People, Planet, dan Profit

Dalam atmosfer persaingan global dewasa ini, setiap perusahaan dituntut untuk beroperasi secara efisien dan efektif demi meningkatkan kinerjanya. Sebagian perusahaan memilih ‘inovasi’ sebagai daya saing, sebagian lagi menekankan pada cost leadership dan differensiasi.

Realitas ini cukup menarik untuk dicermati. Di satu sisi tuntutan pasar telah memberikan dampak positif pada perkembangan bisnis di dunia internasional, yakni semakin banyaknya ide untuk mencapai skala ekonomis optimum sehingga pencapaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain memberikan efek positif, tuntutan untuk beroperasi secara efisien dan efektif juga menciptakan berbagai masalah. Salah satunya adalah limbah pabrikan. Alih-alih melakukan efisiensi, sejumlah perusahaan malah mengabaikan dampak limbah terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Tak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem alam, langkah tersebut juga memberikan dampak negatif pada kelangsungan hidup masyarakat sekitar.
Satu konsep yang seharusnya dijadikan pedoman dalam memperkuat daya saing adalah harmonisasi tiga elemen: people, planet dan profit.

Konsep ini secara konsisten telah banyak memberikan ide kepada para pengambil keputusan untuk menyusun kebijakan yang tidak hanya menguntungkan dari segi finansial, melainkan juga mampu melestarikan lingkungan serta menjaga kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

Beberapa hasil studi tentang keberlangsungan bisnis perusahaan ditemukan fakta bahwa untuk dapat beroperasi dalam jangka panjang, manajemen perlu ’bersahabat’ dengan lingkungannya. Tanpa hadirnya persahabatan ini, potensi penolakan (baca: rejection) akan meningkat dari waktu ke waktu. Kita dapat menggunakan contoh aksi demo menuntut penutupan sebuah pabrik oleh masyarakat sekitar karena dipicu oleh pembuangan limbah yang terbukti meracuni lingkungan.

Langkah awal dalam membangun persahabatan pada dasarnya dilakukan oleh produk yang dibuat oleh perusahaan. Pada konteks ini, manajemen perlu memahami bahwa produk yang ditawarkan ke pasar merupakan representasi niat baik perusahaan. Artinya kebaikan yang ditunjukkan produk baik bagi kelangsungan hidup konsumen (baca: manusia) maupun kelestarian lingkungan akan memperoleh respon positif dari pasar.

Sebagian kalangan meyakini pemahaman tersebut dengan menghasilkan produk yang ‘memanusiakan manusia’, atau dengan kata lain memberikan ‘values’ bagi kehidupan konsumen. Tak hanya menciptakan kemudahan dalam hidup, produk-produk yang dihasilkan harus juga mampu mempertahankan kelangsungan ekosistem alam. Untuk itulah konsep daur ulang (baca: recycling) dikembangkan.

Setelah berhasil memanusiakan-manusia, manajemen juga dituntut aktif dalam memelihara kelestarian lingkungan. Upaya ini dapat dilakukan melalui dua fase. Pertama, memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan memberikan kontribusi positif pada lingkungan hidup.

Selanjutnya, melalui kebijakan yang diambil perusahaan diharapkan mampu memberikan penyadaran pada segenap elemen untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Pandangan inilah yang kini dimaknai perusahaan dengan mengalokasikan dana khusus bagi pelestarian lingkungan. Tak jarang bahkan manajemen mengajak konsumen untuk turut berperan dalam setiap programnya.

Jalinan yang terjadi antara konsumen dengan perusahaan melalui kegiatan-kegiatan tersebut pada dasarnya dapat menciptakan sebuah loyalitas. Nah dari loyalitas inilah profit perusahaan dapat bertumbuh. Dengan demikian secara tidak langsung akan tercipta sebuah siklus antara tiga elemen, yakni people, planet dan profit.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai perusahaan Anda!

*Tulisan ini dimuat di harian Kontan, [April 2012].

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s