Brainstorming: Teknik Jitu Menghasilkan Gagasan Inovasi atau Justru Kontra Produktif?

brainstormingSiapa yang tidak kenal teknik brainstorming dalam diskusi kelompok? Sebagian besar masyarakat pekerja Indonesia–dari level manajerial puncak hingga level menengah dan bawah–mungkin sudah mengenal teknik ini dan bahkan pernah mengaplikasikannya.

Sejak pertama kali diciptakan, teknik ini dipercaya dapat meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan ide-ide baru. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya temuan dari riset-riset lanjutan, kita perlu menanyakan kembali: apakah brainstorming tetap merupakan cara yang paling dapat diandalkan? Apakah brainstorming nyata-nyata lebih baik dibandingkan teknik lainnya, bahkan dibandingkan teknik ‘menyepi dan berpikir sendirian’, misalnya?

Menurut kamus Merriam-Webster, brain-storm-ing adalah “a group problem-solving technique that involves the spontaneous contribution of ideas from all members of the group” (teknik penyelesaian-masalah secara kelompok dengan melibatkan sumbang ide secara spontan dari semua anggota kelompok).

Teknik ini ditemukan oleh seorang pakar periklanan legendaris Alex Osborn, yang saat itu menjabat sebagai partner pendiri agensi periklanan Batten, Barton, Durstine, and Osborn (BBDO).

Alex Osborn kemudian lebih terkenal selama tahun 1940-1950 sebagai penulis buku terkait masalah yang ia hadapi saat itu selaku pimpinan BBDO, yaitu para bawahannya tidak cukup kreatif. Osborn menduga karyawannya memiliki banyak ide bagus, namun enggan mencetuskannya karena khawatir akan penilaian rekan-rekan kerjanya.

Osborn mencoba menyelesaikan isu ini dengan menghilangkan ‘ancaman’ kritik dalam kerja tim. Ia menciptakan Brainstorming, yang dituangkannya dalam buku Applied Imagination pada tahun 1953.

Teknik brainstorming memiliki empat aturan dasar, yaitu:

  1. Tidak diperkenankan menilai atau mengkritik ide yang dicetuskan;
  2. Bebaskan diri. Semakin aneh/liar suatu ide, semakin baik;
  3. Utamakan jumlah. Semakin banyak ide yang muncul, semakin baik; dan
  4. Bangun ide baru dari ide-ide yang sudah disampaikan anggota lain.

Dengan empat aturan ini, Osborn mengklaim bahwa teknik brainstorming lebih unggul dibandingkan bekerja sendirian dalam menghasilkan ide kreatif.

Dalam pengembangan produk baru di perusahaan, brainstorming menjadi teknik yang diandalkan demi menghasilkan gagasan kreatif.

Studi yang dilakukan oleh Center of Innovation and Collaboration (CIC) PPM Manajemen menunjukkan bahwa: dari 208 perusahaan Indonesia yang melakukan inovasi selama 3 tahun terakhir (2010-2012), 83.9% perusahaan menggunakan brainstorming. Metode ini merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam menstimulus ide dibandingkan metode lain, seperti insentif finansial (64%) maupun non-finansial (71%).

Dari perusahaan yang menggunakan brainstorming, 80.2% mengatakan bahwa metode ini dianggap berhasil dalam meningkatkan ide baru (Riset CIC, 2013). Fakta ini mendukung pendapat bahwa seorang karyawan akan menjadi kreatif begitu penilaian sosial (yang berpotensi negatif) atas ide-idenya dihilangkan.

Namun demikian, klaim Osborn tentang keunggulan brainstorming sesungguhnya mendapat banyak tentangan. Sebuah studi mendalam yang dilakukan oleh Marvin Dunnette, seorang profesor psikologi dari University of Minnesota, dengan melibatkan 48 orang ilmuwan dan 48 ekskutif perusahaan 3M (Minnesota Mining and Manufacturing), menunjukkan bahwa seseorang menghasilkan lebih banyak ide ketika mereka bekerja sendirian dibandingkan ketika menggunakan metode brainstorming.

Serangkaian eksperimen lain yang dilakukan antara tahun 1951-1956 oleh seorang psikolog bernama Solomon Asch menunjukkan hasil senada: seseorang bekerja lebih baik (dan menghasilkan jawaban yang lebih akurat, jika diperlukan) jika bekerja sendirian dibandingkan jika bekerja dalam tim.

Fakta-fakta meyakinkan lainnya dapat ditemukan dalam buku menarik Quiet (2013) yang ditulis oleh Susan Cain. Para psikolog berargumen bahwa brainstorming berpotensi menjadi kontra-produktif karena seseorang bisa saja menjadi lebih mengandalkan rekan yang lain untuk mengemukakan ide.

Selain itu, meskipun suasana diciptakan serileks mungkin dan semua orang diminta mengeluarkan ide apa pun, para ahli psikologi menyatakan bahwa tetap saja ada evaluation apprehension, yaitu kekhawatiran terlihat bodoh atau konyol di mata rekan kerja yang lain.

Tidak heran jika Adrian Furnham, seorang pakar psikologi organisasi-terapan dan manajemen dari Oxford University dan University College London, mengkritik organisasi yang menggunakan teknik brainstorming. Ia mewanti-wanti bahwa, “if you have talented and motivated people, they should be encouraged to work alone when creativity or efficiency is the highest priority.” (Cain, 2012: 89).

Mengingat temuan-temuan tersebut, perusahaan perlu lebih bijak dalam menstimulus ide-ide produk baru. Seperti dikatakan oleh Steve Wozniak, sang penemu Apple I dan Apple II serta co-founder Apple Computer, dalam bukunya iWoz, “I don’t believe anything revolutionary has been invented by committee.”

Brainstorming dapat digunakan sebagai variasi dari metode yang lain. Namun, perlu diingat bahwa, terkadang, brainstorming berpotensi menurunkan jumlah dan bahkan kualitas ide yang dimunculkan dibandingkan jika karyawan diberi waktu untuk menekuni dan menjalankan proses inkubasi ide baru sendirian.

Referensi:
Cain, S. (2012). Quiet: The Power of Introverts in A World that Can’t Stop Talking. London, England: Penguin Books.

*CIC Repository No. 01

Erlinda N. YunusErlinda N. Yunus
Coordinator of Center of Innovation and Collaboration (CIC)
erl@ppm-manajemen.ac.id

2 thoughts on “Brainstorming: Teknik Jitu Menghasilkan Gagasan Inovasi atau Justru Kontra Produktif?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s