Jejaring Bola

jejaring bolaTidak semua orang menggemari sepak bola. Namun, dalam euphoria demam bola seperti saat ini, nampaknya orang yang paling apatis sekalipun, akan tertarik dalam pembicaraan bola walaupun hanya sekedar agar tidak terkucil dari gosip-gosip pantry di pagi hari.

Ya, pembicaraan tentang piala dunia memang sedang hangat-hangatnya menyambangi aktivitas kita. Mulai dari pembicaraan serius tentang strategi, komposisi pemain dan teknologi, hingga pembicaraan ringan tentang gaya rambut, karakter, dan bahkan tentang WAGs, pacar-pacar para pemain. Sebagai bahan pembicaraan, bola memang tidak ada matinya.

Dalam karir awal saya sebagai pemula di dunia marketing, para senior selalu menekankan pentingnya membangun jejaring atau networking. Lapis demi lapis pemahaman ini menebal menjadi kepercayaan bahwa jejaring adalah salah satu modal utama bagi mereka yang telah memilih jalan marketing.

Dulu, dalam kebodohan, saya menafsirkan networking sebagai kegiatan kumpul kartu nama. Jumlah kartu nama kami bandingkan dan kompetisikan antar satu rekan dengan rekan lainnya. Jika lebih banyak, suka hati kami. Sungguh hasilnya nol besar. Dalam perjalanan, kami kemudian sadar bahwa berapapun banyaknya orang yang kita kenal, pada akhirnya yang penting adalah berapa banyak orang yang mengenal kita.

Namun terlepas dari hal tersebut, bahwa memenangkan hati orang lain dan membuatnya menerima kita, adalah titik awal dari networking. Untuk sekedar memulai pembicaraan dengan topik dan timing yang tepat saja, saya rasa menjadi tantangan berat bagi para pemasar muda.

Pada kesempatan pertama, kaki serasa tegang sedangkan lidah menjadi kelu dan jantungpun berdebar, persis seperti cinta pertama, atau bertemu dengan para penguji sidang skripsi. Memilih topik pembicaraan yang sesuai adalah PR lain. Memilih topik yang renyah, tidak terlalu serius dan tidak terlalu remeh, yang membuka kesempatan untuk lebih dekat dengan mitra bisnis kita tentu membutuhkan pembacaan situasi yang mumpuni.

Dalam keadaan seperti ini, keberadaan event gigantik seperti piala dunia sangat membantu. Dia bisa menjadi topik yang menarik sekaligus pelebur jarak. Bahasa bola adalah penyetara antara direktur dan sopirnya, mahasiswa dan dosennya, dan tentu saja pemasar dan mitra bisnisnya.

Pembicaraan yang ringan namun menarik seperti ini dapat dijadikan sebagai pembuka percakapan sebelum masuk ke topik yang lebih berat. Sebenarnya bukan hanya tentang bola, Anda dapat memilih topik lain untuk dijadikan bahan pembuka, asal sesuai dengan target lawan bicaranya dan tidak terlalu sensitif.

Oleh karena itu, biasakan selalu update dengan isu aktual setiap hari. Baca surat kabar, majalah, follow akun-akun twitter yang menarik agar luas wawasan kita. Selain itu, biasakan untuk menyapa terlebih dahulu orang-orang yang kita temui. Mulai dari ruang tunggu bandara, sesama pengantri kasir di supermarket, atau acara gathering asosiasi, semuanya adalah kesempatan untuk mengasah sensitivitas dan keberanian kita untuk menjalin hubungan dengan para profesional lain.

Prinsip berikutnya dalam membangun jejaring adalah memperkenalkan diri. Setiap profesional muda perlu memiliki positioning yang jelas mengenai apa yang dilakukan dan dapat memberi kesan pertama yang baik.

Ungkapkan pekerjaan, prestasi Anda dengan singkat namun memberi impresi positif. Ungkapkan dengan cara yang luwes dan dapat memberi gambaran relevansi pekerjaan Anda terhadap pekerjaan mitra professional Anda.

Terakhir, tidak seperti permainan bola yang selesai dalam dua kali 45 menit, membangun jejaring memiliki rerangka waktu yang panjang. Oleh karenanya, apa yang dilakukan setelah pertemuan pertama tersebut sangatlah penting.

Jika Anda berhasil mendapatkan nomor kontak, biasakan untuk memberikan pesan setelah pertemuan. Pesan singkat sederhana dan bersahabat akan efektif untuk memantapkan ingatan mitra bisnis pada Anda. Catat seluruh jejaring yang Anda dapat berikut detail yang Anda temukan selama percakapan dalam database pribadi Anda, dan mulailah memelihara.

Salam sukses pembaharu.

*Tulisan ini Dimuat di Majalah Youth Marketers Edisi 13, Bulan Juni 2014.

Wahyu Tri SetyobudiWahyu T. Setyobudi.
Staf Pengajar PPM School of Management
WHY@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: