Misi Tepat Bagi Kesejahteraan Bangsa

misi tepat bagi kesejahteraan bangsa (AHP) Sindo 210513Dalam sebuah diskusi tentang kekuatan visi dan misi dalam mengelola usaha, satu kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa melalui misi bisnis, seorang pengusaha dapat memaknai kehidupannya.

Sekilas memang terkesan klise dan sangat idealis, namun kini saya ingin mengajak Anda untuk memahami secara seksama kesimpulan tersebut.

Secara konseptual, visi dipahami sebagai impian besar yang hendak dicapai perusahaan selama kurun waktu tertentu, umumnya jangka panjang (baca: lebih dari lima tahun). Sedangkan misi dipahami sebagai perwujudan maksud berdirinya suatu perusahaan.

Sepanjang pengamatan di lapangan, sebagian besar perusahaan menempatkan misi menjadi pemimpin pasar, atau market leader di suatu wilayah tertentu. Melalui misi ini pulalah berbagai macam strategi dirumuskan guna menjadi pemimpin sekaligus penentu arah perkembangan industri. Sekali posisi itu tercapai, maka berjuta impian untuk tetap menjadi yang terbesar pun dilayangkan.

Namun di sisi lain, ada juga entitas bisnis yang menempatkan misi utamanya menjadi wadah bagi segenap elemen stakeholder perusahaan untuk bertumbuh meraih kualitas kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Sekilas mungkin tak ada yang spesial dengan pernyataan misi tersebut, tetapi bila dipahami secara rinci ada begitu banyak nilai mulia yang terkandung di dalamnya.

Pertama, menjadi ‘wadah.’ Dalam terminologi Jawa, wadah dipahami sebagai tempat, khususnya tempat untuk meletakkan makanan. Nah, dengan paradigma dasar bahwa makanan mutlak dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup, maka wadah dalam pengertian organisasi juga mempunyai makna sejenis.

Dimensi berikutnva menegaskan obyek yang dipandang layak untuk berproses dalam wadah tersebut, yakni segenap elemen stakeholder perusahaan. Pihak-pihak tersebut taklazim adalah karyawan, pemilik perusahaan, pemerintah; pemasok, konsumen, lembaga pembiayaan, lembaga sosial kemasyarakatan hingga pesaing.

Menjadikan perusahaan sebagai tempat bagi pihak-pihak tersebut untuk bertahan hidup bukanlah hal yang sederhana. Nilai unik yang diusung masing-masing pihak merupakan cikal bakal bagi perbedaan kepentingan atas operasional perusahaan. Anda mungkin akan berpikir bagaimana manajemen dapat memberikan “ruang” bagi setiap kepentingan stakeholder yang ada?

Jawabannya cukup sederhana, yakni berangkat dari kekuatan misi itu sendiri. Saat manaiemen berkomitmen menjalani bisnisnya sesuai arahan misi, maka di titik itulah sebuah cara pandang terbentuk. Memberi kesempatan bagi stakeholder untuk meraih kualitas kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu berarti mengakui hak setiap pemain dalam ekonomi untuk mengalami peningkatan kemakmuran.

Cukup sulit memang mengejawantahkan pandangan tersebut. Namun, semangat inilah yang dijunjung tinggi oleh segenap kalangan positivisme. Persaingan bisnis yang terjadi tidak dipahami sebagai cara dalam meraih kemenangan sepihak, namun lebih pada sebuah proses dalam meraih kemenangan bersama.

Nah, pada konteks tersebut skema persaingan yang ditandai dengan kekalahan salah satu pihak secara otomatis akan berubah menjadi sebuah sinergi di antara pemain yang akan membawa kepada terciptanya kemakmuran bersama.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pola bisnis yang mengacu pada pengembangan komunitas akan mendatangkan sejumlah keuntungan. Seperti, apresiasi positif pasar pada produk-produk perusahaan yang pada akhirnya berujung pada pertambahan usia perusahaan, hingga tertatanya pola persaingan bersistem kluster antara produsen besar dengan kecil. Pada pola ini sinergi di antara keduanya tidak hanya berhasil menciptakan sebuah daya saing namun juga peningkatan daya beli.

Alhasil dengan loyalitas yang terbentuk, maka peningkatan daya beli akan tetap diarahkan untuk mengkonsumsi produk-produk besutan keduanya. Proses ini akan berlangsung terus-menerus hingga membentuk sebuah siklus.

Semakin banyak entitas bisnis yang terlibat di dalamnya, maka efek sistemik dari perbesaran skala usaha perusahaan akan memberikan efek positif pada kesejahteraan wilayah hingga negara secara umum.

Kini terlihat betapa besar efek misi dalam kehidupan perusahaan, bangsa dan negara. Semakin mulia misi bisnis Anda, makin sejahteralah Indonesia.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan ini dimuat di Koran Sindo, 21 Mei 2013. h. 18

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s