Efisiensi Saat Krisis

Mungkinkah efisiensi dilakukan saat kondisi pasar cenderung tidak stabil dan inkondusif? Meski terkesan cukup klasik, namun praktik menunjukkan bahwa penerapan efisiensi seringkali tidak mendatangkan keuntungan, malah menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Terlebih jika efisiensi dilakukan pada masa krisis. Sebut saja fenomena ekonomi dan keuangan yang terjadi di Amerika Serikat pasca krisis keuangan 2008.

Turunnya kepercayaan pasar pada sejumlah lembaga keuangan internasional serta deindustrialisasi yang terjadi telah berujung pada inefisiensi di dalam perusahaan. Alhasil langkah pengurangan jumlah karyawan serta kebijakan pengetatan anggaran modal kini telah menjadi alternative pilihan bagi perusahaan.

Meskipun terkesan optimis, namun tak semua perusahaan berhasil menerapkan pola tersebut. Beberapa perusahaan besar bahkan mengalami penurunan investment grade pasca penerapan efisiensi. Jika demikian maka ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar efisiensi berhasil dilakukan saat krisis.

Pertama terkait penggunaan proporsi utang dan ekuitas perusahaan. Pengalaman krisis di Asia medio 97 menunjukkan bahwa pilar pertama yang rentan terhadap hempasan krisis adalah modal kerja. Ketika gejala penurunan daya beli pasar mulai teridentifikasi maka besar kemungkinan kolektibilitas piutang perusahaan terganggu. Tak hanya itu, penurunan likuiditas juga akan menurunkan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek yang jatuh tempo.

Merujuk pada pengalaman tersebut maka kebijakan modal kerja moderat dapat menjadi pilihan terbaik. Pada pola tersebut modal permanen diisi dengan pendanaan jangka panjang sehingga kewajiban pembayaran bunga dapat diantisipasi sejak dini. Sebaliknya modal musiman dipenuhi dengan pendanaan jangka pendek sehingga jika selama krisis timbul kebutuhan pendanaan khusus maka sumber dana jangka pendek dapat menjadi alternatif terbaik.

Kedua terkait sumber permodalan: antara modal internal dan eksternal. Penelitian yang dilakukan pada periode krisis baik krisis Asia maupun yang saat ini sedang terjadi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan modal internal lebih besar daripada modal eksternal memiliki kemampuan untuk bertahan.

Selain karena minimnya tekanan untuk melunasi bunga dan pokok pinjaman dalam jangka pendek, penggunaan modal internal memberikan peluang bagi konversi ke dalam bentuk dana yang lain, salah satunya adalah ekuitas.

Kondisi tersebut menarik untuk dikaji mengingat umumnya biaya utang eksternal lebih rendah dari penggunaan ekuitas. Faktor ini pulalah yang memicu manajemen untuk menggunakan utang jangka pendek sebagai salah satu sumber dana.

Namun tidak demikian halnya dalam masa krisis. Peningkatan risiko yang biasanya terjadi selama krisis sedikit banyak akan berpengaruh pada sisi likuiditas perusahaan. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus terlihat bahwa penggunaan dana eksternal dengan konsekuensi bunga yang cukup fluktuatif di saat krisis akan memperhadapkan perusahaan pada risiko kebangkrutan. Di lain sisi, penggunaan modal internal di masa krisis membuka peluang bagi manajemen untuk mengkoreksi premi atas risiko sehingga menciptakan biaya yang relatif lebih rendah.

Selanjutnya jika langkah korektif masih dinilai belum mampu memperbaiki kinerja, maka langkah konversi ke dalam bentuk ekuitas akan menjadi alternatif terbaik. Melalui pola ini manajemen seakan memiliki waktu ‘lebih’ untuk memperbaiki kinerja dari sisi penerimaan sehingga aliran kas masuk akan dapat memenuhi kebutuhan pembayaran-pembayaran (baca: arus kas keluar) dalam jangka pendek.

Pada kondisi inilah penggunaan dana internal dalam proporsi lebih besar dari  eksternal akan berdampak pada efisiensi biaya modal. Dengan demikian, bukanlah mustahil untuk tetap melakukan efisiensi di masa krisis.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai perusahaan anda!

*Tulisan dimuat di harian Kontan, 29 Februari 2012.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s