Daftar Kesalahan Kampus

????????????????????????????“But try,” you urge, “the trying shall suffice; The aim, if reached or not, makes great the life: Try to be Shakespeare, leave the rest to fate!” — Robert Browning

Saya bertemu seorang alumni dari PPM School of Management (PPM SoM), dua hari lalu di sebuah rumah makan. Dari sekian banyak obrolan antara mantan dosen dengan mantan mahasiswa, si mantan mahasiswa menyajikan sederet daftar kesalahan kampus kami. Kami memahami bahwa daftar kesalahan tersebut memang tertuju ke kampus PPM SoM dan kemungkinan besar tidak berlaku di kampus lain.

Informasi tentang daftar kesalahan kampus kami bukan sekali itu saja saya, atau kami pihak kampus, menerima. Kami sudah sering mendengarnya dari alumni yang dianggap berhasil di dalam kehidupan masyarakat. Sebagian berhasil dalam meniti karier di perusahaan atau instansi pekerjaan, sebagian sedang melanjutkan kuliah di kampus lain, dan sebagian lagi bekerja sambil kuliah.

Berikut beberapa saja dari isi daftar kesalahan tersebut. Pertama, PPM SoM merupakan tempat tempat untuk melakukan kesalahan. Nah loh? Kalau kampus ini menjadi tempat untuk melakukan kesalahan, mengapa para alumni tersebut betah kuliah sampai selesai, dan bahkan berhasil meniti karier dengan baik?

Ada yang menarik dari berbagai kesalahan mahasiswa yang dilakukan di dalam kampus, yang menurut mereka ternyata menjadi bekal untuk berkarya. Menurut mereka, yang penting bukan kesalahannya. Yang lebih penting dari sekadar kesalahan adalah bahwa setiap mahasiswa yang melakukan kesalahan dapat menunjukkan tiga hal: belajar dari kesalahan, belajar bagaimana memperbiki kesalahan, dan berani menanggung akibat dari kesalahan.

Kesalahan, menurut mereka, tidak selalu dikaitkan dengan hukuman atau penalti. Terlambat dating ke kuliah adalah kesalahan, menjalankan tugas pengembangan usaha dan ternyata tidak berhasil menjual produk yang ditawarkan atau usahanya rugi adalah kesalahan, memberi opini atau jawaban di kelas saat diskusi dan jawabannya salah adalah kesalahan, dan masih banyak daftar kesalahan lainnya.

Dari berbagai kesalahan yang mereka lakukan, dan belajar mempertanggungjawabkan kesalahan, belajar dari kesalahan, dan belajar memperbaiki kesalahan, ternyata membuat mereka menjadi semakin dewasa dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku. Hal-hal tersebut, menurut mereka, menjadi bekal yang sangat penting untuk terjun ke dalam kehidupan nyata.

Ternyata hal-hal di atas seringkali tidak mereka temui di pekerjaan maupun di kampus lain saat ini. Yang banyak terjadi, kesalahan berarti penalti. Dan terkadang institusi tersebut tidak memberi ruang untuk mempertanggungjawabkan kesalahan, apalagi melakukan perbaikan terhadap kesalahan masa lalu.

Dalam dunia yang menuntut kreativitas, inovasi, pembaharuan, dan kemandirian seseorang, proses pendidikan yang memberi ruang untuk melakukan kesalahan perlu dikembangkan. Dan tampaknya mereka, setelah lulus, semakin memahami proses pendidikan seperti itu.

Seseorang untuk menjadi berhasil bukan saja memiliki kemampuan teknis, hard skills¸tetapi juga soft skills, dan kontribusi soft skills untuk mencapai keberhasilan ternyata sangat besar. Dan mereka berhasil meningkatkan kemampuannya melalui kesalahan-kesalahan.

Kesalahan kedua adalah masalah hubungan dosen-mahasiswa. Menurut mereka, hubungan yang dekat antara mahasiswa dan dosen adalah hal baik. Dosen bisa dihubungi kapan saja, baik melalui sekretaris para dosen, maupun melalui email, SMS, BBM, dan WApps.

Mahasiswa dapat berkonsultasi untuk banyak hal, baik menyangkut perkuliahan maupun di luar masalah perkuliahan. Bahkan ada dosen atau staf kampus yang bertugas untuk mendampingi mahasiswa untuk hal-hal kehidupan sehari-hari.

Kadang-kadang mahasiswa mengajak dosen untuk makan siang bersama-sama di luar jam kuliah. Yang sering dilakukan adalah makan siang pada hari Sabtu setelah selesai sesi pagi, pukul 11.40 dan sebelum sesi siang, pukul 12.40, mulai. Pada saat makan siang, apa saja bisa menjadi topik pembicaraan

Kalau hubungan seperti itu bagus menurut mereka, lalu apanya yang salah? Yang salah adalah, cara seperti itu dianggap tidak lazim di tempat lain. Mereka menganggap, kuliah di PPM SoM dianggap terlalu dimanjakan–dalam arti positif–dengan cara seperti itu. Pada saat mereka bekerja, kedekatan hubungan atasan-bawahan belum tentu seprti itu. Pada saat mereka kuliah di tempat lain, kedekatan hubungan dosen–mahasiswa ternyata tidak seperti itu.

Dari dua hal penting tersebut, akhirnya saya berkesimpulan, prinsip belajar dari kesalahan oleh mahasiswa dan kedekatan dan kemudahan akses mahasiswa ke dosen perlu dipertahankan. Selama hal-hal tersebut membangun masa depan mahasiswa, dan kesalahan berada pada tingkat toleransi dan berada pada koridor norma yang baik, mengapa tidak?

Seperti pendapat mereka, pola pendidikan kampus seperti itu cocok untuk generasi saat ini, yang memiliki keinginan kuat untuk independen, kreatif, membuat hal-hal baru, sehingga terjadi terobosan-terobosan.

Ekonomi masa depan di Indonesia merupakan ekonomi kreatif, yang berdasarkan pada pengetahuan, knowledge-based economy. Banyak generasi muda yang menginginkan independensi dalam berkarya, membuat usaha sendiri.

Kalaupun bekerja di suatu perusahaan atau institusi lainnya, mereka menginginkan kewenangan dan kebebasan berkarya. Hal tersebut bisa dicapai bila mereka sudah membiasakan diri berkreasi dan adanya pendampingan dari para mentor, termasuk dosen. Dan itu adalah sebagian dari yang kami lakukan.

*Tulisan dimuat di harian Jawa Pos, 19 Juni 2014.

Bramantyo DjohanputroBramantyo Djohanputro. Dosen Corporate Finance, Risk, dan Governance di PPM School of Management Jakarta.
BRM@ppm-manajemen.ac.id

One thought on “Daftar Kesalahan Kampus

  1. Sudut pandang yang digunakan dalam tulisan ini (menggunakan kata ‘daftar kesalahan’) sangat menarik. Tulisan ini memberikan saya sudut pandang baru atas hal yang memang sudah biasa terjadi di SoM PPM Manajemen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s