Kaitan Antara Budaya Organisasi Dengan Inovasi

Ketika Google mengakuisisi Android pada tahun 2005 sebagai bagian dari strategi untuk masuk ke industri platform telepon seluler, banyak pihak termasuk para pimpinan puncak Microsoft, menganggap enteng langkah ini.

CEO Microsoft bahkan menyatakan dengan lugas bahwa ia tidak terkesan dengan langkah Google dan justru lebih mengunggulkan keandalan platform Microsoft saat itu, yaitu Windows Mobile. Kenyataannya, hanya dalam beberapa tahun berikutnya terbukti bahwa Android menjadi platform telepon seluler nomor satu, tidak hanya di pasar Amerika, namun juga pasar global.

Prestasi Google di bidang produk (sebutlah Gmail, Chrome, dan YouTube) membuat masyarakat bisnis bertanya-tanya dan ingin belajar rahasia sukses mereka. Google dikenal sebagai perusahaan super-kreatif dan tempat bekerja yang menyenangkan.

Perusahaan ini menerapkan aturan “20% Time” dalam bekerja, dimana karyawan didorong untuk menghabiskan 20 persen waktu kerja mereka untuk melakukan apa pun yang mereka sukai. Memang, karyawan tidak selalu berhasil menciptakan produk-baru unggulan yang menguntungkan perusahaan, namun aturan 20% Time” ini dipercaya telah menjadil muara lahlrnya kreasi-kreasi besar Google yang telah kita nikmati.

Suasana kerja, hubungan antar-karyawan dan antar-bawahan dengan atasan, hierarki, formalitas, serta aturan baku, keseluruhannya menjadi bagian dari budaya organisasi yang turut membentuk perilaku karyawan perusahaan.

Berbagai penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa budaya organisasi mampu menmgkatkan kemampuan perusahaan dalam berkreasi dan menghasilkan produk baru. Namun, seperti halnya dua sisi mata uang, budaya organisasi juga dapat ‘menjadi penghambat bagi organisasi dalam berinovasi.

Sebuah studi dari Naranjo-Valencia, Jimenez-Jimenez, dan Sanz-Valle (2011), yang meneliti 471 perusahaan di Spanyol, menunjukkan bahwa budaya organisasi merupakan penentu keberhasilan strategi inovasi.

Naranjo-Valencia dan kawan-kawan mengelompokkan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam dua dari empat tipe budaya, yaitu Adhocracy, perusahaan yang mengedepankan fleksibilitas serta berfokus pada hubungan kerjasama dengan pihak eksternal perusahaan, dan perusahan dengan tipe budaya Hierarchy, yakni perusahaan yang senantiasa mengupayakan kestabilan dan berorientasi pada penataan internal perusahaan.

Hasil penelitian mereka membuktikan bahwa budaya Adhocracy mendukung terbentuknya perubahan dan inovasi di perusahaan. Sementara Budaya Hierarchy, sebaliknya, justru secara tidak langsung menghambat partisipasi karyawan dalam berinovasi melalui aturan baku, struktur, dan sistem di perusahaan.

Dalam konteks Indonesia, sebuah studi yang dilakukan oleh Center of Innovation and Collaboration (CIC) PPM Manajemen (2013) atas 208 perusahaan menyajikan bukti empiris yang sejalan dengan studi di atas.

Studi yang digelar CIC ini menunjukkan bahwa perusahaan yang sukses berinovasi tidak harus memiliki unit Riset dan Pengembangan (R&D) secara khusus. Perusahaan yang inovatif adalah perusahaan yang selalu memberi kesempatan pada karyawan untuk berkreasi (salah satu ciri budaya Adhocracy). Pemimpin perusahaan tersebut bukan sekedar memiliki visi, namun yang lebih utama adalah memiliki keberanian untuk mengambil keputusan terkait perubahan dalam organisasi.

Tentu, studi-studi ini masih dapat terus divalidasi dengan penelitian senada mengenai budaya organisasi di Indonesia. Perusahaan perlu lebih menyadari pentingnya menerapkan budaya organisasi yang sesuai dengan strategi inovasi mereka. Pemimpin perusahaan perlu memastikan bahwa budaya di organisasinya dapat menstimulasi perubahan-perubahan yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

*Tulisan ini dimuat di Majalah Marketing Edisi 11/XIII/ November 2013. H. 159.

Erlinda N. YunusErlinda N. Yunus
Manajer Akademik PDMA Indonesia
erl@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s