Kapabilitas di Era Persaingan Zaman Ini

Arti kapabilitas atau kapabel adalah mampu; cakap; pandai; sanggup atau menurut definisi yang dikemukakan oleh Baker dan Sinkula (2005), “Capabilities are bundles of more specific skills, procedures, and processes that can leverage resources into competitive advantage.” Dengan demikian, kapabilitas adalah kemampuan atau kesanggupan yang dapat membuat sumber daya menjadi keunggulan bersaing.

Tidak dapat dihindari lagi, persaingan dirasakan semakin meningkat saat ini. Setiap industri memiliki tingkat persaingan yang berbeda. Ada yang masih berada di level traditional competition, persaingan masih dirasakan perusahaan seperti dalam angin sepoi sepoi saja. Namun, ada pula industri yang sudah dalam tingkat hypercompetition, ibaratnya, perusahaan berusaha bertahan hidup dalam angin topan (D’Aveni, 1994).

Oleh karenanya perusahaan membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kapabilitas untuk secepatnya menangkap peluang dalam lingkungannya. Kecepatan (speed) merupakan kapabilitas kunci dalam melawan pesaing atau merespon serangan pesaing. Speed merupakan bagian penting dalam keunggulan bersaing karena meningkatkan kemampuan dalam melayani pelanggan dan memilih waktu yang tepat untuk masuk ke pasar.

Hasil studi ekspolasi yang dilakukan oleh Kurnia, P.R. (2007) menginformasikan bahwa sumberdaya pemasaran (pemasar) di perusahaan-perusahaan pangan di Indonesia mempercepat tahapan pengembangan produk agar produk bisa menjadi yang pertama masuk ke pasar, dan memperoleh first mover advantage.

Adanya persaingan global, kemajuan teknologi, peluang pasar, biaya dan waktu untuk masuk pasar menjadi pemicu tindakan pemasar tersebut. Hal ini selaras dengan hasil studi D’Aveni (1994) yang menyatakan bahwa industri pangan memiliki tingkat persaingan menuju ketat (hypercompetition) sesuai dengan gambaran perilaku perusahaan yang agresif dan cepat menangkap peluang.

Selain itu, pemasar dituntut untuk pula memiliki kapabilitas memahami (sensing) pasar yang melibatkan lebih daripada hanya mengoleksi informasi. Sensing harus dilakukan bersama-sama dengan saling berbagi antar fungsi dan diinterpretasikan untuk menetapkan tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan

Mengapa timing (waktu) menjadi begitu berarti dan penting bagi pemasar untuk meluncurkan sebuah produk ke pasar? Terbukti dari penelitian yang dilakukan  oleh Cooper, R.G. (2011) bahwa kecepatan merupakan salah satu dari tujuh penggerak keberhasilan dalam meluncurkan sebuah produk baru ke pasar.

Kecepatan memberikan keunggulan bersaing, bahkan bisa mencapai tingkat kesuksesan 70% bila perusahaan bisa melakukannya dengan benar. Selain itu bukan hanya keunggulan bersaing yang didapatkan perusahaan, namun juga keuntungan, karena perusahaan memperoleh pendapatan lebih cepat.

Riset yang dilakukan pada perusahaan-perusahaan pangan di Indonesia (Kurnia, 2007) juga menyatakan bahwa telah dilakukannya pemendekan proses dalam pengembangan produk oleh pemasar untuk memperoleh keunggulan bersaing dan pendapatan segera.

Namun, perlu dicermati adanya “hidden cost” bila kecepatan dilakukan tanpa adanya persiapan yang benar, bisa berupa profit rendah, kesalahan yang banyak terjadi, resistensi sumberdaya manusia yang tidak cocok dengan proses yang dipercepat, tekanan waktu yang berakibat tidak efisiennya hasil pekerjaan, dan rusaknya sumber daya pendukung perusahaan karena ketidaksiapan dalam menerima tugas dan tanggung jawab dengan tekanan waktu berbeda.

Untuk melakukan mengeksekusi sebuah produk baru dengan benar dan dengan proses yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tingkat risiko kegagalan bisa dikurangi, maka perusahaan perlu membekali sumber dayanya dengan kapabilitas misalnya dengan melakukan program sertifikasi dalam bidang pemasaran dan pengembangan produk yang standarnya diakui secara internasional.

Selain itu, perusahaan perlu pula membiasakan budaya cepat (fast) pada setiap aspek organisasi. Tindakan ini menjadi penting mengingat kecepatan dalam peluncuran produk menjadi kebutuhan perusahaan untuk memenangkan persaingan.

Sebagai contoh, bagian keuangan perlu lebih cepat dalam mengeluarkan uang untuk kebutuhan produk baru sehingga produk baru dapat diluncurkan ke pasar sesuai dengan target waktu. Bahkan bila diperlukan perusahaan dapat melakukan evaluasi kembali akan misi bisnisnya dengan memasukkan orientasi kecepatan dalam kinerja karyawannya tanpa mengabaikan mutu pekerjaan yang dihasilkan.

Budaya cepat perlu diterapkan untuk menghadapi perubahan lingkungan. Perusahaan harus mampu berubah lebih cepat daripada pesaing (Kotler, 2006).

Perusahaan juga bisa bekerja sama dengan universitas ternama untuk memperoleh calon-calon karyawan terbaik yang memiliki dasar pengetahuan kuat dalam menunjang kapabilitas yang diperlukan perusahaan sehingga, menghadapi era persaingan yang semakin meningkat, perusahaan telah siap bersaing dan memperoleh kemenangan.

*Tulisan ini dimuat di harian Kontan, 3 Juli 2013. H. 15

Pepey RiawatiDr. Pepey Riawati Kurnia. Staf core faculty PPM School of Management
prk@ppm-manajemen.ac.id, kurniapepey@gmail.com

One thought on “Kapabilitas di Era Persaingan Zaman Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s