3 Tantangan Pada Program Pembelajaran Masa Depan

Selama ini, banyak perusahaan melakukan kegiatan pengembangan tanpa ada kaitannya dengan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Umumnya, kegiatan pengembangan itu diselenggarakan oleh pemasok yang belum tentu memahami persoalan yang sedang dialami oleh manajemen ataupun sasaran organisasi yang ingin dicapai sehingga para manajer sering mempertanyakan kegunaan atau manfaat dari suatu program pengembangan yang dilaksanakan oleh fungsi pengembangan atau learning & development.

Semua pihak dalam organisasi memahami bahwa, kegiatan pengembangan haruslah berdampak positif walaupun terkadang tidak bisa diukur dampak keberhasilannya terhadap organisasi. Dahulu, fungsi pengembangan atau learning & development memiliki banyak waktu untuk mendisain suatu kurikulum program pengembangan, dimana kurikulum tersebut mewakili adanya kebutuhan pengetahuan yang dibutuhkan dari kegiatan operasional kerja sehari-hari.

Pada waktu itu, di beberapa perusahaan fungsi pengembangan atau learning & development biasanya bukan merupakan bagian dari tanggung jawab manajer lini sehari-hari. Saat itu, peranan pengembangan atau pembelajaran, semata-mata merupakan “building capacity”, yang memberikan kepada karyawan, suatu pengetahuan dan keahlian yang “just in-case” bisa digunakan di waktu-waktu tertentu di masa mendatang.

Saat ini, cara orang belajar di tempat kerja sudah banyak berubah. Banyaknya informasi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tersebut, juga sudah berubah. Informasi untuk pekerjaan banyak tersedia namun informasi tersebut berubah dengan cepat.

Perubahan ini timbul dari sifat hakekat dari produk atau jasa yang dihasilkan organisasi, terutama pada organisasi yang menyediakan jasa. Selain itu, perubahan itu juga disebabkan oleh karena teknologi komunikasi yang cepat berkembang.

Keadaan ini, menimbulkan adanya perubahan terhadap peranan fungsi atau Departemen Pembelajaran dan Pengembangan atau Learning & Development. Dahulu fungsi Pembelajaran dan Pengembangan, hanya memiliki tugas khusus di dalam kegiatan “building capability”, tugas utamanya pada saat itu hanya pada saat permulaan seorang karyawan mulai meniti karir di perusahaan atau saat karyawan memulai suatu tugas yang baru di dalam perusahaan.

Namun, sekarang, Departemen Pembelajaran dan Pengembangan mesti meningkatkan dukungan yang kontinu agar para karyawan mampu untuk menangani tugas-tugas yang baru di dalam pekerjaan sehari-hari.

3 (tiga) Tantangan yang Dihadapi Saat Ini

Departemen Pembelajaran dan Pengembangan mesti melakukan perubahan dalam melaksanakan fungsi dan perannya, yaitu:

1. Harus mengembangkan kurikulum dan desain materi Pembelajaran dan Pengembangan secara bersama-sama.

Departemen Pembelajaran & Pengembangan (Departemen P & P) tidak bisa lagi untuk bekerja sendiri dari unit lainnya di dalam perusahaan. Dahulu, para pelatih bisa mengembangkan keahlian yang mendalam pada suatu topik secara terpisah dengan kegiatan operasional.

Namun saat ini, hal tersebut, menjadi tidak mungkin, karena semua fasilitator memerlukan informasi yang tepat mengenai operasional secara cepat sehingga Departemen Pembelajaran dan Pengembangan perlu mengatur proses bisnis untuk menyusun isi program pembelajaran secara bersama-sama, berkolaborasi dengan para ahli di bidang pekerjaan dimaksud.

Apabila hal ini tidak dikerjakan maka sering suatu program yang diminta oleh Departemen Pembelajaran dan Pengembangan, tidak mendapat sambutan dari peserta pembelajaran dan pengembangan serta atasannya karena dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini atau mendatang.

2. Harus mendukung kegiatan praktek yang kini sedang dilaksanakan sehari-hari di tempat kerja.

Sudah banyak kegiatan pembelajaran dan pengembangan yang dilakukan di tempat kerja, yang dilaksanakan tanpa ikut campur dari Departemen Pembelajaran dan Pengembangan. Untuk situasi seperti ini, Departemen P & P memiliki peran untuk mendukung kegiatan pembelajaran tersebut, tanpa memperhitungkan apakah para manajer tersebut dengan sengaja mengatur kegiatan tersebut secara formal atau hanya secara informal diatur di antara mereka sendiri.

3. Harus menjaga dan membangun fungsi dan peran pembelajaran dan pengembangan yang berkaitan erat dengan unit operasional sendiri.

Sudah tidak memungkinkan untuk mendukung permintaan lebih luas di tempat kerja apabila Departemen Pembelajaran dan Pengembangan mengandalkan dengan suatu kurikulum keahlian yang generalis. Sebaliknya, sangat penting bagi manajer lini untuk memiliki keahlian umum untuk pembelajaran dan pengembangan.

MIA 3 Tantangan Program Pembelajaran Masa Depan HC Magz Jan 2013-3

Perbedaan antara pendekatan yang lama dan pendekatan yang baru, di Departemen Pembelajaran dan Pengembangan

Demikianlah, beberapa prinsip program pembelajaran dan pengembangan yang harus diubah oleh Departemen P & P guna mampu menghadapi tantangan saat ini. Tiga hal tersebut memang selalu merupakan bagian dari fungsi Departemen P & P. Namun, dengan adanya perubahan teknologi yang lebih cepat, ditambah peningkatan kepentingan adanya pembelajaran bagi organisasi modern, maka tiga hal tersebut harus merupakan fungsi, peran utama dan dasar pembuatan bisnis proses agar Departemen P & P dapat meraih sukses.

Dalam kaitan ini, Departemen P & P merupakan bagian dari suatu lingkungan kerja yang modern, di mana para individu menjadi lebih fokus dan menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing. Di dalam lingkup Departemen P & P ini, maka diperlukan tenaga ahli P & P di dalam lingkup tertentu dari suatu pembelajaran praktis.

Hal ini akan menambah nilai bagi perusahaan, apabila dapat bekerja sama dengan manajer lini di dalam penggunaan teknologi, guna memastikan bahwa seluruh karyawan dapat lebih fokus pada tugas-tugas yang bernilai tinggi.

Tantangan dalam pekerjaan akan senantiasa berubah, sehingga Departemen P & P juga harus berubah bersamanya. Departemen P & P dapat senantiasa berkiprah sesuai tugasnya, apabila dapat bersikap bahwa adanya bekerja bersama para tenaga ahli dan para manajer lini adalah suatu hal yang bernilai tambah. Perilaku karyawan Departemen P & P juga perlu dibangun dengan cara yang terstruktur dan mendukung jasa yang akan diberikan melalui sistem yang tepat.

*Tulisan ini dimuat di HC Magazine #2 Januari – Februari 2013.

Octa Melia JalalOcta Melia Jalal. Head of PPM Manajemen – Center for Human Capital Development.
mia@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s