Sinergi Teori dan Praktik

Baru-baru ini sebuah majalah manajemen ternama di dunia melansir kritikannya atas pendekatan pembelajaran yang masih dianut oleh sebagian sekolah bisnis. Artikel tersebut menjelaskan bahwa di sejumlah kasus, materi pengayaan manajemen tidak dapat memberikan gambaran praktik nyata. Alhasil kualitas lulusan masih jauh dari kondisi ‘siap pakai’.

Realitas tersebut juga terjadi di dalam perusahaan. Pola pengembangan dan pelatihan yang disediakan manajemen seringkali dirasakan kurang tepat sehingga target perbaikan kinerja tidak dapat tercapai. Meski telah disajikan contoh-contoh praktik di lapangan, namun hal ini belum mampu menumbuhkan dimensi pengalaman dari peserta sehingga sama dengan konteks akademik, perbaikan kinerja karyawan setelah pelatihan sering tidak tercapai.

Lebih lanjut artikel tersebut menyitir bahwa ada baiknya jika metode pelatihan yang terjadi dalam dunia bisnis dilakukan seperti apa yang selama ini dilakukan pada pendidikan kedokteran, yakni melalui pendekatan teori–praktik.

Anda dapat melihat bagaimana mahasiswa fakultas kedokteran mempelajari ilmunya, sarana praktik laboratorium maupun praktik di rumah sakit telah menjadi pembelajaran yang terbaik. Selain karena berhadapan langsung dengan kasus nyata, pengembangan soft skill peserta seperti kemampuan berkomunikasi dan empati akan terbentuk dengan sendirinya. Alhasil semakin sering praktik dilakukan maka makin tinggi pulalah kemampuan dan kinerja seorang individu.

Penerapan pendekatan teori – praktik dalam dunia bisnis sebenarnya bukan barang baru. Metode ini telah sekian lama menjadi bahan diskusi menarik, namun tidak demikian halnya dalam tataran operasional. Perbedaan waktu dan faktor ‘constraint’ serta tuntutan kemampuan tertentu di lapangan sering menciptakan opini bahwa kondisi praktik tak seindah teori/konsep yang dipelajari. Kondisi cateris paribus dalam teori tidak lagi ditemui dalam praktik bisnis nyata. Jika demikian adanya, lalu bagaimana pola teori-praktik yang ideal bagi dunia bisnis?

Sebelum membahas pendekatan ini lebih lanjut, perlu dipahami intisari pola ‘teori-praktik’. Satu hal yang ingin diciptakan dari pendekatan ini adalah pengalaman dari peserta. Melalui proses pembelajaran di mana peserta dapat mengalami kondisi nyata di lapangan, diharapkan seorang individu dapat menggunakan teori yang telah dipelajari sebagai bekal dalam menemukan solusi bagi setiap permasalahan yang timbul.

Tak hanya itu, individu diharapkan dapat mengajukan hipotesis (baca: dugaan) bagi alternatif solusi jika problem serupa timbul di kemudian hari.
Jika dipahami lebih lanjut, pola ini tak hanya menekankan fungsi teori/konsep sebagai salah satu panduan dalam menemukan solusi terbaik bagi permasalahan yang ditemui namun juga sebaliknya.

Melalui serangkaian pengalaman, individu dapat menciptakan teori/konsep yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan demikian ia akan memiliki kamus tersendiri bagi problematika yang dihadapi dalam dunia bisnis.

Di sisi lain, pendekatan teori-praktik di sejumlah kasus ternyata tidak hanya mempengaruhi cara berfikir (atau merubah paradigma) seorang individu. Pola ini juga terbukti mampu meningkatkan kompetensi soft skill individu.

Dalam perkembangannya sejumlah perusahaan telah mengemas pola tersebut dengan program coaching atau mentoring. Pada program ini proses pembelajaran dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil yang dilengkapi dengan seorang pelatih (coach) atau mentor. Selanjutnya mentor-lah yang berfungsi sebagai katalisator agar peserta dapat mengalami kondisi nyata di lingkup kerjanya masing-masing.

Dengan evaluasi berkala, niscaya peserta akan mampu menciptakan sinergi ‘teori-praktik’ yang tak hanya berdampak positif dalam kehidupan pribadinya namun juga bagi kinerja perusahaan.

Tak hanya berhenti di situ, anggota kelompok kecil tersebut dapat menjadi mentor/couch bagi kelompok baru lainnya. Dengan pola ini secara otomatis akan terjadi duplikasi sinergi ‘teori-praktik’ di dalam perusahaan.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai perusahaan anda!

*Tulisan dimuat di harian Kontan, 15 Februari 2012.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s