Unsur Eksternalitas Daya Saing

Menjadi sukses di era perdagangan bebas dewasa ini bukan hal mudah. ‘Kekhasan’ atau nilai unik yang sementara ini diposisikan sebagai sumber daya saing di sejumlah literatur manaJemen ternyata perlu ditilik ulang pada tataran praktis. Mengapa demikian?

Dinamika perubahan lingkungan yang begitu cepat telah menentukan definisi atas daya saing itu. Alhasil, memahami dimensi eksternalitas daya, saing akan turut menentukan efektivitas strategi yang disusun.

Pertama, daya saing berawal dari kebutuhan perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Meski berbeda pandangan, namun sejumlah literatur manajemen secara konsisten memahami bahwa keinginan untuk ‘berubah’ umumnya timbul dari desakan lingkungan. Sama seperti prinsip dasar bahwa manajemen berawal dari sebuah cara pandang (paradigm).

Tak dapat dipungkiri, masuknya sejumlah pemain asing sebagai konsekuensi pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas telah membukakan sebuah cara pandang baru dalam persaingan bisnis. Kunci sukses dalam penguasaan pasar tak lagi didasarkan pada kemampuan perusahaan mencetak profit, melainkan pada kekuatan manajemen menjalin hubungan dengan konsumen potensial di masa depan.

Ketika market leader asyik dengan pasar yang kini tengah dikuasainya, pemain lain (follower) asyik membangun hubungan dengan generasi muda di bawah target pasar. Alhasil, melalui engagement inilah, follower berpotensi menjadi pemimpin pasar masa depan sekaligus menggeser pemain lama.

Semangat adaptif ini ternyata banyak ditemukan dalam petuah leluhur bangsa. “Junjunglah langit di mana bumi dipijak”. Bila memang saat ini pemahaman kompetisi bisnis sudah berubah sedemikian rupa, kemampuan adaptasi pulalah yang akan terus ‘meremajakan’ perusahaan. Dengan tetap menghargai kepentingan pasar yang telah dikuasai, perusahaan lokal kini perlu membangun loyalitas dan pengenalan pada generasi selanjutnya.

Kedua, daya saing dipicu juga oleh kemampuan perusahaan dalam menciptakan dan menjaga harmonisasi habitat alam. Tak dapat dipungkiri bahwa basis operasional perusahaan ada pada upaya eksplorasi kekayaan alam nusantara. Sehingga, dengan fakta adanya kekayaan alam yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui, manajemen bertanggung jawab dalam upaya pelestarian sumber daya tersebut bagi kepentingan generasi berikutnya.

Nah, dalam pemahaman tersebut, program corporate social responsibility tidak lagi dipahami sebagai pernyataan ‘budi baik’ perusahaan semata, melainkan sebagai sebuah kewajiban. Sehingga sama halnya dengan pandangan ‘hak-kewajiban’, ketika perusahaan sudah melakukan kewajibannya terhadap lingkungan sekitar, barulah ia memperoleh haknya dalam bentuk profit.

Cara pandang tersebut dewasa ini telah mengilhami pengambilan keputusan konsumen dan investor. Pasar (baik konsumsi ataupun modal) kini lebih selektif dalam menentukan perusahaan mana yang layak dijadikan mitra untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik. Mereka menjatuhkan pilihan hanya kepada perusahaan yang terbukti mampu menjaga harmonisasi alam.

Lebih dari itu, perkembangan tingkat pengetahuan pasar juga turut memberikan warna pada kompetisi bisnis di Tanah Air. Harmonisasi tak lagi sebatas dengan alam, melainkan juga dengan lingkungan sekitar, termasuk masyarakat.

Seberapa jauh kehadiran perusahaan berdampak positif pada kehidupan ekonomi sekitar, kini telah menjadi tambahan poin penilaian. Tak hanya kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja dari wilayah setempat, bagaimana peran serta manajemen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara nyata juga penting.

Oleh karenanya, program kerjasama antara perusahaan dengan sektor usaha. mikro kecil menengah merupakan langkah konkret yang harus terus diupayakan. Melalui program ini, dampak positif kehadiran perusahaan secara nyata akan dapat dinikmati masyarakat. Sehingga tidak hanya keberadaan perusahaan yang menudapat apresiasi positif dari masyarakat, namun juga loyalitas pasar akan produk besutannya. Dengan pemahaman pasar yang kuat, niscaya terbangun daya saing yang tepat.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda.

*Tulisan dimuat di Harian Kontan, 12 Juni 2013. h.15

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s