Jalan Takdir Lewat Overbooking

mh17Tidak pernah disangka oleh Andrie Ochtman, keputusan menerima tawaran berganti pesawat dan sejumlah uang terima kasih dari Malaysia Airlines juga akan menyelamatkan nyawanya.

Pesawat MH17 yang sedianya ditumpangi tanpa dinyana jatuh tertembak di Ukraina. Tidak seorang pun penumpang dan awak ditemukan dalam kondisi selamat.

Tawaran kepada Octhman dan beberapa penumpang lain diajukan oleh Malaysia Airlines, sebab jumlah orang yang siap berangkat melebihi daya tampung pesawat. Ini adalah dampak praktek overbooking yang lazim diterapkan pada dunia penerbangan saat ini. Banyak maskapai sengaja menerima pesanan tiket melebihi kapasitas, dengan tujuan memperkecil kemungkinan kursi kosong akibat pembatalan oleh calon penumpang.

Formula khusus digunakan untuk menentukan berapa banyak pesanan lebih yang dapat ditampung. Proses kalkulasi mempertimbangkan juga probabilitas pembatalan, harga tiket, dan biaya kompensasi. Untuk menghindari gejolak, diupayakan agar peristiwa kelebihan penumpang tidak terlalu sering terjadi.

Disamping itu, perlu dipastikan bahwa mereka yang bersedia atau terpaksa mengalah tetap dapat tiba segera di tujuan. Bila jadwal penerbangan berikut terlalu jauh, maka tidak jarang penumpang yang tertinggal diberangkatkan menggunakan maskapai pesaing.

Penumpang yang dikorbankan juga perlu mendapat imbalan yang memadai. Kompensasi umumnya diberikan dalam rupa peningkatan kelas kursi, tiket gratis untuk penerbangan di lain waktu, atau sejumlah uang. Dengan adanya bentuk penggantian yang menarik, terkadang penumpang malah berebut untuk menjadi relawan penunda keberangkatan.

Overbooking bukan tanpa masalah. Tekanan untuk memperkecil biaya membuat sebagian perusahaan menurunkan kualitas kompensasi sehingga dianggap tidak lagi sepadan dengan pengorbanan penumpang.

Ada juga maskapai yang bertindak kurang elegan, keterlambatan penumpang melapor di bandara dijadikan alasan untuk mencoret mereka dari daftar penerbangan, tanpa diberi imbalan apa pun.

Masalah menjadi masif ketika banyak maskapai penerbangan menerapkan overbooking pada musim sibuk atau kondisi cuaca buruk. Jumlah penumpang yang terlantar menjadi membengkak, karena tidak ada jadwal penerbangan kosong, baik pada maskapai sendiri maupun armada pesaing.

Keruwetan dan kericuhan yang disebabkan oleh overbooking membuat pemerintah di beberapa negara ikut turun tangan. Berbagai aturan dibuat untuk melindungi penumpang dari tindakan semena-mena maskapai penerbangan. Misalnya, ditetapkan aturan mínimum besaran penggantian yang harus diberikan kepada penumpang yang terlempar dari jadwal penerbangan, juga ditentukan saat-saat di mana overbooking sama sekali tidak boleh digunakan.

Overbooking bukan monopoli industri penerbangan. Bisnis penginapan, transportasi, dan telekomunikasi juga lazim menerapkan praktek semacam ini. Pada prinsipnya, peluang untuk menerapkan teknik ini terbuka apabila aktual pemakaian terhadap sumber daya terbatas milik perusahaan berfluktuasi.

Metode ini merupakan bagian dari berbagai terobosan yang dirancang untuk memperbesar keuntungan perusahaan. Penerapannya di dunia penerbangan selama ini tidak pernah dikaitkan dengan keselamatan jiwa penumpang. Bila ada peran overbooking dalam menyelamatkan nyawa Andrie Ochtman, maka itu tidak lebih dari memberi jalan untuk mewujudnya takdir.

Hendrarto K. SupangkatHendrarto K Supangkat.
Staf Pengajar Sekolah Tinggi Manajemen PPM
HEN@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s