Rumus Daya Saing Lokal

Maraknya pergunjingan cara menghadapi serangan asing ternyata juga terjadi di negara produsen itu berasal. Betapa tidak, karakteristik bisnis di wilayah Asia oleh sebagian kalangan masih dinilai sulit untuk dihadapi. Tingginya kultur kekeluargaan di antara pemain hingga nasionalisme yang berimplikasi pada dunia perdagangan kini masih menghiasi topik hangat di sejumlah media asing.

Satu nilai-nilai lokal yang cukup ‘ditakuti’ oleh pemain asing adalah budaya kekeluargaan yang tinggi di tanah air. Pebisnis domestik umumnya lebih ‘nyaman’ untuk melakukan kontak dagang dengan mereka yang masih mempunyai hubungan darah, atau mendapat jaminan dari koleganya.

Bagi kita hal itu mungkin sangatlah wajar. Kita lebih percaya dengan kerabat daripada mereka yang belum dikenal dengan baik. Namun tahukah anda bahwa nilai-nilai ini yang ditakuti oleh pendatang baru? Mereka tidak dapat dengan mudah meraup pangsa pasar lokal. Tanpa adanya akses niscaya produsen harus ‘dipaksa’ untuk mundur dari pasar domestik.

Bila dicermati secara mendalam maka realitas tersebut sebenarnya layak untuk dijadikan salah satu daya saing lokal. Meski demikian bukan berarti bahwa pemain domestik harus berkata tidak pada produsen asing.

Namun kondisi ini dapat menciptakan begitu banyak peluang. Artinya sebelum pasar memberikan ‘izin’ bagi asing untuk turut beroperasi di kancah domestik, segenap pelaku mempunyai peluang untuk menentukan layak tidaknya sang produsen untuk masuk pasar. Nah di titik itulah sebenarnya proses seleksi dilakukan.

Salah satu peluang yang tercipta adalah kemungkinan kerja sama dengan asing. Dari kerja sama ini satu hal yang diharapkan adalah terjadinya transfer knowledge kepada pemain lokal. Alhasil saat kontrak usai, pemain domestik dapat muncul sebagai pesaing partner sebelumnya.

Cara pandang itu yang hingga kini kiranya dinilai belum banyak dimiliki para pemain. Setelah kontrak usai maka kerja sama berhenti begitu saja. Alhasil, peluang ini mampu dimanfaatkan pemain asing secara optimal.

Setelah berhasil ‘mengeruk’ kekayaan nusantara, mereka membawa keuntungan kembali ke negaranya. Untuk itu ke depan harus ada upaya pembenahan terutama dalam konteks kerja sama asing.

Sebuah kerja sama hendaknya dipandang dari sisi manajemen. Melalui perencanaan, penerapan serta proses pemantauan yang tepat niscaya akan tercipta sebuah daya saing yang unggul baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal kedua yang berpotensi menjadi daya saing adalah sifat sebagai Bangsa pembelajar. Tak hanya mempelajari hal-hal yang baru, melainkan secara aktif turut mengajarkan hal-hal tersebut pada generasi selanjutnya. Tak hanya itu, di dalam proses pembelajaran itu terdapat fase seleksi yang cukup kompleks.

Dengan panduan nilai-nilai luhur Bangsa yang dijunjung tinggi, tak mudah bagi pemain lokal untuk menerima dan meyakini kebenaran faham baru. Selama faham baru senada dengan nilai-nilai lokal maka proses adaptasi pengetahuan dapat terjadi dengan cepat, demikian pula sebaliknya.  Alhasil fakta itu pulalah yang menjadi nilai lebih dibandingkan negara-negara lain yang bertumbuh dengan sifat individualistis.

Dari kedua hal tersebut, hasil nyata yang seharusnya tercipta adalah sinergi di antara pemain domestik dalam menghadapi persaingan asing. Di mana kelemahan satu pemain dapat ditutup dengan kelebihan pemain yang lain.

Prinsip ini yang oleh sebagian kalangan dinilai masih minim terjadi di tanah air. Masing-masing pemain terkesan masih memandang pemain lain bukan sebagai partner bertumbuh melainkan pesaing yang harus ‘dibasmi’.

Perjuangan kita kini bukan lagi dengan sesama pemain lokal, melainkan dengan produk-produk impor. Untuk itu, paradigma keuntungan individu yang sesaat harus segera ditinggalkan demi kelangsungan hidup perusahaan di masa depan.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai anda!

*Tulisan dimuat di harian Kontan, 15 Agustus 2012.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s