Seeing Things Differently

how2trainUdragonDi tanah itu, tadinya, naga dianggap sebagai musuh manusia. Penduduk Viking berlomba membuktikan diri sebagai yang paling berani dengan cara memburu, menangkap, dan jika bisa membunuhnya.

Namun semua berubah ketika seorang remaja menemukan cara lain melihat sisi baik naga-naga tersebut, sehingga akhirnya naga dan manusia dapat hidup berdampingan secara damai dan saling melindungi. Dialah Hiccup, tokoh utama dari film How to train Your Dragon 1 dan 2.

Hollywood memang paling jago menciptakan film-film hebat yang komersial. Berbekal plot cerita dan teknik animasi yang mengagumkan, sekuel how to train your dragon telah meraup lebih dari 646 juta dollar per Juni 2014. Tapi selain dari nilai komersialnya yang fantastis itu, saya ingin melihat dari sisi yang lain.
Continue reading

Ada Nash di Antara Jokowi dan Prabowo

jokowi nash prabowo
Ingat film Hollywood “Beautiful Mind”? Kisahnya tentang John Nash, kampiun matematik dari Princeton yang diperankan dengan penuh penghayatan oleh Russel Crowe. Nash mendapat penghargaan Nobel atas sumbangsihnya dalam bidang game theory, terutama pemikiran beliau mengenai konsep keseimbangan yang kemudian dikenal dengan istilah Nash Equilibrium.

Kumpulan strategi yang dipilih oleh masing-masing pemain disebut berada dalam kondisi Nash Equilibrium, apabila tidak ada pihak yang dapat memperbaiki posisi diri dengan mengubah pilihan strateginya, tanpa perlu mengubah strategi dari pihak lain.

Jokowi dan Prabowo adalah dua pesaing dalam permainan meraih kursi presiden Republik Indonesia. Mengapa Jokowi memilih untuk mendeklarasikan kemenangan segera setelah hitungan quick count keluar? Mengapa Prabowo membalas dengan juga menyatakan kemenangan? Tergesa-gesa dan kurang bertatakrama-kah Jokowi? Kekanak-kanakan-kah sikap Prabowo?
Continue reading

Otokritik

self-criticismWalaupun banyak pro dan kontra, dalam beberapa hal saya kagum dengan Sacha Stevenson. Beberapa bulan yang lalu nama ini belum pernah saya dengar, hingga kemudian ramai dibicarakan di media sosial.

Perempuan asal Kanada ini meng-upload, melalui youtube, beberapa seri video yang berjudul “How to Act Indonesian”. Singkatnya video tersebut adalah parodi berbagai sisi kehidupan masyarakat Indonesia yang dikemas dalam bentuk sketsa.

Menonton short video 5-menitan ini, mengaduk-aduk perasaan saya. Ada shock dan sedikit ketersinggungan karena beberapa adegan dapat ditafsirkan sebagai penghinaan, namun ketersinggungan itu kemudian diredam oleh pembenaran atas realitas yang terjadi di keseharian masyarakat kita. Kemarahan dan pengakuan yang datang bersamaan itu justru menggelikan, dan akhirnya kita menertawakan diri sendiri.
Continue reading

Mencari Peran Bagi Quick Count

real quick countAda pihak yang menginginkan pelarangan publikasi quick count hasil pilpres 2014. Larangan bukan hanya untuk hasil hitung cepat yang diduga mengandung manipulasi, tetapi berlaku bagi seluruh lembaga survei yang menyelenggarakannya, tanpa kecuali.

Pengumuman hasil hitung cepat dianggap melanggar kewenangan khusus KPU, menimbulkan keresahan dan perpecahan di dalam masyarakat, serta dapat membentuk opini publik yang prematur dan menyesatkan atas kemenangan kandidat tertentu.

Katanya, percayakan saja seluruh proses penghitungan dan publikasinya kepada KPU, tentu dengan pengawasan ketat dari Banwaslu dan perwakilan setiap kandidat. Kita perlu belajar bersabar, tidak baik terburu-buru, toh pada saatnya pihak yang berwenang akan memberikan pengumuman resmi hasil Pilpres.
Continue reading

From KSF to CSF

key success“Pelanggan adalah Raja” pepatah lama ini semakin menegaskan betapa pentingnya posisi pelanggan. Tak ayal ketika tidak memperoleh restu dari sang Raja , maka membangun daya saing akan sia-sia belaka.

Masalahnya, bagaimana memahami keinginan pelanggan, karena pelanggan tidak pernah bertitah layaknya seorang Raja. Pelanggan hanya dapat menyukai yang dilanjutkan dengan membeli, terpuaskan lalu merekomendasikan, atau sebaliknya, menghukum dengan tidak membeli. Lalu kecewa dengan menyampaikan komentar miring kepada orang lain.

Ironisnya produsen hanya dihadapkan pada pilihan untuk memahami ‘bahasa abstrak’ pelanggan, yakni dengan mengidentifikasi faktor yang menjadi alasan utama memilih suatu produk, yang juga lazim disebut sebagai Key Success Factor (KSF).
Continue reading

Audit Quick Count: Mengungkap Malpraktek dalam Proses Hitung Cepat

hasil-quick-count-pilpres-2014Pemilihan langsung untuk menentukan pasangan presiden dan wakil presiden Indonesia lima tahun ke depan baru saja terlaksana. Proses penghitungan suara resmi masih berjalan, namun prediksi atas hasil akhir telah disebarluaskan oleh beberapa lembaga penghitung cepat.

Sebagian memperkirakan bahwa pasangan kandidat nomer dua memperoleh suara terbanyak, sementara yang lain mengunggulkan pasangan nomer satu.

Publikasi hasil hitung cepat ini kemudian menjadi dasar bagi setiap calon untuk menyatakan kemenangan kubunya. Suhu politik semakin memanas, saling tuduh kecurangan dilemparkan, dan perang fisik antar pendukung membayang. Mengapa perbedaan hasil semacam ini bisa terjadi?
Continue reading

Parodi Bauran Pemasaran Politikus

pemilu-ilustrasi-calegHiruk-pikuk politik menghiasi keseharian masyarakat Indonesia bulan-bulan belakangan ini. Tiba-tiba saja soplr taksi, tukang parkir, karyawan, dan pegawai negeri menjadi pengamat politik, saling adu informasi dan argumentasi.

Saking panasnya diskusi politik tak berbayar ini, dua orang tukang becak telah mengadu nyawa karena berdebat hebat tentang dua capres yang akan berlaga pada 9 Juli. Bukan hanya komentator dadakan yang menjamur di Indonesia, politikus dadakan pun banyak bertebaran. Kita mengamati beberapa artis, karyawan swasta, atau pemimpin organisasi massa “berpindah” karier di dunia politik.

Dapat dikatakan, erat kaitan antara konsep politik dan pemasaran. Keduanya berbicara mengenai bagaimana memenangkan hati orang dalam jumlah banyak, dan memengaruhinya untuk melakukan tindakan tertentu.
Continue reading