Competitiveness

“Visi perusahaan kami adalah menjadi perusahaan terbaik di Asia dalam industri bla bla bla. Demikian tertuang dalam visi di beberapa perusahaan. Optimisme seperti ini sangat baik karena dapat memotivasi seluruh pemangku kepentingan. Jika tidak tercapai sepenuhnya, setidaknya jika sudah mendekati sukses pun sudah luar biasa!

Namun sayangnya, banyak perusahaan yang tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk mewujudkannya. Seharusnya, ketika mencanangkan
menjadi yang terbaik di Asia, maka sebaiknya telah terbayang siapa pemain terbaik di sektor tersebut yang harus ditaklukkan. lnilah prinsip dasar dalam berkompetisi, jika ingin menjadi nomor satu, maka carilah lawan terbaik untuk dikalahkan!

Menjadi yang terbaik, kuncinya adalah memiliki kompetensi unggul. Kompetensi unggul yang pertama adalah penguasaan sumber daya spesifik, yakni sumber daya fungsional yang merupakan kumpulan keterampilan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan di level fungsional, dan sumber daya organisasional, yaitu kompetensi yang dimiliki oleh para pemimpin tertinggi di perusahaan dalam membuat arahan visi dan strategi.

Kemampuan manajer fungsional dalam membuat rencana dan melakukan eksekusi haruslah lebih baik dari pesaing, dan banyak perusahaan yang bertahun-tahun terpuruk rugi bahkan hampir tutup, tiba-tiba dalam waktu singkat bersinar kembali, tidak lama setelah mendapatkan pemimpin baru dengan visi dan strateginya yang baru pula.

Sumber kompetensi unggul kedua adalah kemampuan pengelolaan dan koordinasi. Bagaimana perusahaan katakanlah mampu mengalahkan perusahaan sekelas McDonald’s? Jika hanya sekedar meniru produk dan teknologinya, tentu dapat dengan mudah dilakukan. Hal yang sulit adalah mengungguli sistem manajemen dan budaya organisasi McDonald’s yang sudah terta am pada pikiran dan perilaku karyawan serta tertulis dalam sistem dan prosedur perusahaan.

Memaksimalkan kompetensi unggul itu dengan menerapkan strategi jitu akan membuat perusahaan memiliki daya saing tinggi karena memiliki kompetensi yang bernilai tinggi, langka, sulit ditiru, dan sulit tergantikan.

Bagaimana membangun strategi jitu tersebut? Salah satu pendekatannya adalah dengan memahami model bisnis perusahaan. Model bisnis dimulai dari memahami konsumen, kepada siapa sebenarnya perusahaan menjual produknya. Disini yang perlu dikenali dengan baik adalah perilakunya.

Informasi tersebut kemudian diturunkan menjadi value proposition yang tepat untuk dijanjikan oleh perusahaan. Fungsi perencanaan secara menyeluruh dari tingkat organisasi sampai fungsional yang terintegrasi akan sangat menentukan. Jika janji ini dapat disampaikan dan kemudian diikuti dengan pelayanan pelanggan yang konsisten dan berkelanjutan, maka akan diperoleh manfaat secara terus menerus.

Memastikan value proposition terpenuhi haruslah ditunjang oleh pengelolaan sumber daya dan proses operasional terbaik. Disini perusahaan perlu menetapkan sumber daya dan proses operasl strategis yang jika memiliki keunggulan, akan langsung berdampak besar bagi produk dan jasa yang dihasilkan. Atau sebaliknya, jika mengalami kegagalan, maka gagal pula perusahaan memenuhi janjinya.

Memang tidak semua sumber daya dan proses kunci bisa dipenuhi secara internal. Bahkan dapat juga tersedia di luar perusahaan yang dapat diakuisisi tanpa harus membangun sendiri proses kunci. Di saat inilah dibutuhkan upaya membangun kemitraan strategis. Jika semua itu sudah terpenuhi, tinggal mengatur keseimbangan antara biaya yang harus dikeluarkan dengan pendapatan yang akan diterima.

Kuncinya adalah kecerdasan mengatur kebutuhan dan pemakaian dana, serta kejelian dalam melihat peluang memperoleh pendapatan, baik yang berasal dari produk dan jasa utama maupun dari produk dan jasa sampingan.

Memiliki daya saing tinggi adalah inti dari sukses berkelanjutan perusahaan dalam berbisnis. Banyak perusahaan yang melejit secara mengejutkan, namun dapat dipastikan bahwa membangun daya saing, perlu strategi jitu dan membutuhkan proses belajar yang berkesinambungan.

*Tulisan dimuat di majalah BUMN Track No. 76 Tahun VII November 2013. H. 102.

Andi Ilham SaidIr. Andi Ilham Said, Ph.D.
Direktur Utama PPM Manajemen
ais@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s