Pentingnya Supply Chain Management dalam Pengadaan dan Distribusi Surat Suara Pemilu 2014

logistik-pemiluTidak terasa Indonesia sudah melakukan pemilihan umum yang benar-benar bebas untuk yang keempat kalinya. Sebuah pencapaian kematangan demokrasi yang patut dipuji. Karena ketika Indonesia mengalami krisis kekuasaan Tahun 1998, banyak pihak meramalkan baik dari dalam negeri maupun luar negeri, bahwa Indonesia akan kolaps.

Perbedaan di negeri ini sangat banyak, dari perbedaan suku bangsa, agama, ideologi dan diperparah oleh kondisi geografi Indonesia yang memiliki banyak pulau. Jadi keberhasilan berdemokrasi ini merupakan pencapaian prestasi yang patut diacungi jempol, terlepas dari prestasi pemerintah terpilih yang masih jauh api dari panggangnya.

Operasional pemilu menjadi hal yang sangat krusial karena dampak politis yang timbul bisa jadi menimbulkan biaya yang tidak murah, misalkan jika terjadi konflik horizontal akibat kecurigaan adanya kecurangan dalam distribusi akomodasi pemilu.

Risiko keterlambatan distribusi akomodasi pemilu sangat besar mengingat kondisi geografi indonesia. Jadi distribusi akomodasi pemilu harus diperhitungkan dengan perencanaan yang cermat dan langkah-langkah antisipasi atau contingency plan untuk mengamankan target distribusi yang ada.

KPU mengakui hal ini, bahwa ada kendala dalam distribusi pemilu 2014. Anggota KPU Arief Budiman saat diwawancara harian The Tribun News menyatakan bahwa memang terjadi kendala dalam distribusi pemilu. Produksi surat suara bisa dilakukan dengan singkat namun distribusi tergantung dari masing-masing perusahaan pemenang tender pengadaan.

Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengatakan bahwa distribusi logistik pemilu menjadi tanggung jawab masing-masing pemenang tender pengadaan sehingga kehilangan, kerusakan, dan keterlambatan surat suara menjadi tanggung jawab masing-masing.

Hal inilah yang menyebabkan risiko kegagalan distribusi pemilu menjadi lebih besar. KPU seharusnya sudah mengidentifikasi risiko bahwa kesulitan terbesar ada pada aspek distribusi. Namun KPU tetap menyerahkan distribusi kepada pemenang tender pengadaan masing-masing.

Seharusnya KPU menyerahkan distribusi pemilu kepada perusahaan yang kompeten melakukan distribusi, yaitu perusahaan jasa pengiriman atau ekspedisi. Tidak bisa dipungkiri bahwa perusahaan pengadaan pemenang tender tidak memiliki kompetensi dalam hal distribusi dan risiko kegagalan distribusinya menjadi lebih besar dengan sistem pengadaan yang ditetapkan KPU saat ini.

Selain risiko distribusi karena kurangnya kompetensi di bidang distribusi logistik, risiko distribusi menjadi lebih besar karena perusahaan pemenang tender bisa mencampuradukkan alokasi biaya produksi dengan alokasi biaya distribusi.

Jadi apabila terjadi pembengkakan biaya produksi, maka otomatis alokasi biaya distribusi akan terpangkas. Akhirnya, perusahaan pemenang tender akan mencari jasa ekspedisi yang murah dan kemungkinan perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang tidak reliable.

Masalah distribusi tidak bisa dianggap sepele karena terkendala banyak hal dan kendala terberat yang bisa dialami di Indonesia adalah kendala cuaca. Pada Tahun 2014 ini kita sudah mengalami banjir beberapa kali di berbagai wilayah tanah air.

Namun beruntung, menjelang pemilu kondisi cuaca membaik. Kejadian tragis terjadi pada pesawat milik Adventis, Mission Aviation yang dicarter untuk mengangkut logistik pemilu, dimana pesawat gagal take off dan menabrak jembatan. Dua orang tewas dalam kecelakaan ini. Pesawat kecil ini dicarter karena pesawat heli TNI tidak mampu menjelajahi daerah tersebut.

Dikabarkan sebelumnya bahwa di daerah Yahukimo terjadi keterlambatan pengiriman kartu suara, dan pesawat ini terjatuh diduga karena kelebihan muatan logistik pemilu. Belajar dari pengalaman ini, manajemen risiko dalam distribusi logistik pemilu perlu diperbaiki agar kegagalan distribusi ini tidak terjadi kembali pada masa yang akan datang.

erni ernawati copyErni Ernawati
Head of In-house Training Division, PPM Manajemen
ERN@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s