Pelajaran Emas dari Semangat Pemuda

AHP Pelajaran Emas Semangat Pemuda 20082013Bicara tentang proses kemerdekaan Republik Indonesia tak dapat dipisahkan dari peran pemuda, terutama ketika mendorong para pemimpin untuk segera memproklamirkan kemerdekaan.

Peristiwa Rengasdengklok setidaknya telah menjadi saksi sejarah bagaimana para pemuda kala itu secara jeli mencermati peluang yang ada untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Kini pada usianya yang ke-68, semangat yangsama tetap dibutuhkan bangsa terutama dalam meraih kemerdekaan pada dimensi baru, salah satunya adalah mempercepat terciptanya kemandirian ekonomi nasional. Semangat apa sajakah itu?

Pertama, di bidang inovasi. Kini sudah menjadi rahasia umum bahwa perjuangan bangsa terbesar tidak hanya pada upaya mempertahankan kedaulatan negara, melainkan pada usaha untuk mensejajarkan kualitas kehidupan masyarakat lndonesia dengan negara-negara maju, baik di kawasan Asia Tenggara maupun global. Beberapa dimensi yang perlu mendapat perhatian lebih di antaranya adalah pendidikan, kesehatan serta perekonomian, dengan isu utama seputar pemerataan.

lni merupakan isu sentral yang harus segera dijawab. Karena selain karena isu tersebut telah menjadi cita-cita nasional sejak awal berdirinya negara, juga karena adanya tuntutan penerapan ASEAN Free Trade Area di 2015. Bila tak segera tertangani niscaya keberhasilan Indonesia dalam kancah persaingan internasional akan semakin dipertanyakan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa nusantara terdiri dari ribuan pulau yang masing-masing dihuni oleh anak bangsa. Artinya dengan kekuatan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta lebih ada dua hal yang tercipta.

Pertama, Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang berpotensi menjadi pelaku-pelaku utama pembangunan. Kedua, angka tersebut sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pasar bagi produk-produk asing. Artinya kesalahan perencanaan di ketiga bidang tersebut akan berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan, buruknya kualitas kesehatan sehingga berujung pada lemahnya daya saing SDM bangsa,

Nah dengan arus masuk investasi asing yang deras akibat AFTA maka pasar domestik hanya akan menjadi incaran pasar bagi produk-produk asing. Alhasil dalam kondisi tersebut secara finansial bukanlah keuntungan yang diperoleh anak Bangsa melainkan kitalah yang memberikan keuntungan kepada negara
lain.

Untuk itu program percepatan pemerataan kualitas hasil-hasil pembangunan antardaerah maupun wilayah harus segera dilakukan. Satu altematif yang dapat dilakukan adalah dengan mengutus generasi muda lulusan dari daerah-daerah di pulau Jawa untuk menjadi agen perubahan di wilayah-wilayah lain.

Pada saat yang sama, pemerintah perlu membuka akses bagi putera-puteri terbaik daerah untuk mengenyam pendidikan di Pulau Jawa. Dengan demikian dalam waktu singkat kita dapat menciptakan agen-agen perubahan baru bagi daerah-daerah di luar Jawa. Setidaknya merekalah yang nantinya bertanggung jawab dalam mengolah kekayaan asli daerah untuk kemajuan wilayah itu sendiri dan bangsa pada umumnya.

Rumusan pendidikan yang baik akan berdampak pada terciptanya paradigma yang tepat bagi upaya perbaikan kualitas kesehatan masyarakat akan berjalan secara efektif sehingga dengan tubuh yang kuat dan jiwa yang sehat maka daya inovasi pun dapat tercipta.

Dengan semangat inilah SDM lokal akan mampu menghidupkan mesin ekonomi bangsa dengan menciptakan daya saing bagi produk-produk nasional. Di satu sisi kesejahteraan tercipta, di sisi lain pertumbuhan industri yang berarti pembukaan lapangan kerja berpotensi meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Kedua, dalam hal keberanian untuk berbuat demi cita-cita yang lebih mulia. Peristiwa Rengasdengklok diwarnai dengan keberanian para pemuda untuk menculik beberapa tokoh nasional sekaligus memberikan peluang bagi mereka dalam merencanakan kemerdekaan. Semangat yang sama kini mutlak dibutuhkan.

Para pemuda harus beranj “mencuJik” dirl dan pikirannya untuk segera memikirkan nasib cita-cita bangsa, keluar dari tirani politik maupun kompartemen kedaerahan serta individualitas yang ada.

Karut marut perpolitikan di Indonesia akhir-akhir ini harus diakui bukanlah contoh yang baik bagi generasi muda. Pada realitas tersebut, pemuda cenderung untuk berpikir dalam kompartemen-kompartemen kecil yang terkesan dibalut dengan misi untuk bangsa. Alhasil kehadiran semangat untuk kembali pada visi bangsa diharapkan mampu membongkar kompartemen yang ada mutlak dibutuhkan.

Dengan semangat nasionalisme pemuda, niscaya paradigma persatuan Indonesia akan memperkuat semangat untuk berbuat sesuatu demi bangsa dan negara tercinta.

Dirgahayu ke-68 bagi Republik Indonesia, jayalah negaraku!

*Tulisan ini dimuat di Koran Sindo, 20 Agustus 2013. h. 18.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s