Belajar Hingga ke Negeri Ginseng

Hasil penelitian Product Development Management Association (PDMA), menunjukkan bahwa 50% penjualan yang dibukukan oleh perusahaan high-technology berasal dari produk baru (Mugge, P., & Markham, S.T. 2013).

Penelitian juga memebuktikan bahwa keunggulan daya saing dapat didapatkan melalui upaya inovasi serta kemampuan dalam mendeteksi potensi pertumbuhan di masa mendatang. Pengembangan produk baru yang dihasilkan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pasar, namun juga unggul karena memiliki nilai pembeda dibandingkan produk sejenis.

Salah satu pemimpin pasar teknologi saat ini adalah Samsung Electronic (SE). Bergerak dari paradigma bertumbuh secara kuantitatif ke kualitatif di tahun 1990-an. SE melakukan restrukturisasi dan strategi baru dalam mengelola teknologi, hingga melahirkan New Management Program sebagai bukti keseriusan SE dalam melakukan transformasi, dimana Inovasi dan globalisasi menjadi bagian utama dalam program yang akan dilakukan. Program ini diikuti dengan dibangunnnya pusat-pusat  penelitian di Korea Selatan dan terus menyebar hingga Amerika.

Tahun 2000, SE bahkan telah berani menyatakan diri sebagai Digital e-Company (Farhoomand, A., 2009). Tidak berhenti hanya disitu, tahun 2007 SE telah memiliki enam Research and Development  Center yang beroperasi di Korea Selatan dan 16 R&D Center yang beroperasi di delapan negara berbeda.

Pusat penelitian tersebut digagas untuk menghasilkan teknologi terkini yang bisa digunakan di masa mendatang dan mendatangkan sukses secara komersial. Sukses komersial yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi siginifikan pada keuntungan perusahaan hanya dapat diperoleh bila produk yang dihasilkan memiliki keunggulan yang berbeda dengan produk sejenis. Hal ini terbukti dari riset yang dilakukan oleh Cooper, R.G (2011) menginformasikan faktor utama penggerak keuntungan produk baru adalah keunggulan dari produk tersebut.

Saat ini, tantangan SE adalah bagaimana memproduksi produk berkualitas dengan biaya rendah sehingga mampu dibeli oleh pasar dunia yang cenderung semakin menurun. Keunggulan dalam biaya merupakan bagian dari strategi bersaing technological leadership yang diterapkan perusahaan untuk mencapai first-mover advantage (keunggulan yang diperoleh perusahaan sebagai yang pertama masuk ke pasar).

Sejumlah perusahaan, seperti Philip, Dell dan Motorola melakukan outsourcing dalam rancangan produknya (dari HCL atau Wipro Technologies) untuk menekan biaya dan memperoleh waktu lebih pendek untuk meluncurkan produk ke pasar. Samsung masih terus berbenah diri untuk menghadapi para pesaing, seperti Sonny, LG, Nokia dan produk China yang semakin membanjiri pasar dunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia juga memiliki Polytron yang dihasilkan oleh PT. Hartono Istana Teknologi, pemain lokal yang juga telah memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Tidak banyak perusahaan Indonesia yang mampu menembus pasar internasional, sehingga diperlukan adanya gerakan yang lebih cepat, terarah dan unggul untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan produk bermutu yang siap bersaing di pasar internasional dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015.

Untuk itu, benchmarking menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat diri, seperti yang diutarakan oleh Cravens, D.W. & Piercy, N.F. (2006), “Benchmarking is improving existing processes by looking to an ideal standard. The standard may be established from  an external source such as a competitor, a partner, or an unrelated industry or company or by another area of the same firm.”

Para pebisnis Indonesia  juga bisa melakukan benchmarking ke Korea untuk mempelajari beragam upaya inovasi yang didukung dengan riset dan teknologi, khususnya dalam pengembangan produk, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas.

*Tulisan dimuat di majalah Marketing Edisi 10/XIII/Oktober 2013. H.143.

Pepey RiawatiDr. Pepey Riawati Kurnia. Koordinator PDMA Indonesia
prk@ppm-manajemen.ac.id, kurniapepey@gmail.com

One thought on “Belajar Hingga ke Negeri Ginseng

  1. ijin ibu..sy sedang ada tugas ttg manajemen korea, mungkin ada bbrp ide dlm tulisan ini akan sy kutip ttp tetap dg menuliskan nama penulisnya, trm ksh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s