Kualitas Produk Tinggi, Untung Tak Henti

Kualitas sebuah produk merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan sebuah usaha. Tidak jarang ditemukan produk-produk yang sudah berbau, berjamur atau berubah warna sementara masa daluarsanya belum berakhir. Banyak kecurangan dilakukan dengan menjual produk-produk yang tidak layak makan menjelang hari raya saat konsumsi meningkat dan orang berbondong-bondong memerlukannya. Semua upaya dilakukan, bahkan yang merugikan orang banyak demi keuntungan singkat.

Bagaimana menghasilkan produk berkualitas tinggi yang tidak mudah rusak sebelum waktunya? Definisi kualitas dari Kahn, K.B. (2013) menyebutkan “The collection of attributes that, when present in a product, means that a product has conformed to or exceeded customer expectations.”

Ada 3 tipe atribut produk: features, function dan benefit. Feature merupakan solusi dari permasalahan customer. Feature memberikan benefit bagi pelanggan dan function menunjukkan kinerja spesifikasi produk untuk mencapai manfaat yang diinginkan customer.

Adanya manfaat produk memberikan nilai tambah yang membedakan dengan produk pesaing (product differentiation). Semakin besar manfaat produk, semakin besar customer value yang diterima oleh customer sehingga biaya transaksi dan harga produk itu sendiri menjadi ‘murah’ dan dapat diterima.

Sebagai contoh, di saat hari raya seperti saat ini, banyak pemudik masih menggunakan sepeda motor untuk membawa keluarga bersilaturahmi ke kampung halaman. Bukan tidak sadar dengan bahaya yang ada, atau tidak mendengar himbauan sang Gubernur DKI Jakarta, namun memang kadang tidak ada pilihan lain karena kondisi ekonomi pas-pasan atau memang alternatif transportasi lain juga tidak lebih baik kondisinya.

Produsen sepeda motor tidak tinggal diam, mereka berupaya menawarkan manfaat lebih dengan menawarkan mudik secara aman. Tidak hanya fungsi dan manfaat yang diterima, namun para pemudik mengingat merek (brand) yang telah menawarkan solusi bagi problem yang mereka hadapi (brand differentiation). Otomatis, citra merek (brand image) yang dimiliki akan semakin tinggi sehingga meningkatkan aset merek (brand asset) yang berkontribusi dalam earning dan shareholder value (Best, R. J., 2013).

Tidak hanya produk berkualitas yang ditawarkan, namun manfaat produk dan merek juga ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan customer. Strategi ini secara tidak langsung mengikat customer untuk tetap loyal. Strategi pemasaran yang senantiasa mengacu kepada bagaimana memenuhi kebutuhan customer sehingga menghasilkan kepuasan, akan membuat customer enggan berpaling ke produk lain sehingga cash flow perusahaan akan tetap terjaga dan perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang.

Untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, perlu proses pengembangan produk yang memenuhi standar dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga produk yang dihasilkan benar-benar menghasilkan manfaat yang dibutuhkan. Apalagi kalau produk baru yang dihasilkan memiliki keunikan yang tidak dimiliki produk sejenis lainnya, akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Hasil penelitian Cooper, R.G. (2011), menunjukkan salah satu faktor yang menyebabkan produk baru bisa sukses adalah “A unique superior product-a differentiated product that delivers unique benefits and a compelling value proposition to the customer or user-is the number one driver of new product profitability.” 

Dalam kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum mencapai 6 % seperti yang diharapkan dengan angka inflasi melebihi 8% yang diprediksi akan tetap terus sampai dengan akhir tahun, perlu jeli melihat peluang kebutuhan pasar yang ada, dan memenuhinya dengan produk berkualitas dan unik yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Oleh karenanya, untuk meraup untung, tidak perlu harus melakukan jalan pintas dengan menurunkan kualitas sehingga produk menjadi cepat rusak dan membahayakan pembelinya. Tidak hanya ketidakpuasan yang akan dihasilkan, namun dampak terhadap produk dan merek melalui word of mouth (WOM) negatif yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Kinerja pengembangan produk juga perlu terus ditingkatkan, tidak hanya pengetahuan namun keterampilan perlu ditingkatkan. Kerjasama tim pengembangan produk (terdiri dari orang pemasaran, penjualan, produksi, R&D, keuangan) perlu terus ditingkatkan.

Tidak hanya itu, tim juga perlu sering kepasar untuk mendengarkan ‘suara’ customer dalam melakukan proses pengembangan produk, sehingga produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan customer yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi perusahaan.

*Tulisan ini dimuat di harian Kontan, 21 Agustus 2013. H. 15

Pepey RiawatiDr. Pepey Riawati Kurnia. Staf core faculty PPM School of Management
prk@ppm-manajemen.ac.id, kurniapepey@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s