CSR yang Sahih

Jika saya bertanya hal apa yang akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan di masa depan. ‘Tanggung jawab sosial’ perusahaan kepada masyarakat mungkin menjadi salah satu jawaban anda. Konsep yang kini dikenal dengan sebutan CSR tersebut memang harus diakui efektif dalam membangun hubungan saling membutuhkan antara perusahaan dengan lingkungan sekitar.

Namun meski demikian, masih ada banyak program-program CSR yang hanya berorientasi sesaat, artinya tidak berupaya untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Semangat dalam memberi solusi jangka panjang dan bukan solusi ‘instan’ hendaknya perlu terus dikembangkan. Lalu bagaimana manajemen dapat merumuskan langkah yang efektif bagi tujuan tersebut?

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan memahami karakteristik masyarakat sekitar lokasi perusahaan. Hal-hal mendasar apa saja yang menjadi kebutuhan atau berpotensi menjadi kebutuhan masyarakat di masa depan. Meski terlihat cukup sederhana, namun upaya memahami kebutuhan jangka panjang masyarakat harus diakui cukup kompleks.

Sebuah hasil survey cepat yang pernah dilakukan di sebuah daerah menyebutkan bahwa kebutuhan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat mutlak wajib dilakukan dalam jangka pendek. Buruknya kualitas hidup menunjukkan urgensi bagi penerapan program tersebut. Setelah melalui diskusi yang panjang, analis meyakini bahwa dengan memberikan bantuan dana sebagai modal usaha akan menjadi solusi yang efektif.

Memang benar, dalam waktu bulanan masyarakat daerah tersebut secara otomatis tertolong. Selain mengalami peningkatan kesejahteraan di bidang ekonomi, munculnya berbagai jenis usaha kecil menunjukkan perkembangan ekonomi lokal.

Namun apakah kondisi ini menjamin peningkatan skala ekonomi masyarakat dalam jangka panjang?. Sudah barang tentu tidak. Tanpa disertai perubahan paradigm pengelolaan keuangan yang tepat maka program tersebut akan sia-sia belaka dalam hitungan tahun.

Realitas tersebut menggambarkan bahwa pada banyak perusahaan, program CSR belum mempunyai indicator keberhasilan yang tepat dalam jangka panjang. Ke depan, bukan hanya tanggung jawab akan keberlangsungan program semata yang diperlukan, melainkan ada pada eksplorasi kebutuhan soft competency yang harus dimiliki warga.

Pendidikan, baik formal maupun non formal, yang dijalankan harus mampu memberikan jaminan perubahan cara pandang masyarakat akan kehidupannya. Warga masyarakat harus diyakinkan bahwa peningkatan kualitas kehidupan tak hanya berlangsung dalam waktu sesaat, melainkan dalam hitungan tahun.

Dengan pemahaman tersebut diharapkan program CSR lebih terfokus pada ‘proses’ dan bukan pada hasil akhir semata. Itulah mengapa program CSR yang diinisiasi sejumlah perusahaan hendaknya berkolaborasi dengan pemimpin daerah setempat.

Dalam hal ini, institusi pemerintah harus diikut sertakan dalam perencanaan CSR. Selain sebagai pemangku jabatan, keikutsertaan pemerintah diharapkan mampu menjadi motor penggerak program.

Nah melihat kompleksitas perkembangan CSR tersebut maka, tanggung jawab social perusahaan kini sudah tidak dapat dipandang sebelah mata. Manajemen harus memberikan perhatian khusus dalam memonitor program-program yang dijalankan.

Dalam sebuah literature jurnal keuangan beberapa waktu lalu, di beberapa Negara Eropa, program CSR , kini sudah dapat dihitung sebagai sebuah investasi, lengkap dengan kalkulasi social return on investment-nya.

Perusahaan percaya bahwa program CSR yang tepat akan mampu mendongkrak daya beli masyarakat sekitar. Sehingga warga sekitar-pun dapat menjadi pangsa pasar potensial perusahaan. tak hanya itu, konsumen dari hasil binaan program CSR dipercaya lebih cepat bertumbuh menjadi pelanggan perusahaan.

Dengan demikian setelah berhasil melayani ‘cakupan’ wilayah tertentu, kini perusahaan dapat memperluas cakupan wilayah bagi program CSR-nya. Artinya secara bertahap akan lebih banyak lagi anggota masyarakat yang turut merasakan hasil dari program CSR perusahaan.

Selanjutnya makin banyak pula pelanggan-pelanggan baru yang turut berperan serta aktif dalam mempertahankan eksistensi perusahaan di masa depan. Alhasil kedua elemen penting; profit dan umur perusahaan akan tercipta dalam jangka panjang.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan dimuat di Harian Kontan, 2012.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

2 thoughts on “CSR yang Sahih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s