Pentingnya Daya Saing Lokal

asean-mea2015Menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan, setiap negara anggota kini tengah berupaya menyusun daya saing bangsa. Malaysia menitik beratkan pembangunan di sektor kreatif. Filipina dan Thailand juga melakukan hal yang sama. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikenal dengan sumber daya alamnya. Kekayaan hasil bumi (pertanian, perkebunan) serta maritim yang melimpah berpeluang menjadi daya saing unik yang membedakannya dengan anggota ASEAN lainnya.

Namun, kondisi geografis setiap daerah jualah yang kini dipahami sebagai tantangan terbesar. Belum lagi pekerjaan rumah berupa penyempurnaan infrastruktur di setiap daerah yang tak kunjung usai. Semua ini mengingatkan kita akan tugas dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan daya saing lokal.

Daya saing lokal dipahami sebagai unsur yang membangun daya saing nasional. Dalam perspektif manajemen, daya saing merupakan karakteristik unik yang menggunggulkan potensi satu daerah dibandingkan daerah lain.

Untuk itu peran serta aktif masing-masing elemen masyarakat mutlak dibutuhkan demi terciptanya keunggulan tersebut. Beberapa langkah berikut kiranya perlu mendapat perhatian bersama.

Pertama, merumuskan daya saing membutuhkan paradigma khusus, yakni kemauan untuk berkembang. Harus diakui bahwa hampir di sebagian besar wilayah tanah air ketersediaan sumber daya alam khususnya yang dapat diperbarui sangat berlimpah. Realitas ini yang sering menciptakan ‘comfort zone’ di kalangan masyarakat.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari (seperti makan dan minum) mereka hanya perlu mengambil hasil-hasil bumi di ladang atau mengail ikan di tepi pantai. Melalui cara itu masyarakat dapat tumbuh dan berkembang.

Namun kondisi tersebut kiranya tak kan lagi banyak terjadi ketika era MEA tiba. Kelimpahan sumber daya alam Indonesia merupakan daya tarik tersendiri bagi investor asing. Alhasil eksplorasi dan eksploitasi kekayaan akan marak terjadi.

Satu kekhawatiran yang perlu dicermati adalah bila proses eksploitasi tersebut hanya memberikan keuntungan sementara kepada masyarakat sekitar dan tidak demikian halnya dalam jangka panjang.

Paradigma yang perlu dikembangkan kini adalah menempatkan setiap elemen masyarakat pada tanggung jawabnya sebagai generasi yang diberi berkah sekaligus amanah Tuhan untuk melestarikan kekayaan alam.

Setiap pihak hendaknya memahami bahwa kekayaan alam yang kini tersedia merupakan amanah untuk dikembangkan. Dengan cara pandang ini prinsip-prinsip inovasi akan muncul secara otomatis.

Jika hal itu terjadi maka langkah kedua adalah mengarahkan inovasi pada upaya pemenuhan kebutuhan hidup minimal serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pola ini umumnya dilakukan dengan memasukkan unsur manajemen (baca: pengelolaan) dalam mekanisme eksploitasi maupun konservasi.

Tujuannya hanya satu: mengupayakan agar eksploitasi yang dilakukan tidak mengganggu harmonisasi alam. Jadi di satu sisi masyarakat dapat tetap memiliki hak pertama dalam mengolah kekayaan alam nusantara, di sisi lain kelestarian ekosistem dapat tetap terjaga. Di situlah daya saing lokal tercipta.

Selanjutnya adalah memberikan sentuhan strategi pemasaran pada produk-produk olahan lokal. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kekalahan Indonesia di pasar internasional beberapa tahun terakhir tidak disebabkan karena kualitas, namun lebih kepada ketidaktepatan sasaran.

Untuk itu pemetaan target pasar yang pas serta pola komunikasi yang lebih intens akan mampu mendekatkan produk di hati konsumen. Peran serta aktif pemerintah dalam mengkampanyekan produk-produk lokal merupakan kunci sukses dalam memenangkan persaingan di era MEA.

Bila semua hal tersebut dapat dirumuskan secara jitu niscaya keunggulan lokal akan lebih cepat tercipta. Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai anda!

*Tulisan dimuat di harian Jawa Pos, 20 Maret 2014.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s