Batik dan Mandela

batik mandela soehartoDunia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan, seorang yang dikenal sebagai pejuang hak-hak asasi manusia setelah wafat di usia 95 tahun.

Semasa hidup beliau tidak hanya dikenang sebagai tokoh pejuang dalam melawan politik apartheid, tapi juga figur pemimpin yang humanis. Tak ayal berita duka ini cepat menyebar ke seantero negeri.

Di India murid-murid sekolah dasar mengambil waktu satu menit untuk berdoa bagi ketenangan arwah sang Mandela. Aktivitas serupa juga dilakukan di Indonesia. Di Solo bahkan dipasang sebuah foto Nelson Mandela dalam ukuran besar di tepi jalan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat menyampaikan rasa belasungkawanya.

Di antara deretan prestasi perjuangan yang berhasil ditorehkan semasa hidupnya, satu hal yang mendekatkan seorang Mandela dengan Indonesia adalah kegemarannya dalam mengenakan pakaian batik. Konon pasca bebas dari tahanan politik selama 27 tahun lebih, seorang Mandela melakukan lawatan pohtik ke Indonesia. Nah, pada kesempatan itu pulalah mantan presiden kedua Indonesia, Soeharto, memberikan cenderamata berupa batik yang didahului dengan menceritakan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ketekunan, kesabaran, serta penemuan jati diri dalam keheningan merupakan dimensi filosofis batik yang cukup mengena di hati sang tokoh. Dalam sebuah tulisannya, Mandela bahkan menyatakan, tanpa kehadiran nilai-nilai tersebut mustahil bagi seorang manusia yang lemah mampu melalui dua puluh tujuh tahun hidup sebagai tahanan. Kedekatan nilai-nilai inilah yang kemudian memantapkan hati Mandela untuk senantiasa mengenakan pakaian batik. Bila seorang tokoh dunia mampu memaknai filosofis batik dengan begitu mendalam, bagaimana dengan kita?

batik nelson mandelaBelajar dari keteladanan Nelson Mandela tak dapat dilepaskan dari konsep kepemimpinan sejati. Dalam rangkuman sepuluh nilai kepemimpinannya yang dilansir, Harvard Business Review, Mandela pernah menyatakan bahwa seorang pemimpin harus ikhlas berkorban demi kebebasan dan kebahagiaan mereka yang dipimpinnya.

Untuk memberikan rakyat Afrika Selatan kehidupan yang adil, ia rela mengebiri kebebasannya selama dua puluh tujuh tahun lebih. Sebuah perjalanan panjang yang memberikan ajaran-ajaran terbaik bagi seorang pemimpin dalam mengarungi idealisme kehidupannya.

Dalam paradigma Jawa, pemahaman tersebut dikenal dengan mati sajroning urip atau death within life (dalam konteks asing). Pada fase tersebut pemimpin mampu keluar dari dimensi “saya” untuk masuk ke dalam dimensi “anda”. Tak ada lagi kepentingan pribadi dan keluarga, tapi hanya kepentingan masyarakat, bangsa,dan negara. Inilah melodi kehidupan yang paling merdu; menutup ruang rapat-rapat bagi nafsu diri untuk membuka jendela lebar-lebar bagi kebutuhan hidup mereka yang dipimpinnya.

Nah, hal lain yang membuat ajaran itu sangat istimewa adalah prinsip tersebut ternyata dapat dilihat jelas di dalam coretan batik Nusantara. Coba tengok corak batik Jawa. Perpaduan warna gelap dengan terang menunjukkan kegigihan manusia dalam menemukan cahaya ilahi dalam pemikirannya yang terbatas. Kendati begitu, ia berhasil menemukan titik kesadaran tersebut.

Di situlah kisah kehidupan mulai mengalir (perhatikan bagaimana bagian terang dalam motif sebuah kain batik. Meski sedikit, mampu memberikan warna indah bagi tampilan batik secara keseluruhan). Itulah mengapa ada beberapa motif yang boleh digunakan bebas, namun ada yang dikhususkan seperti saat berduka.

Terakhir, Mandela telah menyadarkan kita bahwa mengenakan batik bukanlah sebuah rutinitas atau bahkan kebiasaan, melainkan hal yang sangat istimewa. Melalui corak yang ada, kita kembali diingatkan hakikat budi pekerti luhur dalam menciptakan harmonisasi kehidupan dunia sesuai kapasitasnya masing-masing. Selamat jalan Mandela, semoga kami mampu meneruskan perjuanganmu.

Selamat berefleksi kawan, sukses menyertai Anda!

*Tulisan ini dimuat di Koran Sindo, 10 Desember 2013. h. 18.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo. Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s