Mempertegas Positioning Negara Agraris

Realitas bahwa 40% lebih tenaga kerja produktif di tanah air bekerja di sektor pertanian merupakan modal kuat bagi bangsa untuk berdaya saing tinggi di bidang ini. Dengan dukungan tingkat kesuburan bumi pertiwi yang cukup tinggi maka sudah seharusnya Indonesia mempunyai kekuatan lebih untuk menjadikan agraris sebagai soko guru perekonomian.

Namun sayang sejak periode 2004 hingga 2013, laju pertumbuhan ekonomi di nusantara rata-rata mencapai 5,8% dan hanya digerakkan oleh konsumsi rumah tangga yang berasal dari sektor jasa. Ini berarti bahwa arah kebijakan yang saat ini berlangsung tanpa disadari telah membuat Indonesia ‘lupa’ akan posisinya sebagai negara agraris.
Continue reading

Unrelated Diversification: Bisa Gadai, Bisa Nginap – Bisa Beli Pertamax, Bisa Beli Teh Botol

Judul di atas memang asli. Sebagai refleksi aksi perusahaan melakukan diversifikasi ke bisnis yang sangat berbeda dari bisnis intinya.

Misalnya PT Pertamina Retail sebagai anak perusahaan Pertamina yang mengelola bisnis ritel bahan bakar, juga mengelola warung modern dengan merek Bright Store dan Bright Cafe. Ini bukan satu-satunya unrelated diversification yang dilakukan Pertamina, karena Pertamina juga telah memasuki bisnis perhotelan melalui anak perusahaannya, PT Patra Jasa.
Continue reading

Procrastinate

Now Or Later Keys Shows Delay Deadlines And UrgencyKetika seorang pemimpin dihadapkan pada situasi yang sulit, dimana ia harus mengambil keputusan yang sarat dengan risiko, adakah pilihan keputusan yang paling aman?

Seringkali menunda keputusan menjadi pilihan, karena jarang sekali orang mempertanyakan risiko keputusan yang ditunda, dan orang lebih sering mempersoalkan risiko dari keputusan yang salah, atau bahkan risiko dari keputusan yang benar sekali pun.

Lalu bagaimana dengan risiko yang timbul dari keputusan yang tertunda? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya jika kita lihat kasus berikut:
Continue reading

Membangun Fondasi Opini Bagi Ekonomi Masa Depan

mea-2015Ketika Indonesia disibukkan dengan agenda politik nasional lima tahunan, Malaysia terlihat begitu antusias menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dalam suatu pertemuan khusus antara para pejabat pemerintahan dengan investor, Pimpinan negara dengan tegas memposisikan Malaysia sebagai ‘pintu gerbang’ investasi di ASEAN.

Meski disampaikan dengan cara yang sederhana, namun pernyataan tersebut mengandung makna yang sangat mendalam. Pintu gerbang identik dengan tempat masuknya produk (barang dan jasa), termasuk arus modal.

Itu berarti ketika investor global ingin menanamkan modalnya di kawasan ASEAN maka mereka harus melalui Malaysia. Besar harapan ketika investor berbondong-bondong masuk maka ‘impulse baying’ dalam perspektif strategis dapat dilakukan.
Continue reading

Daftar Kesalahan Kampus

????????????????????????????“But try,” you urge, “the trying shall suffice; The aim, if reached or not, makes great the life: Try to be Shakespeare, leave the rest to fate!” — Robert Browning

Saya bertemu seorang alumni dari PPM School of Management (PPM SoM), dua hari lalu di sebuah rumah makan. Dari sekian banyak obrolan antara mantan dosen dengan mantan mahasiswa, si mantan mahasiswa menyajikan sederet daftar kesalahan kampus kami. Kami memahami bahwa daftar kesalahan tersebut memang tertuju ke kampus PPM SoM dan kemungkinan besar tidak berlaku di kampus lain.

Informasi tentang daftar kesalahan kampus kami bukan sekali itu saja saya, atau kami pihak kampus, menerima. Kami sudah sering mendengarnya dari alumni yang dianggap berhasil di dalam kehidupan masyarakat. Sebagian berhasil dalam meniti karier di perusahaan atau instansi pekerjaan, sebagian sedang melanjutkan kuliah di kampus lain, dan sebagian lagi bekerja sambil kuliah.
Continue reading

Deformasi Karakter

https://i2.wp.com/www.islampos.com/wp-content/uploads/2013/07/topeng.jpgAnak saya, Brilian, kakinya terpincang-pincang walaupun mukanya tersenyum. Sudah seminggu ini ia menggunakan sepatu baru yang dipilihnya sendiri. Buat Anda yang tidak percaya dengan love at the first sight, coba lihat muka anak saya pertama kali melihat sepatu basket itu.

Namun bagusnya mode, ternyata tidak diiringi bentuk telapak yang sempurna. Kami baru menyadarinya setelah seminggu sepatu itu dipakai, dan jagoan cilik kami itu menunjukkan rasa sakit tertahan.

Namun kesenangannya telah mengalahkan rasa sakitnya. Tampaknya cetakan tapak kaki sepatu itu tidak cocok dengan kakinya. Sebuah artikel di Children Foot Clinic Jakarta tentang sepatu yang salah ukuran akan berakibat buruk bagi anak, kemudian menjadi perhatian kami. Akhirnya, sebelum terjadi deformasi pada bentuk tapak kakinya, kami putuskan untuk berdialog, dan syukurlah berhasil mengganti sepatu tersebut dengan sepasang sandal angry birds berwarna kuning.
Continue reading

Saatnya Indonesia Berhemat

Hemat_Energi02Wacana penghapusan subsidi listrik di enam golongan pelanggan spontan mendapat reaksi keras dari dunia industri. Kenyataan bahwa dengan tarif yang berlaku saat ini, sejumlah sektor masih menyisakan pekerjaan rumah besar dalam menciptakan daya saing menjelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Kini PR tersebut harus ditambah dengan ancang-ancang kenaikan harga bahan baku serta pendukung produksi. Artinya dengan kondisi pendapatan masyarakat yang tidak meningkat, maka jika kenaikan rata-rata tarif mencapai 11% mulai hulu ke hilir, bisa jadi konsumsi masyarakat akan meningkat sekitar 20%. Beban tersebut diyakini akan meningkatkan rasio gini di tanah air. Lalu apa yang perlu dilakukan?

Satu-satunya alternatif kini tinggal ‘berhemat’. Patut disadari bahwa pemberian subsidi di bidang energi telah menaikkan pagu dari Rp. 110 triliun menjadi Rp. 392 triliun. Angka tersebut juga telah menyedot anggaran pemerintah hingga 31% lebih. Jika kita meletakkan kepentingan anggaran bagi bidang lain seperti kesehatan dan pendidikan maka peningkatan kebutuhan subsidi tersebut secara langsung akan menyedot anggaran sektor lain yang mungkin lebih penting.
Continue reading