Memanfaatkan Agresivitas Tahun Kuda

kuda pemilu 2014 di manajemenppm wordpress comPerayaan Imlek tahun ini merupakan pertanda bila kita akan memasuki tahun kuda. Sebagian kalangan meyakini bahwa sifat dasar ‘agresif’ dari kuda akan mendominasi pesta demokrasi lima tahunan di April mendatang.

Para kandidat bahkan diramalkan akan melakukan segala upaya demi perolehan suara terbanyak dan mendapat legitimasi dari masyarakat. Mereka akan secara agresif mendekati para pemilih pemula, mulai dari iklan terselubung, promosi terbuka hingga atribut-atribut partai.

Alhasil kelompok ini mengambil posisi ‘wait and see’ akan hasil Pemilu nanti. Bila para kandidat terpilih dinilai mempunyai kapabilitas tinggi dalam menyuarakan aspirasi rakyat maka di situlah legitimasi dengan mudah diperoleh, demikian pula sebaliknya.

Hal senada juga terjadi di bidang ekonomi. Para investor mulai mengambil posisi menunggu hasil besar dari Pemilu. Meski demikian bukan berarti perekonomian nasional akan terhenti. Meski terhitung bencana, namun banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia beberapa minggu terakhir telah berhasil merubah peta ekonomi.

Rusaknya infrastruktur transportasi yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain telah membuat investor untuk menanamkan modalnya pada sektor riil. Tak ayal usaha mikro kecil menengah kembali terbukti mampu bertahan di tengah hempasan badai pelemahan Rupiah dan bencana.

Pola inilah yang terus menghidpkan perekonomian setempat. Selanjutnya itulah yang dimaknai dengan kemampuan mengelola agresivitas tahun kuda; Bagaimana menyalurkan naluri bisnis baik untuk bertahan secara ekonomi maupun dalam menjawab tuntutan permintaan pasar.

Bencana banjir tahun ini harus diakui telah meningkatkan agresivitas segenap pemain pasar. Bagaimana tidak, sumber daya fisik yang tak lagi mendukung harus diantisipasi sedemikian rupa agar pasar dapat tetap terlayani dengan baik. Bila tidak maka ancaman inflasi tinggi akan terus menghantui.

Kondisi ini juga dipahami benar oleh konsumen. Meski sempat dilanda irasional dengan memborong produk-produk kebutuhan sehari-hari di sejumlah pasar, kini sisi rasionalitas konsumen mulai berangsur-angsur pulih.

Secara sadar mereka telah mampu menentukan skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak ayal iming-iming discount untuk sementara dinilai tidak cukup efektif dalam menumbuhkan minat belanja. Situasi yang tentunya tak terlalu disukai oleh para penyedia produk. Lalu apa yang harus dilakukan?

Solusinya cukup sederhana: identifikasikan esensi mendasar dari produk kita. Adakah dimensi ‘primer’ dari produk-produk yang ditawarkan, khususnya saat mengantisipasi atau menyelamatkan diri dari bencana.

Kita dapat menggunakan contoh produk otomotif. Meski tergolong kebutuhan tersier, namun pada segmen pasar tertentu yang sudah memandang kendaraan roda empat sebagai sebuah kebutuhan mendesak kini mulai menentukan tipe mobil berdasarkan esensi ‘primer’nya.

Pertanyaan seputar kemampuan kendaraan saat melintasi jalanan yang tergenang setidaknya dapat dilihat sebagai alur berpikir konsumen yang menjunjung rasionalitas. Alhasil untuk sementara waktu tipe sedan akan dihindari pasar.

Dengan mencermati pola tersebut maka produsen akan tetap mampu menjaga stabilitas operasi walau sedang tertimpa bencana. Inilah esensi positif lanjutan dari tahun kuda; keuntungan akan terus mengalir ketika kita mampu mengarahkan kehidupan.

Dalam perspektif eksternal, agresivitas juga dapat dioptimalkan dengan mulai mengarahkan bisnis pada orientasi ekspor. Peluang ASEAN Economic Cooperative di awal tahun depan hendaknya merupakan hal yang harus mampu dijawab dengan tegas.

Produsen domestik perlu segera menyiapkan keunggulan bersaing dengan spesifikasi khusus yang tidak dimiliki oleh para pesaingnya. Untuk hal ini kita dapat melirik filosofi kekayaan alam nusantara sebagai sumber inovasi.

Tak ayal sinergi antar perusahaan kini mutlak dibutuhkan. Keterkaitan misi dan cara pandang akan mengarahkan setiap pemain pada jalur yang sama demi masa depan yang lebih baik. Melalui upaya ini jualan rangkaian kuda mampu menarik kereta ke tempat yang ingin dituju sang kusir.

Selamat merayakan Tahun Baru Imlek, semoga berkah kesehatan dan kesejahteraan senantiasa menyertai anda! Gong Xi Fat Chai.

*Tulisan dimuat di harian Jawa Pos, 30 Januari 2014.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s