaing. Artinya ketimpangan dalam memberikan kontribusi positif pada pihak-pihak terkait tersebut akan menggangu tatanan sosio-ekonomi.

Dari penjelasan awal di atas tampak jelas bahwa upaya menciptakan stabilitas keseimbangan tatanan sosio-ekonomi di tanah air merupakan tanggung jawab setiap perusahaan. Menumbuh kembangkan semangat tersebut memang bukanlah hal yang mudah. Di sana-sini masih ditemukan perusahaan yang berorientasi sesaat. Namun di sisi lain terdapat juga banyak perusahaan yang telah menjunjung tinggi paradigma tersebut.

Satu contoh sederhana adalah penerapan konsep ‘memanusiakan manusia’ dalam operasionalisasi strategy perusahaan. Dalam konteks ini perusahaan percaya bahwa terdapat timbal balik antara perusahaan dengan segenap pelaku pasar (termasuk konsumen).

Manajemen meyakini bahwa kedua belah pihak sama-sama mempunyai kebutuhan. Alhasil dengan konsep saling menolong, maka perusahaan dapat dengan mudah menempatkan para pelaku pasar sebagai partner kerjanya. ‘Sama-sama bertumbuh’ sebagai warga Negara dipercaya mampu menggeser cara pandang manajemen ke arah jangka panjang.

Demikian pula dalam hal sosial. Konsep kewarganegaraan perusahaan memberikan pemahaman bahwa perusahaan juga wajib menjalankan kewajibannya di bidang sosial. Untuk itu program corporate social responsibility (CSR) di Indonesia bukan sekedar jargon, melainkan sebuah amanah.

Dalam pengertian tersebut, CSR dapat digunakan sebagai salah satu langkah konkret dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga untuk dapat menjamin terwujudnya tujuan ini maka manajemen perlu menyesuaikan program-program CSR dengan kebutuhan masyarakat sekitar dalam jangka panjang.

Kini sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan, pendidikan dan transportasi telah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Tanpa adanya pembangunan di bidang pendidikan yang baik, niscaya bangsa kita hanya akan terfokus pada orientasi sesaat dan bukan jangka panjang.

Oleh karenanya inisiasi program CSR di bidang-bidang tersebut harus terus digalakkan. ‘Memberikan kail dan bukan ikan’ diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi daerah baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang.

Selanjutnya, pola inilah yang akan menciptakan hubungan harmonis di antara para pelaku pasar. Memahami bahwa keputusan individu perusahaan akan berdampak pada perubahan tatanan sosio ekonomi pasar akan menciptakan tenggang rasa di antara pemain. Sehingga berat sama dipikul, ringan sama dijinjing akan melindungi eksistensi para pihak yang berkepentingan.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan dimuat di Harian Kontan, 2012.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s