Ada Nash di Antara Jokowi dan Prabowo

jokowi nash prabowo
Ingat film Hollywood “Beautiful Mind”? Kisahnya tentang John Nash, kampiun matematik dari Princeton yang diperankan dengan penuh penghayatan oleh Russel Crowe. Nash mendapat penghargaan Nobel atas sumbangsihnya dalam bidang game theory, terutama pemikiran beliau mengenai konsep keseimbangan yang kemudian dikenal dengan istilah Nash Equilibrium.

Kumpulan strategi yang dipilih oleh masing-masing pemain disebut berada dalam kondisi Nash Equilibrium, apabila tidak ada pihak yang dapat memperbaiki posisi diri dengan mengubah pilihan strateginya, tanpa perlu mengubah strategi dari pihak lain.

Jokowi dan Prabowo adalah dua pesaing dalam permainan meraih kursi presiden Republik Indonesia. Mengapa Jokowi memilih untuk mendeklarasikan kemenangan segera setelah hitungan quick count keluar? Mengapa Prabowo membalas dengan juga menyatakan kemenangan? Tergesa-gesa dan kurang bertatakrama-kah Jokowi? Kekanak-kanakan-kah sikap Prabowo?

Mari kita anggap bahwa kedua kubu berisikan orang-orang yang rasional dan pintar. Suatu tindakan tidak akan diambil tanpa pemikiran yang matang mengenai untung-ruginya. Maka, barangkali pernyataan kemenangan oleh kandidat nomer satu adalah reaksi terbaik atas pernyataan kemenangan oleh kandidat nomer dua.

Sebaliknya, pernyataan kemenangan dari kandidat nomer dua adalah antisipasi terbaik atas kemungkinan pernyataan kemenangan dan upaya-upaya terkait yang dilakukan oleh kandidat nomer satu.

Pihak garuda merah berkilah bahwa tindakan mereka ditujukan untuk menetralisir opini publik dan meredakan tekanan terhadap KPU, yang menjadi berat sebelah akibat aksi kandidat nomer 2. Jelas dari pernyataan tersebut bahwa deklarasi kemenangan balasan dianggap sebagai respon terbaik pihak ini. Diam atau mengaku kalah dianggap mengurangi atau menutup peluang kemenangan, yang saat itu diyakini masih terbuka.

Barisan kotak-kotak tidak pernah menyatakan secara jelas alasan tindakannya. Namun mudah dipahami bahwa kans kemenangan kubu ini sangat tergantung pada kemampuan menggalang partisipasi publik untuk mengawal proses penghitungan oleh KPU.

Pernyataan kemenangan dimuka oleh kubu Jokowi, yang disambut oleh reaksi serupa dari kubu Prabowo, terbukti mampu mendulang ketertarikan dan keterlibatan masyarakat luas dalam mengawasi proses rekapitulasi resmi. Muncul misalnya situs-situs hitung mandiri seperti “kawalpemilu”. Tindakan ini membuat peluang Jokowi untuk dinyatakan menang secara resmi lebih tinggi dari sekadar diam.

Bila skenario di atas benar, maka rangkaian strategi “deklarasi oleh Jokowi – diikuti deklarasi oleh Prabowo” merupakan Nash Equililbrium.

Di film, Nash digambarkan mengalami masalah kejiwaan yang membuatnya sulit membedakan antara kehidupan nyata dan dunia khayal. Karir dan kehidupan pribadinya sempat terganggu oleh masalah tersebut.

Mudah-mudahan, hasil resmi KPU yang telah dikawal dengan baik dapat dilihat oleh setiap kandidat sebagai suatu kenyataan. Bila tidak, maka karir dan kehidupan penduduk satu negara yang menjadi taruhan.

Hendrarto K. SupangkatHendrarto K Supangkat.
Staf Pengajar Sekolah Tinggi Manajemen PPM
HEN@ppm-manajemen.ac.id

2 thoughts on “Ada Nash di Antara Jokowi dan Prabowo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s