Menumbuhkan Semangat Kolaborasi

Studi yang dilakukan Centre of Innovation and Collaboration PPM Manajemen baru-baru ini menemukan bahwa kunci sukses dalam inovasi bersumber dari kolaborasi antar unit strategis.

Temuan ini sekaligus mematahkan mitos yang mengatakan bahwa keberhasilan inovasi tergantung pada kekuatan intelektualitas yang dimiliki. Perusahaan hanya perlu menciptakan harmonisasi langkah diantara segenap anggotanya agar kebijakan yang diambil benar-benar terfokus pada target utama.

Kolaborasi dimaknai bukan hanya sebatas kerja sama, namun lebih kepada sebuah mekanisme kerja yang memungkinkan terciptanya sebuah sinergi. Satu hal yang menarik dicermati adalah bahwa sinergi kerap tercipta saat masing-masing unit yang ada di dalam perusahaan melepaskan ego individualismenya untuk saling membantu dalam meningkatkan performa secara menyeluruh.

Fakta inilah yang di beberapa perusahaan domestik dimaknai dengan menghilangkan skema persaingan antar unit bisnis. Alhasil apresiasi khusus bagi unit penghasil pendapatan terbesar kini mulai ditinggalkan. Sebab bisa jadi ada satu unit yang terpaksa mengalihkan keuntungannya pada unit lain sehingga pada suatu waktu terpaksa merugi demi keuntungan perusahaan secara total.

Nah, dari paparan tersebut dapat dilihat bahwa menggagas kolaborasi di dalam perusahaan bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika perusahaan sudah bertahun-tahun mempraktikkan pola persaingan di antara unit yang ada.

Budaya persaingan bisa jadi sudah terbentuk dengan kuat. Untuk itu manajemen harus benar-benar cakap dalam mengomunikasikan pesan kolaborasi secara efektif agar tidak menimbulkan kesan ganda yang pada akhirnya berujung pada dissinergi.

Saya teringat akan salah satu pepatah Jawa yang tertera dalam lambang Provinsi Jawa Timur, jer basuki mawa bea, yang artinya bahwa keberhasilan mutlak membutuhkan kesungguhan. Setidaknya, rakyat Surabaya telah membuktikan taklimat tersebut melalui perang mempertahankan kemerdekaan yang kini diabadikan sebagai hari Pahlawan.

Keyakinan bahwa keberhasilan bukanlah hasil kerja semalam telah memberikan pemahaman akan pentingnya “berproses” menuju kesuksesan. Ada begitu banyak pelajaran yang dapat diperoleh dari proses tersebut, mulai dari yang bersifat positif (keberhasilan kecil) hingga negatif (kegagalan).

Dalam pemaknaan lanjutan; kolaborasi juga dipandang sebagai sebuah proses pembelajaran. Setiap individu yang ada di dalam organisasi diajak untuk menemukan talenta terdalam yang dapat diolah menjadi sebuah bentuk kontribusi positif bagi upaya yang tengah dijalankan.

Meski dalam keseharian kita dapat melihat bahwa di dalam tubuh organisasi terdapat sebagian orang yang menyimpan sejuta potensi dan sebagian lagi teridentifikasi sebagai mereka yang hanya sekadar menjalankan rutinitas melalui pekerjaannya, namun semangat kolaborasi telah membawa sebuah cara pandang baru.

Setiap pekerja dipahami sebagai pribadi unik yang penuh dengan talenta. Maka dengan pola pendampingan dari manajemen yang tepat niscaya perubahan paradigma dan cara kerja akan dialami oleh segenap karyawan. Mereka akan mampu memaknai hari-harinya sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi lebih kepada kinerja perusahaan secara total.

Berproses menuju fase tersebut harus diakui bukanlah hal yang sederhana. Tak jarang manajemen dihadapkan pada ketidakpuasan individu yang “tak sabar” dalam menjalani proses. Di situlah peran jer basuki mawa bea. Menanamkan pemahaman bahwa kesungguhan dalam meraih keberhasilan membutuhkan sebuah ketekunan diharapkan mampu menjadi jawaban atas pertanyaan yang muncul.

Apakah ini berarti bahwa manajemen harus terus menggelorakan semangat setiap anggota perusahaannya? Jawabannya sudah pasti iya bahkan disitulah kunci kesuksesan tim manajemen.

Rotasi pekerjaan dari satu unit ke unit yang lain dipercaya efektif tidak hanya untuk menumbuhkan loyalitas (dengan menumbuhkan rasa kekeluargaan melalui upaya saling mengenal antar karyawan) melainkan juga mengingatkan akan arti pentingnya berproses bersama-sama menuju satu tujuan yang sama: visi perusahaan. Di satu sisi, melalui kolaborasi umur perusahaan bertambah, di sisi lain, kemampuan dan keahlian karyawan  pun berkembang.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan ini dimuat di Koran Sindo, 19 November 2013. h. 18.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s