The Innovation Challenge

lee kun hee samsung ceoDewasa ini pelaku industri bergegas untuk menghasilkan produk baru secepatnya untuk bisa menghasilkan keuntungan jangka pendek dengan proses pengembangan produk yang cepat, murah dan mudah.

Kadang hal ini tidak sejalan dengan keinginan para shareholder yang menginginkan produk baru bernilai tinggi dan memberikan keuntungan terus menerus.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan, yakni bagaimana mempertahankan posisi dan tetap tumbuh namun tetap menghasilkan produk-produk baru yang memberikan manfaat lebih kepada pasar sasarannya.

Penelitian menunjukkan bahwa kunci keberhasilan dalam proses pengembangan produk adalah an unique superior product. Terobosan produk yang diciptakan dari proses inovasi yang sebenarnya (true innovation), bukan berasal dari proses inovasi yang hanya memperbaiki kemasan, menambahkan aroma atau bahan dari produk tersebut saja (Cooper, R.G., 2011 }.

Industri dengan teknologi tinggi juga masih terus bergulat untuk menghasilkan produk dengan “next great innovation’: yang mampu secara dramatis menghasilkan penjualan dan keuntungan besar bagi perusahaan.

Pergulatan perusahaan untuk menghasilkan produk inovasi yang memberikan nilai unik dan unggul juga dimiliki oleh banyak perusahaan di Asia. Simak bagaimana Samsung Electronics yang berupaya menjadi Top-Tier Company, di bawah arahan Mr. Kun-Hee Lee,

Samsung menginginkan agar produk mereka dapat memenuhi standar premium global dan untuk itu Mr. Lee memberikan arahan stratejik untuk mencapainya, salah satunya dengan melakukan revolusi dalam desain produk.

Tidak main-main dengan impian yang ingin dicapainya, Samsung melakukan perekrutan advisor dan konsultan dari universitas ternama untuk menstimulasi pemikiran mengenai role of design dan mengembangkan kerja sama dalam aspek desain.

Samsung juga melakukan peningkatan fasilitas secara cepat untuk mendukung gerakan perubahan. Mereka juga merekrut desainer dunia dan merancang program pelatihan bagi 200 orang yang berada di posisi senior manager untuk mendapatkan pemahaman akan prinsip dan management design.

Pelatihan ini juga mencakup kunjungan ke perusahaan desain ternama di Jepang. Samsung menginventasikan anggaran R&D menjadi USD S.34 Miliar di tahun 2005, meningkat pesat dari USD 1.81 Miliar di tahun 2001, atau setara dengan 9.4% dari omzet penjualan. Saat ini Samsung diperkuat 32.000 peneliti di 16 pusat penelitian (enam diantaranya di Korea), Samsung menjadi organisasi R&D terbesar di dunia.

Hasilnya? Samsung berhasil memperoleh 62 Award di tahun 2005, bahkan bisa menduduki posisi 20 dalam Interbrand Annual Assessment of Brand Value, melewati Sony yang berada di posisi 28.

Keberhasilan Samsung ini mengantar Kun-Hee Lee mendapat penghargaan The Design Leadership Award dari The Hongkong Design Center, untuk berkomitmen pada inovasi dan desain. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan kuat dengan desain produk yang memiliki nilai unik serta unggul menghasilkan pertumbuhan tinggi bahkan dalam situasi persaingan bisnis yang hebat saat ini.

*Tulisan dimuat di majalah Marketing Edisi 08/XIII/Agustus 2013.

Pepey RiawatiDr. Pepey Riawati Kurnia. Koordinator PDMA Indonesia
prk@ppm-manajemen.ac.id, kurniapepey@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s