Taktik Hadapi Efek Sistemik

Meski batal, rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu sempat menimbulkan efek sistemik yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari harga-harga barang kebutuhan pokok yang langsung meningkat setelah rencana terpublikasi.

Tak hanya itu, akibat ulah oknum tertentu maka kelangkaan bahan bakar-pun terjadi di sejumlah daerah. Alhasil pembengkaan biaya transportasi dan logistik kini tak terelakkan lagi. Selain itu, rendahnya daya beli masyarakat membuat produsen harus menanggung biaya-biaya tersebut. Realitas yang terjadi sekaligus menunjukkan bahwa derita efek sistemik atas rencana kenaikan harga BBM tidak hanya harus ditanggung konsumen melainkan juga produsen.

Menjalankan bisnis dalam lingkungan yang sangat dinamis merupakan hal yang sangat kompleks. Di satu sisi perusahaan dituntut untuk dapat beroperasi pada skala efisiensi maksimum, sedangkan di sisi lain peningkatan laju persaingan industri global mendorong perusahaan untuk terus berinovasi. Lalu bagaimana manajemen mencermati kondisi tersebut?.

Dari kacamata manajemen keuangan, pembengkaan biaya akibat efek sistemik secara langsung berpengaruh pada modal kerja perusahaan. Mau tak mau manajemen harus mengupayakan pembiayaan tambahan atas pembengkakan yang terjadi.

Karena bersifat jangka pendek, maka agar tidak sampai timbul mekanisme gali lubang tutup lubang maka ada baiknya jika manajemen memberi perhatian lebih pada komponen modal kerjanya.

Secara umum modal kerja dibedakan menjadi dua, yakni modal kerja permanen dan variabel. Modal kerja permanen dipahami sebagai dana yang digunakan untuk memastikan bahwa operasional perusahaan akan dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan modal kerja variabel merupakan dana jangka pendek yang jumlahnya berubah-ubah sesuai kondisi yang dihadapi. Artinya jika terdapat deviasi yang cukup besar antara kondisi di lapangan dengan asumsi anggaran maka penyesuaian dapat dilakukan pada jenis modal kerja ini.

Secara khusus modal kerja variabel dibedakan menjadi tiga: modal kerja musiman, siklus, dan modal kerja darurat. Dalam koridor efek sistemik bagian modal kerja variabel yang perlu mendapat perhatian adalah modal kerja darurat.

Sesuai namanya, besaran dana modal ini dialokasikan saat ada panggilan darurat, seperti ketika terjadi bencana alam, kekisruhan politik, hingga krisis keuangan. Sebaliknya jika dalam periode tertentu tidak ada panggilan darurat maka cadangan dana dapat dialokasikan untuk kepentingan lainnya.

Merujuk pada peluang penggunaan dana bagi kepentingan non darurat maka untuk menghindari kapasitas yang menganggur, manajemen dapat mempertimbangkan memilih sumber-sumber dana jangka pendek.

Meski terkait filosofi yang dianut manajemen, pendekatan kebijakan modal kerja yang disarankan dalam situasi dinamis adalah pembelanjaan secara moderat. Pada pendekatan ini seluruh modal kerja permanen didanai dengan sumber dana jangka panjang, sedangkan untuk modal kerja variabel didanai dengan sumber-sumber jangka pendek (salah satunya utang jangka pendek).

Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa metode pembelanjaan moderat pada kondisi ekonomi yang bersifat turbulens memberikan biaya yang cukup rendah sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan. Meski memiliki risiko yang cukup tinggi, namun selama terdapat jaminan pasokan ketersediaan modal maka risiko akan dapat tertangani dengan baik.

Selain menciptakan biaya rendah, metode pembelanjaan moderat juga memungkinkan manajemen untuk menjaga fleksibilitas modal kerja variabel. Artinya manajemen memiliki peluang untuk mengupayakan dana pada hal-hal khusus dengan utang jangka pendek.

Minimnya persyaratan dalam memperoleh utang jangka pendek dibandingkan utang jangka panjang akan menentukan kecepatan manajemen dalam hal penyediaan dana. Lebih cepat dana tersedia, maka semakin aman stabilitas operasional perusahaan dalam jangka pendek. Dengan mekanismen ini niscaya perusahaan akan terbebas dari jebakan efek systemik.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai perusahaan anda!

*Tulisan dimuat di harian Kontan, [Maret] 2012.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s