Inovasi Sebesar Atom

Ketika kita bicara tentang inovasi, mungkin hal pertama yang muncul dibenak kita adalah sesuatu yang breakthrough. Seperti ketika Wright Bersaudara menemukan pesawat terbang yang akhirnya mengubah bagaimana cara manusia melakukan transportasi, atau jauh sebelumnya ketika Edison menemukan lampu pijar untuk pertama kalinya dan malam pun menjadi tidak lagi gelap.

Pada kenyataannya inovasi tidak selalu bicara mengenai hal-hal besar seperti penemuan-penemuan tersebut. Inovasi juga bisa kita temukan dalam kehidupan pribadi dalam bentuk yang lebih sederhana.

Inovasi atau innovation berasal dari bahasa Latin innovare yang berarti membuat sesuatu yang baru. Jika diterjemahkan dari Bahasa Inggris, innovation; innovate berarti membuat suatu perubahan pada sesuatu yang telah ditetapkan sebelumnya dengan mengenalkan cara atau metode baru, ide atau produk.

Untuk menjadi seorang innovator, kita perlu melepaskan kreativitas yang ada dalam diri kita. Setiap manusia dilahirkan sebagai seorang pribadi yang unik, setiap manusia adalah seseorang yang penuh dengan kreativitas.

Namun, seringkali kreativitas tersebut tidak muncul karena kita tidak punya waktu dan kesempatan untuk menuangkan kreativitas tersebut. Kurangnya wawasan dan pengalaman yang beragam, negative thinking, pesimisme dan ketidaktahuan bagaimana cara mengaplikasikan sebuah ide juga turut menjadi penghalang munculnya kreativitas.

Terkadang, penghalang kreativitas juga dapat berupa kritik dari orang lain, atau kurangnya dukungan dari orang lain yang akhirnya membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan mematikan benih-benih kreativitas tersebut.

Penemuan yang besar, berasal dari pertanyaan-pertanyaan yang sederhana. Seperti ketika Newton bertanya mengapa sebuah apel bisa jatuh, yang kemudian membawanya pada penemuan Teori Gravitasi.

Untuk kembali menumbuhkan benih kreativitas tersebut, kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana. Salah satunya dengan melontarkan dumb question. Pertanyaan sederhana seperti “Kenapa sih kita harus melakukannya dengan cara itu? Tak adakah cara lain yang lebih efektif?” akan membawa kita berpikir pada kemungkinan alternatif lain.

Misalnya, ketika kita menggoreng kerupuk udang satu per satu. Berapa waktu yang perlu kita habiskan untuk menggoreng kerupuk tersebut hingga cukup untuk memenuhi satu toples? Adakah metode memasak kerupuk yang lebih efektif? Mungkinkah jika kepingan kerupuk udang tersebut kita letakkan dalam pinggan tahan panas, lalu kita masak dalam microwave?

Melalui inovasi ini, tentu kerupuk tersebut dapat matang lebih cepat dibandingkan dengan menggoreng kerupuk tersebut satu per satu. Dalam aspek kualitas, kerupuk yang digoreng tanpa menggunakan minyak tentu akan lebih menyehatkan bagi tubuh.

Cara lainnya untuk yang dapat dilakukan adalah dengan menyeimbangkan kegiatan yang bersifat rutin dengan sesuatu yang berbeda. Sebagai contoh, ketika kita terbiasa untuk pergi ke kantor dengan menggunakan mobil pribadi, cobalah sesekali untuk menggunakan moda transportasi yang lain, seperti bus atau kereta commuter line.

Ketika Anda memutuskan untuk mencoba berpindah moda transportasi, Anda akan merasakan suasananya baru yang sebelumnya tidak pernah Anda rasakan ketika berkendara sendiri. Tidak menutup kemungkinan bahwa ternyata moda transportasi yang baru ternyata lebih efektif.

Misalnya, dengan berpindah menjadi menggunakan kereta, ternyata waktu tempuh Anda menuju tempat kerja lebih singkat. Anda juga tidak perlu terjebak dalam kemacetan Ibukota yang amat kacau. Jika yang terjadi adalah demikian, maka Anda pun sebenarnya telah melakukan sebuah inovasi.

fitri safiraFitri Safira
Core Trainer PPE & Koordinator Youth Chapter di Center of Innovation and Collaboration (CIC) PPM
FFA@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Inovasi Sebesar Atom

  1. Saya menikmati tulisan anda akan tetapi positive atau negative thinking akan sangat tergantung pada sikon. Positive thinking jelas sangat diperlukan, to keep our movtivation and innovation going but negative thinking is also no less important. Feasibility-study, SWOT is applied as part of this ‘being cautious’ , as being alert and critical towards the runnung of the progarm. Check and evaluate and re-evaluate are essential to guarantee us reaching the target.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s