Organization of Leaders

angsa terbang vAngsa Tundra mungkin adalah unggas paling menakjubkan di dunia. Kawanan angsa ini ketika bermigrasi dapat terbang sejauh 14.000 km. dengan formasi terbang yang membentuk huruf “V”  telah memberikan kawanan angsa kemampuan jelajah terbang yang berlipat ganda.

Menariknya, setiap anggota kawanan angsa siap untuk saling berganti sebagai pimpinan kawanan dan terbang di posisi terdepan, yang berarti harus terbang dengan beban terberat karena menghadapi hambatan angin terbesar, namun sekaligus memberikan keringanan terbang bagi anggota kawanan lainnnya.

Demikian pula ketika menghadapi situasi ekonomi yang bergolak dinamis dan persaingan yang semakin ketat, atau ketika menghadapi kenaikan harga BBM, maka organisasi pun perlu bergerak maju dengan dukungan seluruh elemen dengan kesiapan untuk menjadi pemimpin kapan pun dibutuhkan. Organisasi seperti ini yang disebut dengan Organization of Leaders.

Terdapat lima (5) pelajaran dari strategi terbang migrasi angsa yang dapat menjadi pedoman membangun Organization of Leaders.

Pertama adalah adanya kesamaan misi. Angsa yang bermigrasi memiliki  harapan yang sama untuk hidup lebih baik dengan makanan yang melimpah di tempat tujuan. Artinya semua anggota organisasi juga harus memahami  dan menyadari dengan baik misi perusahaan. Pemahaman dan kesadaran penuh tentang misi ini akan memberikan inspirasi,semangat, dan antusiasme untuk terus maju meskipun hambatan semakin besar.

Pelajaran kedua adalah kesamaan visi. Kawanan angsa sangat memahami tujuan migrasi mereka. Anggota organisasi juga perlu sadar visi, bahwa dalam kurun waktu tertentu organisasi mereka sedang mengarahkan seluruh sumberdaya untuk menuju visi yang telah ditetapkan. Artinya, organisasi harus fokus mengarahkan sumberdaya terbaik pada prioritas rencana stratejik organisasi.

Ketiga adalah adanya kesamaan nilai yang dianut. Keinginan untuk tiba di tempat tujuan bagi angsa tampaknya secara naluri juga didorong oleh upaya saling membantu yang sangat kuat. Formasi “V” yang diterapkan membantu secara konsisten anggota kawanan yang berkemampuan terbang lebih lemah. Bahkan jika ada yang sampai jatuh dan keluar dari formasi, maka secara otomatis, salah satu dari angsa akan turun membantu, dan mengembalikan sang angsa dalam kawanan. Organisasi juga perlu adanya kesamaan nilai yang dianut secara konsisten oleh anggota organisasi. Nilai-nilai yang terbangun dari cara kerja dan budaya kerja sekian lama, telah terpatri dalam hati dan menjiwai  setiap gerak dan kegiatan organisasi.

Pelajaran keempat adalah memiliki strategi yang sama. Tanpa komando, para angsa langsung terbang dengan formasi “V” yang telah terbukti paling efektif untuk mencapai tujuan yang sangat jauh. Organisasi juga harus memiliki strategi yang jelas, yang tertuang dalam arah perjalanan (road map) dengan inisiatif stratejik yang jelas dengan masing-masing sasaran yang spesifik, terukur, realistis, dan feasible untuk kurun waktu tertentu.

Pelajaran kelima adalah mekanisme kerja kelompok yang dipahami betul dan dilaksanakan secara otomatis dan didukung oleh sistem informasi dan komunikasi. Pada saat migrasi akan dimulai, seluruh kawanan angsa mengeluarkan ‘pekikan’ secara serempak. Begitu terbang dengan formasi “V”, mereka bergantian untuk menjadi pemimpin kawanan. Begitu seterusnya hingga mereka tiba di tujuan. Ini memberi pelajaran bahwa organisasi yang baik seharusnya memiliki mekanisme penggantian pimpinan yang sistimatis dan teratur.

Pada saatnya pimpinan berganti, organisasi harus tetap berjalan dengan baik, tidak perlu terguncang. Kawanan angsa yang bermigrasi mengajarkan bahwa ‘siapa’ yang menjadi pimpinan tidak terlalu penting, asalkan misi, visi, value (nilai), strategi, dan mekanisme kerja telah berjalan dengan baik.

Kesalahan keputusan pimpinan dapat direduksi atau bahkan dikoreksi oleh sistem yang baik. Namun, pimpinan perlu dipersiapkan. Karena pimpinan yang mumpuni akan memperkuat dan menjadikan organisasi hidup berkelanjutan, berjalan pada arah yang benar sehingga dapat terus berkontribusi dengan menjalankan misinya. Itu sebabnya, organisasi yang baik adalah organisasi dimana setiap anggotanya selalu siap menjadi pemimpin.

*Tulisan dimuat di majalah BUMN Track No. 72 Tahun VII Juli 2013. H. 110.

Andi Ilham SaidIr. Andi Ilham Said, Ph.D. Direktur Utama PPM Manajemen
ais@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s