Saatnya Industri Mebel Berkembang

Pasca kebijakan membuka keran ekspor bahan mentah (sejak 2005) industri khususnya rotan dan kayu, mebel di tanah air dapat dinilai mati. Pebisnis lokal lebih memilih untuk menjual bahan mentah ke pasar internasional daripada melakukan proses produksi menjadi barang jadi siap pakai.

Namun meski kebijakan tersebut telah direvisi, namun efek sistemik dari pembukaan keran masih terasa. Opini para pemainlah yang kini disebut-sebut belum berubah. Padahal di era perdagangan bebas saat ini, menjual produk bernilai seni tinggi khususnya yang berasal dari olahan rotan, kayu serta kerajinan tangan merupakan peluang yang sangat menjanjikan.

Selain paradigma yang belum berubah, realitas pasar kiranya masih menyisakan pekerjaan rumah lanjutan bagi Indonesia. Ketika ekspor bahan mentah diijinkan, sejumlah perusahaan furniture dunia memilih Thailand dan Vietnam sebagai tempat pengolahan rotan dan kayu dari nusantara.

Dengan pertimbangan biaya sumber daya manusia lokal yang murah, keputusan strategis tersebut diyakini telah menjadikan kedua negara tersebut dikenal dengan hasil produk olahannya. Nama Indonesia-pun semakin melorot dalam kancah persaingan industri mebel dunia.

Tujuh tahun (2005-2012) memang terlihat singkat, namun tidak demikian halnya dengan bisnis. Kini dunia mengakui bahwa kualitas rotan dan kayu dari bumi pertiwi amatlah tinggi. Namun mereka tak dapat dengan mudah menginvestasikan dananya bagi pengembangan industri tersebut di tanah air.

Hingga awal 2014, Thailand dan Vietnam mencatat kenaikan arus investasi asing hingga 12%, di mana lebih dari 70%-nya berasal dari industri ini. Sungguh ironis memang, bak tikus mati di lumbung padi. Mungkin itulah perumpamaan yang paling tepat bagi realitas mebel di tanah air.

Hidup di tengah-tengah bumi yang menghasilkan jutaan ton kayu dan rotan terbaik dunia kini seakan menghembuskan angin yang lebih segar pada industri mebel lokal. Beberapa waktu terakhir situasi politik di Thailand serta konflik sosial di Vietnam telah membuat sejumlah besar investor hengkang dari kedua negara tujuan investasi tersebut. Inilah moment emas yang harus mampu dimanfaatkan secara optimal oleh segenap pemain domestik.

Dengan ketersediaan bahan serta dukungan tenaga kerja yang berlimpah, mungkin inilah saatnya kebangkitan industri mebel Indonesia. Karenanya, pemerintah perlu lebih tegas dalam menutup rapat-rapat keran ekspor bahan mentah untuk menggantinya dengan membuka keran investasi yang besar pada industri ini.

Pemberian insentif pajak dinilai menjadi daya jual yang sangat menarik bagi investor asing. Selain itu dari sisi pekerja, kontribusi besar yang sangat diharapkan adalah membangun kondisi kerja yang kondusif. Satu di antaranya adalah dalam hal pengupahan.

Pemahaman tersebut sangatlah penting sebab data-data Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia menunjukkan bahwa hingga April tahun ini industri telah mampu menyerap tenaga kerja mencapai 2,5 juta orang lebih. Oleh karenanya ketenangan dalam bekerja akan menurunkan risiko investasi di mata investor.Dengan demikian kepastian keuntunganpun akan meningkat. Inilah situasi yang dicari-cari oleh segenap penyandang dana.

Saat ide tersebut teralisasi, maka bukan mustahil jika Indonesia dapat kembali ke posisi sepuluh negara eksportir mebel dunia, menggeser Vietnam yang konon berada di posisi empat dengan nilai 4,2 milliar Dollar Amerika per tahun.

Kini bola ada di tangan segenap pemain lokal. Analisa persaingan ‘five forces Porter’ telah menunjukkan tingkat rivalitas dalam industri yang menurun secara signifikan. Itu berarti saatnya para pemain baru masuk tuk memeriahkan kompetisi yang ada. Dengan kepemilikan sumber daya utama yang berlimpah, wajar jika kita mampu memanfaatkan moment ini secara strategis.

Selamat berefleksi, sukses senantiasa menyertai Anda!

*Tulisan dimuat di harian Media Indonesia, 2 Juni 2014.

Aries Heru PAries Heru Prasetyo.
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
AHP@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Saatnya Industri Mebel Berkembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s