Pemimpin yang Visioner

“Be careful how you think; your life is shaped by your thought.“
(Berhati-hatilah bagaimana Anda berpikir; kehidupan Anda
dibentuk oleh apa yang Anda pikirkan)

Segala sesuatu di dalam hidup seseorang dimulai dari dalam pikirannya.  Apabila Anda melihat suatu bangunan yang megah misalnya gedung Petronas di Kuala Lumpur yang merupakan gedung tertinggi di dunia, tidak mungkin gedung yang megah itu jadi begitu saja.

Sebelum gedung tersebut ada, seorang arsitek telah memikirkan dan membayangkan bentuk dari gedung tersebut.  Kemudian setelah gambaran gedung itu jelas didalam pikiran arsitek kemudian dikerjakan maka jadilah gedung yang megah sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh arsiteknya sebelumnya.

Apabila seseorang berfikir dia akan sakit, dan bayangan sakit itu terus menerus dipikirkan, kemungkinan besar suatu saat dia akan benar-benar sakit walaupun sebelumnya dia sebenarnya tidak sakit.  Demikian pula jika seseorang berpikir bahwa dia bisa melakukan sesuatu, akhirnya benar-benar dia bisa lakukan walaupun sebelumnya kelihatannya tidak mungkin.

Ada seorang penjual mie gerobak di Filipana yang menjual makanannya di suatu tempat yang kebetulan berhadapan dengan salah satu outlet restauran siap saji McDonald’s.  Setiap hari dia mendorong dan memarkir gerobaknya di depan restauran siap saji tersebut.  Dia mulai membayangkan dalam pikirannya betapa indahnya restauran McDonald’s itu dan bertekat di dalam hatinya bahwa suatu saat dia akan memiliki restauran yang sama dengan McDonald’s.

Beberapa tahun setelah itu, si penjual mie gerobak ini mendirikan restauran siap saji yang diberi nama Jollybee.  Restauran Jollybee berkembang begitu pesat dan saat ini restauran siap saji Jollybie merupakan salah satu restauran siap saji termaju di Filipina dan bahkan lebih besar dan sukses dari restauran McDonald’s.

Bagi mereka yang sudah pernah ke Filipina dan melihat restauran Jollybee akan mengetahui bahwa desainnya meniru McDonald’s.  Ini sesuai dengan apa yang dibayangkan dalam pikiran si penjual mie gerobak sebelumnya.  Jika bayangan tentang megahnya restauran McDonald’s dan keinginan untuk memiliki restauran seperti itu tidak ada dalam di pikiran si penjual mie gerobak, dia tidak akan pernah memiliki restauran Jollybee yang begitu sukses.  Restauran Jollybee tidak saja berada di Filipina tetapi berada di beberapa negara Asia termasuk pernah berada di Indonesia.

Visioner

Kita harus berhati-hati dalam memikirkan sesuatu karena apa yang kita pikirkan akan membentuk hidup kita.  Di dalam ilmu manajemen ini yang dikenal dengan istilah “visi.”  Seorang pemimpin haruslah seseorang yang mempunyai visi.  Dia haruslah orang yang visioner, mempunyai impian yang luar biasa tentang organisasi yang dia pimpin, di mana sebagian orang mungkin menganggap bahwa impian tersebut tidak mungkin tetapi bagi dia itu adalah sangat nyata dan mungkin.

Semakin jelas dan nyata impian tersebut di dalam pikirannya, akan semakin mudah dia capai.  Mengapa demikian?  Karena pimpinan yang visioner akan bertindak dan bereaksi sesuai dengan visi yang dia pikirkan dan apakah disadari atau tidak, organisasi yang dia pimpin akan bergerak ke arah visi tersebut.

Selain itu, dia akan menarik orang-orang yang akan membuat visi-nya menjadi kenyataan.  Disadari atau tidak, orang-orang yang mempunyai visi yang sama dan yang mampu membuat visi tersebut menjadi kenyataan akan secara otomotis ditarik kepadanya.

Hal sebaliknya terjadi pada pimpinan yang tidak mempunyai visi yang jelas atau visi yang biasa-biasa saja.  Dia sadar atau tidak sadar akan dengan sendirinya dikelilingi oleh orang-orang yang tidak jelas mau kemana atau orang-orang yang biasa-biasa saja.

Kalaupun orang-orang dikelilingnya itu sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk meraih visi yang luar biasa namun tidak akan mengeluarkan potensinya karena potensi tersebut tidak dibutuhkan, bahkan yang terjadi mungkin mereka akan stress.

Perencanaan strategi dimulai dengan menentukan visi organisasi.  Dan visi organisasi banyak ditentukan oleh visi pimpinannya.  Suatu organisasi bisa saja memiliki visi tertulis yang diberikan pemilik/owner yang sangat indah tetapi kalau itu tidak sesuai dan bukan merupakan visi yang ada di dalam pikiran pimpinannya, visi yang indah tersebut tidak akan pernah tercapai.  Mengapa?  Karena organisasi tersebut akan bergerak ke apa yang ada dalam pikiran pimpinannya dan bukan yang lain.

Daya Visioner

Apa yang Anda dapat lakukan untuk melatih daya visioner?  Apabila Anda adalah seorang pimpinan dari suatu organisasi, institusi, atau perkumpulan; berikut ini saya berikan langkah-langkah yang Anda dapat lakukan untuk menciptakan visi yang baik.

  1. Duduklah dengan santai di suatu tempat yang menurut Anda sangat nyaman.  Bisa di ruang kerja, atau mungkin di tepi pantai, atau mungkin di belakang vila yang menghadap pada pemandangan yang indah, dan mulai memikirkan organisasi seperti apa yang Anda inginkan.  Jangan terburu-buru, harus dengan santai, tetapi jangan sampai tertidur.
  2. Bayangkan situasi (serinci mungkin) dari organisasi yang Anda inginkan tersebut.
  3. Tutuplah mata Anda sejenak, dan cobalah tetap berada pada bayangan atau pikiran tersebut berapa saat.  Kemudan bukalah mata Anda dan coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
  • Seperti apa organisasi itu?
  • Seperti apa rasanya?
  • Kata apa yang Anda dapat berikan untuk menggambarkannya?

Jika jawaban yang Anda berikan pada pertanyaan terakhir menghasilkan kata  “fantastis..!“  atau mungkin kata “luar biasa..!“  Berarti visi Anda sudah benar.  Tetapi jika kata yang Anda hasilkan seperti:  “Ah.. biasa saja..!“  atau mungkin  “Wah .. mengerikan..!“  Itu berarti visi yang buruk.  Jangan diikuti.  Lakukan lagi latihan ini sampai Anda bisa mendapatkan suatu gambaran yang luar biasa dan menyenangkan.

Ingatlah, hanya organisasi yang memiliki pimpinan yang visioner (mempunyai gambaran dalam pikiran yang sangat jelas seperti apa organisasinya kemudian) yang dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik.  Karena apa saja yang terjadi dalam kehidupan Anda dibentuk oleh apa yang Anda pikirkan.

*Tulisan ini pernah dimuat di majalah Eksekutif, September 2006.

Ronny KounturRonny Kountur, Staf Pengajar PPM Manajemen (2002-2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s