Deformasi Karakter

https://i0.wp.com/www.islampos.com/wp-content/uploads/2013/07/topeng.jpgAnak saya, Brilian, kakinya terpincang-pincang walaupun mukanya tersenyum. Sudah seminggu ini ia menggunakan sepatu baru yang dipilihnya sendiri. Buat Anda yang tidak percaya dengan love at the first sight, coba lihat muka anak saya pertama kali melihat sepatu basket itu.

Namun bagusnya mode, ternyata tidak diiringi bentuk telapak yang sempurna. Kami baru menyadarinya setelah seminggu sepatu itu dipakai, dan jagoan cilik kami itu menunjukkan rasa sakit tertahan.

Namun kesenangannya telah mengalahkan rasa sakitnya. Tampaknya cetakan tapak kaki sepatu itu tidak cocok dengan kakinya. Sebuah artikel di Children Foot Clinic Jakarta tentang sepatu yang salah ukuran akan berakibat buruk bagi anak, kemudian menjadi perhatian kami. Akhirnya, sebelum terjadi deformasi pada bentuk tapak kakinya, kami putuskan untuk berdialog, dan syukurlah berhasil mengganti sepatu tersebut dengan sepasang sandal angry birds berwarna kuning.

Deformasi adalah salah satu cara tubuh bertahan hidup melalui penyesuaian dengan lingkungannya. Hal ini terjadi jika bagian tubuh yang sedang bertumbuh cepat menemui keterbatasan ruang, sehingga dipaksa untuk berubah bentuk alih-alih bertumbuh sesuai aslinya. Di Jepang, bakal buah semangka kecil yang dimasukkan dalam keranjang kotak bertumbuh menjadi semangka kotak yang besarnya seragam.

Dalam kehidupan berorganisasi, kita sering menghadapi situasi dimana para pemasar muda merasa dibelenggu dengan lingkungannya. Ide-ide besar dan gagasan yang meletup-letup khas anak-anak muda sering terbentur dengan tembok birokrasi dan kelembaman organisasi. Kreativitas bebas dan kecenderungan mendobrak cara-cara, lama tak jarang dibatasi dengan keengganan perusahaan untuk mengambil resiko. Jiwa muda yang dikekang seperti ini biasanya akan menempuh dua cara paling umum yaitu keluar dari organisasi, atau akhirnya kapok dan mengambil langkah pragmatis untuk menyesuaikan diri, deformasi karakter.

Sungguh sangat disayangkan jika bakat-bakat seperti ini mati dalam perusahaan kita. Karena pada hakekatnya perusahaan saat ini harus hidup untuk masa depan yang akan dibentuk oleh tangan talenta muda seperti ini. Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan perusahaan adalah: pertama, sadari bahwa pemasar muda memiliki karakter yang berbeda. Kegigihannya untuk membongkar cara lama bukanlah meniadakan kerja masa lalu, namun mempersiapkan kerja masa depan. Ide-ide baru yang dicetuskan haruslah dianggap sebagai pemindai zona-zona yang menjadi blind spot sudut pandang konvensional.

Selanjutnya, kedua, siapkan kanal-kanal untuk menyalurkan ide tersebut. Buatlah event-event untuk mengadu ide dan logika, berikan kesempatan untuk audiensi dengan atasan atau top management dan buatlah unit unit kerja kecil untuk menjadi ajang implementasi ide-ide tersebut. Ketiga, berikan mentor yang memiliki kemampuan untuk memandu tim kerja, bukan hanya secara teknis, namun juga kematangan mental.

Bagi para pemasar muda, ketika dihadapkan pada situasi yang mengekang di perusahaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah; introspeksi diri. Perkaya ide-ide dengan data dan fakta yang meyakinkan, sehingga bisa menjual ide tersebut dan menjawab semua keraguan. Asah terus kemampuan berargumentasi, sehingga Anda menguasai cara berdebat dengan kebijaksanaan. Mempengaruhi tanpa menggurui, dan mendapatkan persetujuan tanpa melukai perasaan. Mungkin ide kita baik, namun cara kita kurang.

Kedua, jangan pernah kehilangan gairah akan kebaruan. Karena inovasi kita adalah salah satu senjata yang paling berharga. Jika ide tertolak, artinya Anda punya waktu untuk menutup celah-celah kekurangan dan menyempurnakannya. What doesn’t kill you makes you stronger-nya Kelly Clarkson tidak hanya anda dendangkan, namun tunjukkan. Tetap semangat dan salam pembaharu.

*Tulisan ini dimuat di Majalah Youth Marketers Edisi 12/II/Juni 2014.

Wahyu Tri SetyobudiWahyu T. Setyobudi.
Staf Pengajar PPM School of Management
WHY@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s