Memanfaatkan Euforia Pasar

Tahun ini setidaknya terdapat dua event besar: Pemilihan Umum sebagai agenda politik lima tahunan dan gelaran Piala Dunia sebagai agenda olah raga (khususnya sepak bola) empat tahunan. Tak ayal kedua event ini memberikan peluang emas bagi bisnis lokal.

Namun realitas sering berkata hal yang berkebalikan. Menjelang penerapan era Masyarakat Ekonomi ASEAN, sejumlah pemain dari negara tetangga mulai menggunakan kedua event tersebut untuk ‘menjajaki’ pasar Indonesia sebelum 2015.

Fenomena itulah yang membuat kompetisi domestik menjadi sangat sengit. Belum lagi iming-iming potensi pasar yang diciptakan melalui peningkatan populasi di nusantara. Semua itu pada akhirnya memunculkan pertanyaan “Bagaimana pemain domestik mampu memanfaatkan eforia yang ada?’

Kuncinya ada pada ide-ide inovatif. Mekanisme kampanye pada Pemilu kali ini diestimasi akan berbeda dengan periode-periode sebelumnya. Perkembangan dunia internet dan teknologi selama lima tahun terakhir telah merubah cara kampanye.

Sebagian besar calon legislatif maupun Presiden kini mulai memanfaatkan euphoria media sosial mulai dari Twitter, Facebook hingga Instagram. Cara ini dinilai murah dan efektif dalam menciptakan kesadaran (baca: awareness) dari calon pemilih. Di situlah kekuatan ide inovasi bisnis diuji.

Usaha jasa percetakan flyer, brosur, baliho dan kaos pendukung kontestan kini mulai dipandang ‘kuno’. Sebaliknya, penyedia jasa pengelola ‘berita’ dalam konteks media sosial kini menjadi profesi yang paling dicari. Faktor pemicunya amatlah sederhana.

Untuk menjadikan sebuah berita berada di posisi puncak jejaring media sosial tersebut, pemilik akun harus sering-sering memutakhirkan pesan-pesan atau foto yang disampaikan. Makin sering pembaruan dilakukan maka makin aktif jualah media tersebut.

Alhasil ketika banyak orang memandang pesan tersebut sebagai sebuah topik yang menarik, niscaya pertambahan jumlah pengikut (baca: follower) akun akan semakin banyak sehingga pada kondisi tersebut seorang kandidat sangat dimungkinkan dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan para pendukungnya. Di situlah peluang pendukung untuk benar-benar menjatuhkan pilihan pada kandidat terjadi.

Meski terkesan sederhana, namun memuat berita atau pesan yang dapat menggugah sekaligus membentuk citra diri kandidat bukanlah hal yang mudah. Belum lagi ditambah dengan padatnya aktivitas seorang kontestan, niscaya kehadiran konsultan di titik ini akan sangat membantu.

Realitas senada juga dimungkinkan terjadi ketika event piala dunia berlangsung. Pada sejumlah pertandingan selama ini, dukungan penonton diyakini cukup efektif dalam memberikan semangat bagi tim untuk meraih kemenangan.

Tak hanya itu, baru-baru ini bahkan terdapat survey yang menyimpulkan adanya pengaruh antara opini yang terbentuk sebelum kompetisi berlangsung dengan kemenangan. Tim yang diopinikan sebagai yang ‘terbaik’ pada masa pra kompetisi umumnya mampu menorehkan kemenangan.

Alhasil di sinilah peran media sosial kembali dibutuhkan. Kehadiran informasi, berita atau pesan yang bernada positif terhadap kinerja tim dipercaya mampu menghantarkan kontestan kepada kemenangan yang sesungguhnya.

Sekilas memang kedua perhelatan tersebut bersifat temporer. Namun elemen penting yang ingin ditekankan adalah bagaimana pemain dapat memanfaatkan kedua momen tersebut untuk menemukan daya saing uniknya. Ketika elemen vital itu ditemukan, maka ia akan mampu menerapkannya dalam jangka menengah. Melalui pola ini pebisnis akan mampu menggeser usaha dari jangka pendek menjadi jangka panjang.

Event akbar Pemilu dan Piala Dunia mungkin berakhir, namun gelaran lain yang berpotensi menyimpan daya euphoria pasar masih dapat dengan mudah diidentifikasi. Karenanya kejelian pemain dalam memanfaatkan moment-moment tersebut akan sangat menentukan umur bisnis dalam jangka panjang.

Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

*Tulisan dimuat di harian Jawa Pos, 13 Maret 2014.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s