Membangun Optimisme Rupiah

AHP Membangun Optimisme Rupiah 03092013Selama satu minggu terakhir rupiah masih mengalami pelemahan. Di pasar uang, kurs tengah rupiah masih bertengger di level Rp 11.400 perdolar Amerika Serikat (AS). Padahal, di awal pekan rupiah sempat diperdagangkan di level Rp 11.2S0.

Realitas ini menunjukkan bahwa aksi beli dolar di pasar domestik masih terus terjadi. Tingginya permintaan mata uang Negara Paman Sam tersebut oleh sebagian kalangan dipahami sebagai bentuk mitigasi pasar atas gejolak perekonomian global. Lalu, bagaimana kita mencermati kondisi tersehut?

Membangun optimisme perekonomian nasional saat ini harus diakui bukanlah hal yang sederhana. terlebih ketika opini yang terbentuk belum sepenuhnya berpihak pada rupiah.

Aksi penguatan dolar yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa pasar masih menempatkan dolar sebagai mata uang pilihan. Artinya, ketika kebijakan stimulus perekonomian yang dilakukan Pemerintah AS beberapa waktu terakhir dinilai efektif maka pasar mulai melepas mata uang lokal demi memiliki dolar.

Apakah ini berarti pasar masih tents memandang potensi pertumbuhan ekonomi di Amerika sebagai indikator pertumbuhan ekonomi global? Sudab tentu jawabannya iya. Namun sadarkah, kita bahwa pola yang sarna juga berpotensi menguatkan nilai tukar rupiah di era perdagangan bebas?

Jika demikian maka kata kuncinya ada pada efektivitas kebijakan stimulus ekonomi. Itulah alasan kuat mengapa pemerintah segera menerbitkan empat kebijakan demi penguatan rupiah. Namun, meletakkan masa depan rupiah hanya pada empat kebijakan tersebut dinilai tak cukup. Diperlukan upaya ekstra untuk menciptakan rasa memiliki rupiah di kalangan pemain domestik.

Meski terkesan retoris, kehadiran nasionalisme terhadap rupiah kini mutlak dibutuhkan. Betapa tidak, pola perdagangan bebas secara langsung telah mengarahkan pasar untuk mencintai dolar daripada rupiah.

Fakta bahwa pasar domestik masih melirik produk-produk impor merupakan alasan kuat bagi pemain lokal untuk memiliki dolar AS.  Jika memang dimensi kualitas yang menjadi pemicu aksi tersebut, maka stimulus pemerintah harus mampu menyentuh esensi dasar tersebut. Upaya pendampingan bagi produk lokal untuk segera menyiapkan diri bermain di pasar global serta kemudahan sistem birokrasi dan perizinan dipercaya akan mampu menguatkan nilai
tukar rupiah.

Sefanjutnya, nasionalisme rupiah juga harus diimbangi dengan komitmen pasar untuk lebih bijaksana dalam mengelola keuangannya. Harus diakui bahwa aksi penguatan dolar di dalam negeri beberapa waktu terakhir juga dipicu oleh tingginya konsumsi masyarakat.

Ketika permintaan jauh melebihi daya pasok pasar maka pelaku ekonomi cenderung memilih untuk melakukan impor. Ini adalah keran yang secara otomatis akan memperkuat atau bahkan melemahkan rupiah. Jika pasar domestik mampu bertumbuh dalam koridor bijaksana maka secara otomatis keran akan tertutup, begitu pula sebaliknya.

Menutup keran impor untuk sementara waktu butuh perencanaan strategi yang matang. Masing-masing pelaku ekonomi mulai dari swasta hingga pengelola negara harus mampu mendudukkan masa depan dan kepentingan nasional di atas perspektif sektarian yang ada. Dunia industri harus lebih berani meJakukan penambahan investasi agar produk-produk lokal mampu mendapat tempat di hati konsumen Indonesia.

Upaya inovasi dalam menggunakan material lokal pada proses produksi merupakan pilihan terbaik saat ini. Karena selain dinilai mampu mengurangi ketergantungan pasokan pasar global, langkah ini dipercaya dapat menurunkan kebutuhan memiliki dolar.

Kemudian dari sisi pasar, ketika produk sudah dibalut dengan komponen loka! maka bisa jadi more for less akan menjadi pilihan terbaik berikutnya. Betapa tidak, tingginya tuntutan ekonomi rumah tangga hingga titik tertentu akan mengarahkan konsumen untuk menjadi lebih sensitif terhadap harga. Di sinilah peluang emas bagi industri lokal untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari masyarakat.

Dengan menjual produk berkualitas pada harga yang sangat terjangkau niscaya permintaan produk dalam negeri akan meningkat. Tak hanya itu, optimisme masa depan rupiah pun akan semakin menjanjikan.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan ini dimuat di Koran Sindo, 3 September 2013. h. 18.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Membangun Optimisme Rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s