Membangun Optimisme di Tahun Kuda

Horse1-2014Tahun baru Imlek kali ini dirasa beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Setelah sempat dilanda bencana banjir, kondisi infrastruktur transportasi darat yang rusak akibat debit air yang kencang serta beberapa kebijakan surprise dari pemerintah, kini segenap pemain lokal harus bersiap menyongsong era ASEAN Economic Cooperative yang akan berjalan di awal tahun depan.

Alhasil, banyak pula opini negatif yang bermunculan. Satu diantaranya adalah yang mengaitkan pemilu dengan kondisi ekonomi di dalam negeri. Tanpa berusaha menghakimi opini tersebut, artikel ini berupaya untuk melihat semua realitas tersebut dari sisi yang berbeda.

Demikian pula halnya dengan sifat dasar kuda yang dikenal temperamen namun bila dikelola secara efektif akan mampu berlari kencang. Itulah semangat yang perlu ditemukan di tahun ini.

Pertama, meski disebut bencana, banjir yang terjadi seyogianya merupakan hal yang dapat dihindari. Saya teringat akan salah satu prinsip dalam bahasa Sansekerta, yaitu Tri Hitta Karana. Prinsip ini mengajarkan kita akan arti pentingnya keseimbangan hidup antara manusia dengan Tuhan, dengan sesamanya dan dengan lingkungan.

Elemen terakhir itu yang dirasa kurang saat ini. Motif ekonomi lebih mewarnaj setiap keputusan bisnis ketimbang prinsip harmonisasi. Sebut saja lahan yang tadinya difungsikan sebagai media serapan air, kini telah berubah menjadi lahan bisnis properti. Atau agresivitas membangun infrastruktur jalan raya yang melupakan fungsi utama drainase.

Di tahun kuda ini, agresif mungkin akan menjadi sifat dasar yang mendominasi. Apalagi dengan motivasi yang kuat agar terpilih dalam pemilihan umum. Namun, agresif juga dapat dipandang dari sisi positif. Pasca terpilih sebagai pemimpin, setiap pihak dapat memanfaatkan sifat agresif ini untuk mengembangkan Indonesia yang lebih baik.

Pihak yang terpilih harus lebih agresif dalam merealisasikan setiap program dan janji-janji yang telah dikumandangkan. Di sisi lain masyarakat harus lebih agresif dalam mengawasi kinerja pemerintahan terpilih. Mekanisme tersebut diyakini mampu menciptakan harmonisasi sehingga satu per satu problematika bangsa akan dapat dengan mudah terselesaikan.

Kedua, dari sisi bisnis. Agresivitas kuda menggambarkan semangat yang tak kunjung menyerah. Ini merupakan modal dasar yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini. Selain karena cadangan mineral yang mulai menipis, tantangan terbesar yakni menghadapi arus industrialisasi asing era perekonomian bebas merupakan realitas yang harus dihadapi secara agresif.

Kita harus menyadari bahwa era primadona minyak dan gas bumi yang ada di bumi Nusantara telah usai. Kini saatnya segenap pemain berupaya untuk mencari alternatif produk lain yang memiliki daya saing di pasar internasional, baik berupa sumber daya fisik maupun nonfisik (seperti tenaga kerja kaum profesional).

Untuk konteks ini kita dapat belajar dari Singapur:a yang dikenal minim dengan sumber daya fisik namun kava dengan potensi sumber daya intangible. Begitu banyak profesional besutan Singapura yang dipercaya menduduki posisi kunci di perusahaan multinasional. Bagaimana dengan Indonesia?

Tantangan era ASEAN Economic Cooperative di awal 2015 yang hanya tinggal sebelas bulan lagi hendaknya mampu dijawab dengan agresivitas tinggi. Memiliki spesialisasi pada bidang-bidang khusus sudah merupakan suatu keharusan. Prinsip think global, act local sudah saatnya menjadi sumber agresivitas pebisnis domestik. Masih ada begitu banyak kekayaan alam terbarukan di Nusantara yang berpotensi diolah lalu diusung menjadi produk primadona internasional.

Kita dapat belajar dari salah satu produsen domestik Martha Tilaar Group yang dengan konsisten mengangkat budaya lokal di setiap produknya. Dalam bidang kosmetika misainya, hampir setiap tahun perusahaan ini mengangkat tema warna-warni nusantara yang berbeda-beda dari Sabang hingga Merauke. Melalui cara pandang ini, kita tak hanya mempercantik wanita Indonesia, melainkan juga mempercantik wanita di dunia melalui aktivitas ekspor.

Hanya melalui optimisme semua hal dapat diraih. Selamat menyambut Imlek.

*Tulisan dimuat di harian Kontan, 29 Januari 2014. Hlm 15.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s