Mencari Peran Bagi Quick Count

real quick countAda pihak yang menginginkan pelarangan publikasi quick count hasil pilpres 2014. Larangan bukan hanya untuk hasil hitung cepat yang diduga mengandung manipulasi, tetapi berlaku bagi seluruh lembaga survei yang menyelenggarakannya, tanpa kecuali.

Pengumuman hasil hitung cepat dianggap melanggar kewenangan khusus KPU, menimbulkan keresahan dan perpecahan di dalam masyarakat, serta dapat membentuk opini publik yang prematur dan menyesatkan atas kemenangan kandidat tertentu.

Katanya, percayakan saja seluruh proses penghitungan dan publikasinya kepada KPU, tentu dengan pengawasan ketat dari Banwaslu dan perwakilan setiap kandidat. Kita perlu belajar bersabar, tidak baik terburu-buru, toh pada saatnya pihak yang berwenang akan memberikan pengumuman resmi hasil Pilpres.

Lupakan hitung cepat berbau manipulasi, karena sudah sepantasnya dilarang dan pelakunya dihukum berat. Namun, bagaimana halnya dengan hitung cepat yang dilakukan secara benar? Tidak adakah manfaat lain kecuali sekadar memuaskan rasa ingin tahu yang berlebihan dari masyarakat luas? Betulkah kegiatan ini lebih banyak mudaratnya, sehingga perlu digeser dari posisi mubah ke makruh, bahkan haram?

Proses hitung yang dilakukan oleh KPU dapat dipandang sebagai suatu sistem operasi, dengan bahan baku berupa surat suara terisi, dan produk akhir berbentuk angka persentase yang diperoleh setiap kandidat. Kualitas menjadi indikator kinerja paling penting dari sistem operasi ini, dimana hasil hitung harus akurat dan terpercaya. Sebagaimana sistem operasi lainnya, pencapaian indikator kinerja kualitas tentu perlu ditunjang oleh sistem manajemen mutu yang baik.

Basis dari sistem manajemen mutu yang diterapkan oleh KPU adalah proses inspeksi pada setiap tahapan penghitungan. Saksi-saksi dari setiap kandidat bertindak sebagai pelaksana inspeksi. Bukti lolos pemeriksaan dinyatakan dalam bentuk tanda tangan saksi pada dokumen catatan hasil hitung terkait, misalnya formulir C1.

Dalam konsep manajemen operasi, dokumen ini bertindak sebagai produk setengah jadi sekaligus catatan mutu. KPU juga membuka akses publik kepada dokumen tersebut, sehingga setiap anggota masyarakat bisa ikut melakukan pengawasan mutu.

Sistem di atas hanya efektif apabila ada wakil dari setiap kandidat pada setiap tahapan penghitungan, mulai tingkat TPS hingga nasional, tanpa kekosongan. Sistem ini juga perlu ditunjang oleh format dokumen dan tata administrasi untuk catatan mutu yang kebal terhadap kesalahan atau kecurangan.

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh KPU dalam proses hitung saat ini diantaranya disebabkan oleh belum terpenuhinya kedua persyaratan tersebut. Kelemahan lain dari sistem yang diterapkan ini adalah ketergantungan pada satu metode pengawasan mutu, yaitu continuous inspection.

KPU bisa memanfaatkan quick count, terutama pada tingkat daerah, untuk melapis proses hitungnya dari kelemahan-kelemahan yang ada. Dalam konsep manajemen mutu, hitung cepat merupakan bentuk sampling inspection. Proses ini mengandalkan pada penerapan ilmu statistik yang sudah mapan dan teruji.

Perbedaan menyolok antara hasil hitung cepat dengan hitungan riil pada suatu daerah dapat digunakan oleh KPU sebagai pemicu evaluasi terhadap proses penghitungan yang telah dilakukan. Sementara itu, hasil yang serupa akan memperkuat keyakinan akan tingginya kualitas keluaran dari suatu tahapan penghitungan.

Perpaduan antara continuous inspection dan sampling inspection lazim diterapkan pada kebanyakan sistem operasi. Sebaliknya, sistem operasi yang mengandalkan hanya satu jenis pengawasan akan rentan terhadap masalah terkait mutu.

Anda yang pernah bekerja di pabrik atau bidang operasi jasa tentunya tahu bahwa pemeriksaan 100% tidak menjamin kualitas output yang tinggi. Si pelaksana inspeksi bisa saja lengah, sehingga meloloskan barang yang seharusnya dinyatakan cacat. Akan lebih parah lagi bila orang yang dipercaya untuk melakukan inspeksi malah melakukan sabotase terhadap produk.

Hendrarto K. SupangkatHendrarto K Supangkat.
Staf Pengajar Sekolah Tinggi Manajemen PPM
HEN@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s