Dari Gangnam Style Sampai Gadget Korea

galaxy note gangnam styleFenomena demam budaya pop Korea Selatan (selanjutnya hanya disebut Korea-pen) di dunia semakin menanjak sejak muculnya Gangnam Style, semua orang di seluruh dunia mulai ‘melirik’ produk dan jasa asal Negeri Ginseng ini. Mulai dari gaya, pakaian hingga teknologi informasi.

Tampaknya Korea cenderung menggeser target pasar produk mereka kepada segmen remaja dan anak-anak melalui produk bernuansa musik, pakaian hingga gadget, dari target semula yang menyasar kaum ibu dengan produk alat rumah tangga dan kaum bapak dengan kendaraan bermotor dan produk kesehatan.

Perkembangan teknologi yang dikemas dalam suatu strategi pemasaran yang cantik seperti yang dilakukan Korea, seakan telah membius dunia. Apakah ini yang dinamakan strategi merengkuh dunia?

Kalau kita lihat Korea pada kisaran tahun 80-an yang masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangganya  Jepang dan China, namun lihatlah sekarang,  Korea telah mampu menandingi kedua negara tersebut, bahkan negara lain di kawasan Asia, Eropa, hingga kawasan Amerika.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa fenomena tersebut bukanlah karena takdir, akan tetapi semua sudah direncanakan secara mendalam, sehingga menyebabkan perubahan akar budaya baru, yakni “Korean Style”.

Kita dapat memperhatikan bahwa tingkat pendidikan Bangsa Korea juga sudah sangat maju, bidang keuangannya mumpuni dan pemerintahannya sangat mendukung. Hal ini yang menyebabkan produk dan jasa yang dihasilkan Korea seakan menghipnotis dan merengkuh penjuru dunia.

Jika dikaji lebih jauh sebenarnya kita dapat melihat beberapa tahap yang menyebabkan keunggulan Korea, di antaranya dapat dilihat  dari tataran ide pengusaha untuk mengembangkan produk dan jasa Korea.

Pertama, para pengusaha di Korea sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, di saat yang bersamaan juga fokus mengejar “Kesempurnaan” dengan semakin meningkatkan teknologinya. Setiap produk dikemas dengan pendekatan user friendly, save the world (green and efficient) sehingga mudah dikenali dan dapat digunakan oleh semua kalangan usia. Dengan kata lain pengguna produk Korea menjadi sangat dimanjakan.

Kedua, para pengusaha Korea sangat ‘kreatif dan inovatif’. Mereka fokus pada  proses pengembangan produk sehingga memberi kesempatan bagi setiap orang untuk menyumbangkan ide untuk menggagas perubahan.

Hal ini semakin ditunjang dengan perubahan gaya kepemimpinan Korea yang tidak lagi otoriter, kini pemerintahan Korea  telah berubah, semua elemen masyarakat bahu-membahu bersama para pemimpin dan pengusaha membangun negeri.

Korea telah sukses membangun sinergi antara masyarakat, pengusaha dan lembaga-lembaga pemerintah untuk membangun dan mengembangkan serta memasarkan produk made in Korea ke penjuru dunia.

Ketiga, Korea sangat fokus pada inovasi. Kita lihat saja perkembangan mode pakaian yang  sudah melampaui gaya Eropa. Beragam produk pakaian Korea saat ini dengan mudah kita dapatkan. Mereka mampu memaknai aspek emosional para pengguna produk Korea sehingga para penggila mode saat ini mengikuti tren Korea, hal ini semakin terbantu dengan kehadiran para bintang pop Korea yang mengenakan busana ala Korean Style.

Para pengusaha Korea menangkap sinyal peluang dan perubahan ini, mereka kemudian secara terus menerus memberikan insentif agar proses inovasi berlanjut. Hal ini membuat gerakan perancangan inovasi produk menjadi fokus utama inovasi yang dilakukan Korea.

Keempat, Korea mengoptimalisasi penggunaan sistem informasi dan teknologi secara efektif. Dalam setiap pengembangan produk dan jasanya, para pengusaha Korea sangat mendominasi peran sistem informasi sebagai tulang punggung perusahaan.

Hal ini dapat kita lihat mulai dari riset-riset yang dilakukan, sampai proses pembuatan dan pengemasan produk yang sangat memaksimalkan penggunaan sistem teknologi informasi.

Kelima, Korea memasarkan produk dan jasa melalui jejaring teknologi informasi di antaranya melalui jaringan sosial media. Korea mampu menangkap momentum penting saat akan memasarkan produk, semua dilakukan dengan penuh kecermatan dan perhitungan yang matang.

Dari hal-hal yang telah dikemukan di atas, sangat jelaslah bahwa pengembangan produk dan jasa merupakan kunci utama suatu bangsa untuk dapat meningkatkan produk yang dihasilkan. Tak terkecuali Indonesia saat ini sangat membutuhkan pelaku bisnis yang mampu mempelajari pola pengembangan produk dan jasa secara lebih baik.

*Tulisan dimuat di majalah Marketing No.07/XIII/Juli 2013. h. 139.

Djoko RebowoDjoko Rebowo
Manager Certification of PDMA Indonesia
jkr@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Dari Gangnam Style Sampai Gadget Korea

  1. ijin mas…saya lagi ada tugas ttg manajemen korea, jadi tulisannya saya copy dulu, dan mungkin ada bbrp idenya akan sy kutip, namun tetap menampilkan nama penulis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s